MAHABBAH CINTA SANG MANTAN

MAHABBAH CINTA SANG MANTAN
Mahabbah Cinta Sang Mantan ~ 61


__ADS_3

Detik demi detik berlalu hingga waktu terus berganti, tak terasa kini setahun sudah Aruna hidup dalam kesendirian di negeri orang. Sang nenek pun setiap bulan mengunjunginya untuk melepas rindu pada cucu satu-satunya yang ia miliki. Kesibukannya bekerja pun membuat ia melupakan masa lalunya. Aruna kini telah menemukan kehidupan yang menyenangkan.


"Run ,, sepertinya kamu harus kembali ke tanah air." Ucap Radit, bos perusahaan.


Radit adalah bos perusahaan tempat Aruna bekerja. Pria itu adalah suami dari teman kuliah Aruna. Istri Raihlah yang merekomemdasikan Aruna qgar bekerja pada perusahaan milik pria keturunan Indonesia itu.


"Kok bisa bos, selama ini kan kita tidak memiliki rekanan di Indonesia." Balas Aruna terkejut.


Hati Aruna seketika menciut mendengar nama Indonesia. Bukan karena ia membenci tanah kelahirannya akan tetapi hingga saat ini ia belum berencana untuk kembali ke negara itu. Tepatnya Aruna belum siap untuk bertemu dengan orang-orang dimasa lalunya. Ia sudah sangat nyaman dengan kehidupannya saat ini walaupun masih sendiri.


"Tidak ada orang lain yang bisa aku percaya selain kamu, Run ,,," Bujuk Radit dengan wajah memohon.


Radit memang sangat mempercayai Aruna untuk menangani kliennya yang berada di Indonesia. Bukan tanpa sebab, selama ini Radit selalu memantau hasil pekerjaan Aruna dan hasilnya selalu memuaskan. Selain itu Radit tak ingin jika Aruna terus-terusan bersembunyi dari masa lalunya. Kebetulan ada perusahaan dari Indonesia yang ingin menggunakan jasa perusahaannya.


"Tapi, aku kok ngerasa bos sengaja ingin membuangku dengan mengirimku pulang." Aruna sengaja memperlihatkan kekesalannya.

__ADS_1


Radit terkikik geli melihat ekspresi teman istrinya itu. Terlihat sangat lucu jika sedang mode on kesal. Ternyata Nayra memang tidak salah merekomendasikan Aruna untuk bekerja pada perusahaan sang suami. Aruna gadis yang sangat baik dan cepat belajar sehingga Radit merasa sangat terbantu. Meskipun akan kehilangan karyawan yang sangat berpotensi namun demi mengembangkan perusahaannya sekaligus menyelesaikan masalah hati gadis itu maka Radit menugaskan Aruna untuk kembali ke Indonesia.


"Kalau urusan disana selesai, kamu boleh kembali dan bekerja seperti biasanya tentunya dengan gaji yang lebih tinggi dari yang sekarang kamu terima."


Senyum Aruna seketika merekah mendengar penuturan Radit. Otaknya seketika berpikir dengan cepat.


"Tapi aku minta kenaikan gaji jika harus menetap di Indonesia." Senyuman Aruna masih menghiasi wajah cantiknya.


"Ok, deal." Balas Radit tersenyum.


"Secepatnya."


"Ok, hari aku libur, mau mengemas barang-barangku."


"Ya gak gitu juga kali, Run ,,, selesaikan dulu pekerjaanmu, masih pagi juga ,,," Radit mendelik tajam pada karyawannya yang tak selalu apa adanya.

__ADS_1


Aruna tak pernah berusaha untuk mencari-cari muka pada Radit. Jika Radit melakukan kesalahan maka Aruna tak segan-segan menegurnya dan memberitahukan dimana letak kesalahannya tidak seperti karyawan lainnya yang memilih diam daripada di marahi oleh sang bos.


"Lebih cepat lebih baik, bos ,,," Balas Aruna menahan senyumnya.


"Lagipula aku harus pamit pada bu bos dan mengucapkan terima kasih padanya karena memberikan kesempatan bekerja pada perusahaan suaminya." Lanjut Aruna masih menahan senyumnya melihat wajah datar Radit.


"Pamitnya nanti aja, Run ,,, pekerjaan lebih penting apalagi aku belum mendapatkan penggantimu." Keluh Radit karena sudah bisa dipastikan jika selama belum menemukan pengganti Aruna maka pekerjaan itu akan menjadi pekerjaannya.


Sebagai asisten, Aruna sangat berkompeten sehingga Radit bisa bersantai walaupun dalam hal-hal tertentu ia pasti akan turun tangan sendiri.


🌺🌺🌺🌺


SELAMAT PAGI READERS


JANGAN BOSAN MEMBERI DUKUNGAN, YA

__ADS_1


__ADS_2