MAHABBAH CINTA SANG MANTAN

MAHABBAH CINTA SANG MANTAN
Mahabbah Cinta Sang Mantan ~ 91


__ADS_3

Aruna tak menggubris ucapan Arion, ia tahu jika itu hanya akal-akalan pria yang berstatus sebagai suaminya itu. Aruna masuk kedalam ruangannya dimana pekerjaan sudah menunggu untuk diselesaikan. Demikian pula halnya dengan Arion walaupun merasa beratberpisah dengan sang istri namun nasib sekian banyaknya karyawan yang harus ia pikirkan dan prioritaskan.


Suasana lantai lima yang sunyi karena penghuninya yang hanya empat orang termasuk sekretaris yang baru bergabung. Waktu terus bergulir hingga jarum jam berada pada posisi jam istirahat. Arion menelepon Restu sejak sepuluh menit yang lalu namun tak diangkat. Pintu ruangannya pun tertutup rapat.


"Ken ,,, Restu gak masuk hari ini ? Kok sejak tadi gak ke ruanganku."


Untuk menghindari adanya Lisa yang lain maka Arion memutuskan untuk mempekerjakan sekretaris pria. Akan lebih aman baginya dan baik bagi sang istri.


"Ada kok pak, tapi mungkin lagi sibuk soalnya sejak pagi pak Restu belum pernah keluar sama sekali." Balas Kenzo apa adanya.


"Apa Arista bersamanya ?"


"Iya pak." Jawab Kenzo tersenyum penuh arti.


"Pantas saja."


Arion mendengus kasar berjalan menuju ruangan Restu yang tertutup rapat. Tanpa perasaan Arion mengetuk pintu kaca tersebut yang sengaja dijelaskan oleh pemiliknya. Setiap ruangan di lantai lima memang berdinding kaca yang dilengkapi dengan fasilitas yang bisa diatur sesuai keinginan empunya ruangan.


Dug


Dug


Dug


Kenzo meringis melihat cara bos besarnya itu mengetuk pintu yang seolah akan memecahkan pintu ruangan asistennya. Tak lama kemudian pintu Restu terbuka dan menampilkan wajah kesal asisten sekaligus adik ipar bos perusahaan.


"Kerjaan masih banyak tapi kamu malah enak-enakan disini." Arion menatap tajam sahabatnya yang terlihat sangat kesal.


"Bersantai dikit dikantor gak apa-apalah daripada dirumah seharian."


"Kantor tempatnya untuk bekerja bukan tempat mesum." Sarkas Arion tak suka dengan kekesalan Arion.


Seharusnya Arion yang marah karena Restu ke kantor bukannya bekerja tapi malahan melakukan hal yang tak senonoh walaupun dengan istrinya sendiri.

__ADS_1


"Sensasinya beda, bos." Ucap Restu terkikik geli melihat tatapan tajam bos sekaligus sahabatnya.


"Jangan asal kalau ngomong. Dimanapun kita melakukan hasilnya tetap sama, merem melek." Balas Arion tersenyum tipis.


Dari ruang pribadi yang biasa Restu pakai untuk istirahat jika sedang lembur, keluarlah Arista dengan rambut basah dan wajah yang terlihat segar kemudian langsung duduk di samping Arion.


"Aku perhatikan, kakak akhir-akhir ini suka banget mengomel kayak ibu-ibu yang kehabisan uang belanja." Timpal Arista jujur.


"Masa sih ,,, kakak ngomel karena memang seharusnya mengomeli kalian yang selalu bermesraan dimanapun ada kesempatan. Kalian gak kasihan sama si Kenzo yang pada akhirnya memiliki pekerjaan yang segitu banyaknya."


Arista dan Restu saling bertukar pandang mendengar Arion dalam mode on mengomel. Restu baru memperhatikan sahabatnya itu ternyata benar-benar berubah. Dulu pria itu sangat irit berbicara dan tak perduli dengan urusan orang lain namun kini berbanding terbalik. Arion sangat boros bicara bahkan melebihi kapasitasnya sebagai laki-laki.


"Kamu gak sakit kan, bos ?" Tanya Restu asal.


"Jangan suka asal kalau ngomong, cepat pesan makanan untuk kita. Aku sangat kelaparan."


Arion langsung keluar setelah memberikan perintah pada adik iparnya itu. Dengan wajah kebingungan Restu menuruti perintah Arion. Biasanya soal pesan memesan makanan Arion menyuruh Kenzo namun kali ini malah menjadi tugasnya. Pria itu benar-benar berbeda.


"Mas lihat kan ? Kak Arion sangat berubah ?" Arista menatap punggung kakaknya yang semakin menjauh.


"Iya mas, aku juga sudah lapar banget butuh asupan gizi yang memadai agar tenagaku kembali pulih."


"Maaf honey, mas gak bisa kalau hanya celup sekali gak berasa." Balas Restu mengedipkan sebelah matanya.


Mendengar sang istri kelaparan, Restu kemudian memesan makanan yang lumayan banyak untuk penghuni lantai lima.


Sementara Arion diruangannya duduk sambil menyandarkan kepalanya pada kursi kebesarannya. Lelahnya semakin terasa manakala kata-kata Restu terus terngiang-ngiang di telinganya. Restu berhasil mempengaruhi otak Arion. Pria itupun memikirkan cara agar bisa merasakan sensai yang dimaksud oleh adik iparnya itu.


Suara pintu terbuka menghentikan pikiran Arion yang sedang berkelana. Dengan langkah anggun Aruna duduk pada sofa yang posisinya menghadap meja kerja sang suami.


"Mas kenapa ?" Tanya Aruna menatap wajah lelah pria yang ia cintai.


"Kita pulangnya malam aja, ya ?" Ucap Arion tak memperdulikan pertanyaan wanitanya.

__ADS_1


"Kerjaanku sudah kelar, mas. Aku pulang bareng Arista aja."


"Gak ada seperti itu, Yang. Jika suami lembur maka kewajiban istri menemaninya suaminya, kamu boleh menungguku dikamar itu."


"Baiklah tapi jangan salahkan aku jika ketiduran." Ucapan Aruna membuat wajah Arion berhiaskan senyuman lebar nan manis.


"Assalamualaikum warga +61 ,,," Teriak Arista di depan pintu ruangan kerja Arion dengan tangan menenteng kresekan berisi beberapa dos makanan.


Arion hanya mendengus pelan mendengar suara berisik adiknya. Tak lama kemudian Restu pun menyusul dengan tentengan yang sama.


" Lho makanannya kok banyak banget ?" Seru Aruna berbinar.


Melihat makanan yang banyak membuat Aruna bagaikan melihat bongkahan berlian. Ia tak lagi memikirkan tubuhnya yang sedikit berisi karena kebanyakan makan. Aruna mengambil beberapa dos dan hendak keluar ruangan kalau saja suara Arion tak menghentikan langkahnya.


"Mau kemana, Yang ?"


"Kenzo juga harus makan kan ? Masa kita makan tapi Kenzo gak makan lagian pekerjaan dia lebih banyak dibanding kalian." Balas Aruna apa adanya.


"Gak boleh !! Biar Restu yang mengurus Kenzo." Arion kesal. dengan perhatian Aruna pada sekretarisnya yang memang memiliki wajah tampan.


"Astaga, cemburuan banget ,,, biar aku aja kak." Arista berdiri dan mengambil alih makanan ditangan Aruna.


"Honey ,,, jika kamu berani membawakan makan buat Kenzo maka mas pastikan besok kamu gak bisa meninggalkan tempat tidur." Restu pun sama halnya dengan Arion.


Rupanya keadaan terbalik setelah Kenzo menjadi sekretaris perusahaan PT. Glo_Tech. Bukan salah Kenzo yang memiliki wajah tampan namun kewarasan Kenzo masih normal untuk tertarik pada wanita milik atasannya. Tujuan Kenzo bekerja hanya untuk mengumpulkan pundi-pundinya agar bisa hidup dengan layak bersama pujaan hatinya.


🌺🌺🌺🌺


SELAMAT PAGI READERS


TERIMA KASIH ATAS DUKUNGANNYA


JANGAN LUPA MAMPIR DI CERITAKU YANG BARU YA

__ADS_1


..."JUDULNYA MENGGAPAI RASA YANG TERSISA" ...


__ADS_2