
Pagi harinya suasana rumah yang setiap saat selalu sunyi kini berubah ramai. Siapa lagi pelakunya kalau bukan Arista si penghuni baru di rumah mewah itu. Disaat kedua pria beda generasi itu masih berada di kamar masing-masing, Arista sudah heboh meminta makanan kesukaannya pada ART yang bertugas di dapur. Memang benar kata orang jika nyawa sebuah rumah ada pada wanita.
Tak lama kemudian kakek Ramdhan keluar dari kamarnya dan langsung bergabung dengan sang perusuh. Arion pun menyusul namun masih memakai pakaian rumah. Masih terlalu pagi untuk ke kantor.
“Kak, aku ikut ke kantor ya ,,,”
“Boleh tapi kamu harus janji jangan bikin keributan di kantor. “
“Siplah. “ Arista tampak berbinar dan tersenyum manis.
Kakek Ramdhan tersenyum penuh arti menatap kedua cucunya. Salah satu rencana kakek Ramdhan untuk mendekatkan Aruna dan Arion adalah melalui Arista. Semoga saja bisa berhasil. Sudah lebih dari sebulan Arion dan Aruna berinteraksi setiap hari tapi tak ada tanda-tanda jika mereka akan berbaikan, kakek Ramdhan yang selalu mendapat laporan sangat mengkhawatirkan jika keduanya tak akan bersama. . Kebahagiaannya terasa lengkap setelah keduanya berkumpul dan terlihat sangat kompak dan saling menyayangi. Semoga kelak mereka bersama pasangan yang bisa saling menjaga.
Selesai dengan urusan pagi hari, Arion kembali ke kamarnya untuk membersihkan diri dan bersiap ke kantor. Arista pun demikian, hanya kakek Ramdhan yang tak bergeming dari tempatnya duduk sambil menunggu kedua cucunya bersiap berangkat.
“Cucu kakek ternyata sudah dewasa dan cantik.” Puji kakek Ramdhan mengingat wajah menantu kesayangannya yang wajahnya merupakan kembaran Arista.
“Harus dong, kek. Manatau Kak Restu bisa jatuh cinta sama Ista. “ Arista terkesan bercanda padahal sesungguhnya ucapannya itu merupakan kata hati yang sesungguhnya.
Sudah sejak lama Arista memendam rasa pada Restu, hingga akhirnya memilih Britania Raya sebagai pelariannya agar bisa melupakan cinta pertamanya itu. Restu tak pernah sekalipun melirik Arista hingga kemudian Arista memilih untuk pergi dari kehidupan Restu. Tak ada yang tahu cinta dalam hatinya. Cinta dalam diam memang sangat menyakitkan.
“Jangan bermimpi, dek. Restu gak suka dengan gadis pecicilan. Semua pria lebih suka wanita kalem dan lemah lembut jika ingin mencari istri. “
Plaaakkk
“Jadi maksud kakak, aku bukan tipe wanita pilihan untuk seorang istri ?” Arista memukul lengan dan menatap garang Arion.
“Jaga sikapmu !” Ucap Arion meninggalkan Arista setelah terlebih dahulu mencium punggung tangan sang kakek. Arista pun melakukan hal yang sama kemudian setengah berlari menyusul kakaknya.
__ADS_1
“Dasar !” Kesal Arista berusaha menyamakan langkah kaki Arion.
Mobil yang mengangkut mereka akhirnya melaju dengan kecepatan sedang keluar dari kompleks yang hanya terdiri beberapa rumah saja. Sopir kantor ijin karena sedang kurang enak badan maka jadilah Arion yang menyupiri sendiri mobilnya. Ia tak ingin merepotkan Restu agar menjemputnya.
“Aku juga kepingin kerja di perusahaan, kak. Jadi sekretaris juga boleh, agar sering-sering ketemu dengan pengusaha muda, siapatau aja jodoh.” Arista mulai memancing Arion. Sebenarnya ia tahu keberadaan Aruna sebagai sekretaris kakaknya itu. Kakek Ramdhan sudah menceritakan semuanya secara singkat.
“Sekretarisku sudah ada, dek. Bagian apa aja deh yang kamu pilih asalkan jangan sekretaris. Lagipula kan gak enak kalau tiba-tiba kakak ganti sekretaris padahal dia gak melakukan kesalahan. “ Arista tersenyum mendengar alasan sang kakak, setidaknya Arion memikirkan perasaan Aruna.
Saat mobil mereka tiba, Arista segera keluar dari mobil tanpa menunggu Arion. Ia melenggang masuk ke lobby dan langsung menarik perhatian beberapa karyawan yang masih berkumpul karena jam kerja belum dimulai. Tak berselang lama, seorang gadis cantik pun ikut masuk dan secara tak sengaja mereka berjalan beriringan. Yah, gadis itu adalah Aruna
Kini dua wanita muda nan cantik berjalan ke arah lift. Arista berada di depan lift khusus pemilik perusahaan sementara Aruna berada di depan lift khusus karyawan. Arista menatap Aruna yang tampak berbeda dengan penampilannya saat mereka bertemu terakhir.
“Aruna Melisha ?!” Sapa Arista pura-pura kaget walaupun sebenarnya memang ia cukup kaget dengan tampilan Aruna saat ini.
Dengan memakai rok span diatas lutut menampakkan kakinya yang jenjang dan kulit putih bak mutiara di padukan dengan kemeja press body berwarna biru laut memperlihatkan lekuk tubuhnya yang aduhai. Rambutnya yang panjangnya melewati bahu dan di curly menambah kesan seksi. Arista berdecak kagum akan tetapi Aruna merasa risih.
Baru saja Arista akan menjawab namun lift karyawan sudah terbuka dan Aruna langsung masuk dengan terburu-buru.
“Maaf aku duluan sebelum bos tiba di ruangannya. “ Ucap Aruna sebelum pintu lift tertutup. Dan benar saja bersamaan lift Aruna bergerak ke atas Arion pun tiba di samping Arista.
Tiba di lantai empat, Aruna setengah berlari mencapai eskalator berlomba dengan direkturnya. Saat ia masuk ke dalam lobby perusahaan, ekor matanya menangkap sosok direktur juteknya itu. Melihat security bergegas membukakan pintu membuat Aruna yakin jika bosnya itu menyetir sendiri. Beruntung sang bos berhenti sebentar dan berbicara dengan security tersebut sehingga Aruna bisa mendahuluinya.
Tap
Tap
Tap
__ADS_1
Mendengar langkah kaki mendekat membuat Aruna langsung berdiri menyapa pria sombong itu. Alis Aruna sedikit berkerut manakala melihat Arista berjalan bersama bosnya. Sesaat kemudian Aruna tersenyum manis ke arah Arista.
‘Semoga gadis ini adalah sekretaris baru pria ini.’ Batin Aruna senang.
Arion menatap lekat Aruna yang benar-benar merubah penampilannya. Sejenak ia terpesona melihat betapa cantiknya wanita yang pernah ia tinggalkan di masa lalu. Walaupun dengan alasan untuk keselamatan gadis itu namun siapa yang akan percaya ? Intinya ia meninggalkan gadis itu dan orang-orang hanya mengetahui hal itu. Detik berikutnya Arion mendadak gelisah dan untuk menutupi kegelisahannya, Arion masuk ke dalam ruangannya tanpa kata-kata pedas seperti biasa bahkan sapaan Aruna pun tak ia dengar.
“Sebentar ya, kak. “ Arista tersenyum lebar dan menyusul Arion.
‘Wah, si bos ternyata wanitanya banyak juga. ‘ Batin Aruna mengedikkan bahunya tanda tak peduli.
Sebelum memulai pekerjaannya Aruna terlebih dahulu menyiapkan minuman dan cemilan sang bis seperti biasa. Terkadang Aruna merasa jika sebenarnya pekerjaannya ini tak ubahnya seperti ART karena bukan hanya meringankan pekerjaan sang bos hanya agar lebih keren aja kedengarannya disebut sebagai sekretaris.
“Astaga kak, ternyata dunia ini hanya selebar daun kelar, ya ? Sekretarismu cantik sekali dan dia adalah temanku di kampus. Pantesan aja setelah wisuda dia langsung menghilang.” Arista memainkan sandiwaranya dengan sangat baik. Padahal semua sudah ia ketahui sebelumnya.
Ucapan Arista berhasil menarik perhatian Arion bahkan berkas yang seharusnya suda ada di mejanya tak ia perhatikan. Apalagi jadwalnya untuk hari ini sama sekali tak ia pedulikan. Padahal sudah menjadi kebiasaannya untuk mengetahui seluruh jadwalnya sebelum memulai pekerjaannya.
“Maksudnya kalian saling mengenal sebelumnya ?”
Arista mengangguk dengan wajah polosnya. “Bahkan kami sama-sama terlibat pada persatuan mahasiswa Indonesia di Inggris bahkan ketua kami sangat mengagumi kak Aruna dan kabar terakhir yang aku dengar adalah mereka sudah resmi berkomitmen sebagai pasangan kekasih “
Tangan Arion mengepal mendengar cerita adiknya. Arion mengingat foto Aruna bersama seorang pria tampan yang menatap Aruna dengan penuh cinta. Arion menggeleng-gelengkan kepalanya dengan gusar.
‘Kek, jangan lupakan janjimu. ‘ Batin Arista tersenyum dalam hati dengan mata berbinar.
🌺🌺🌺🌺
SELAMAT PAGI DAN SELAMAT MENIKMATI
__ADS_1