MAHABBAH CINTA SANG MANTAN

MAHABBAH CINTA SANG MANTAN
Mahabbah Cinta Sang Mantan ~ 16


__ADS_3

Arista duduk di depan Restu menyaksikan drama pasangan kekasih yang tak jua mengandung ijin dari sang kakek. Jika Arista fokus menatap kakaknya maka beda lagi dengan Restu yang lebih memilih menatap gadis cantik di depannya.


Dulu ia sengaja mengacuhkan gadis cantik adik sahabatnya itu karena ia mengira rasa yang dimilikinya hanya sebuah obsesi semata. Namun ketika gadis itu pergi ada rasa kehilangan dan Restu berusaha dekat dengan beberapa wanita akan tetapi tak ada yang mampu menggetarkan kalbunya. Kini mereka bertemu kembali dan rasa itu masih tetap sama seperti saat ia mengira semua itu hanyalah obsesi.


Arion dan Aletta masih berdebat dengan sengit. Arion yang ngotot menganggap cerita cinta mereka telah berakhir sementara Aletta ngotot tak terima diputuskan begitu saja. Hingga ketika halus di pintu menghentikan mereka. Aruna masuk setelah mendengar suara yang mempersilahkannya masuk.


"Maaf pak, jadwal anda lima menit lagi rapat dengan petinggi setiap divisi. " Aruna mengingatkan Arion.


"Kamu saja yang mewakiliku, ada yang harus aku selesaikan dengan wanita ini. " Perintah Arion membuat ketiganya serentak menatap takjub pada Aruna.


"A ,,, aku ??" Aruna menunjuk dirinya sendiri.


"Ada yang salah ?" Balas Arion tak ingin dibantah.


Restu dan Arista bertukar pandang tak percaya namun tak ingin mempertanyakan keputusan Arion. Sedangkan Aletta seketika meradang, dirinya yang sudah berstatus kekasih selama enam tahun tak pernah sekalipun diminta mewakili Arion akan tetapi gadis udik ini baru bergabung tapi sudah bisa mewakili direktur perusahaan rapat, dengan para petinggi perusahaan pula.


"Lima menit itu sebentar lagi akan habis ! Cepat sana !" Titah Arion lagi.


"Tapi Pak, kan ada pak Restu. " Aruna menatap Restu dengan tatapan permohonan.


"Hari ini Restu ada tugas lain, cepat sana. Inti yang akan aku rapatkan dengan mereka ada pada map di tanganmu." Kali ini Arion menatap tajam Aruna yang sejak tadi selalu membantahnya.


Walaupun kesal Aruna tetap melakukan perintah direktur arogannya itu. Sejak kapan sekretaris menggantikan bosnya. Bukannya itu pekerjaan asisten ? Beruntung Aruna cepat belajar sehingga hanya dengan membaca secara singkat saja ia bisa mengerti.


Setelah Aruna menghilang dan melaksanakan tugasnya. Arion mengalihkan tatapan sinisnya pada wanita yang selalu memamerkan lekuk tubuhnya namun tak pernah membuatnya bernaf**.


"Ngapain masih disini ? Gak ada lagi yang bisa dibicarakan. Semua telah usai saat kamu menyesali umur panjangnya kakekku." Datar dan dingin ekspresi Arion saat mengucapkannya. Ia tak bisa memaafkan Aletta kali ini.


" Sayang, aku minta maaf, saat itu aku benar-benar khilaf. " Aletta menatap Arion dengan tatapan penyesalan seperti biasa jika ia melakukan kesalahan. Arion sangat mencintainya dan tak tega jika Aletta menatapnya seperti itu.


"Restu, panggil keamanan dan seret wanita ini. Ingatkan keamanan agar tak membiarkannya masuk ke perusahaan. " Arion membelakangi Aletta tak ingin melihat wajah wanita itu.

__ADS_1


Arista menatap puas ke arah kakaknya. Sejak dulu ia ingin sang kakak melakukan hal luar biasa ini. Secepat kilat tangannya berselancar mengirim pesan pada sang kakek tercinta.


Tok


Tok


Tok


Ceklek


"Kami dipanggil, pak ?" Tanya kepala keamanan yang membawa beberapa anggotanya.


"Seret wanita ini dan jangan biarkan menginjakkan kaki di area perusahaan ini. " Kali ini Restu yang bersuara mewakili Arion yang kini telah duduk dengan angkuhnya di kursi kebesarannya.


"Don't touch me." Seru Aletta kesal.


"Dasar belagu ! sok alim ! paling juga sudah di tidurin oleh pria hidung belang. " Ucap Arista santai namun memantik api amarah dalam diri Aletta. Sehingga tanpa sadar mengungkap topeng yang selama ini menutupi wajah cantiknya.


"Tapi aku adalah tipe pria yang mementingkan kesucian seorang wanita ! Anggapan aku kolot tapi pria baik-baik akan menikahi wanita baik-baik pula !" Sinis Arion. Ia menyesal mempertahankan wanita ini hingga enam tahun.


"Cepat bawa keluar wanita ini ! Aku tidak ingin perusahaanku terkena sial gara-gara wanita mu**han ini. " Lanjut Arion tak sabar.


Melihat wajah sang bos sudah memerah dan matanya nyalang membuat kepala keamanan segera melakukan tugasnya. Ia tak ingin terkena imbas kemarahan bosnya. Tak butuh waktu lama bagi mereka untuk mengeluarkan Aletta dari ruangan sang bos. Jika beberapa saat lalu Aletta dengan sombongnya menggunakan lift khusus namun kini ia harus menggunakan sekalator kemudian lift karyawan.


"Wah, kita harus merayakan keputusan kakak. " Ucap Arista bahagia.


"Tapi kamu yang traktir. "


"Dih, masa direktur perusahaan PT. Glo_Tech ditraktir sama gadis pengangguran, perhitungan sekali kau." Balas Arista terkekeh.


"Jadi beneran putus, nih ?" Restu menatap Arion dengan wajah seolah tak percaya.

__ADS_1


"Iyalah, masa seorang Arseno Arion menikahi wanita j**ang."


"Dari mana aja sih, kak. Masa selama enam tahun ditipu oleh Aletta. " Arista mendengus kasar mengingat kebodohan kakaknya.


"Lha, mana kakak tahu, dek. Kan selama ini juga aku gak pernah menyentuhnya. "


"Jadi sekarang kamu jomblo dong, sama kayak aku." Timpal Restu melirik Arista sambil tersenyum tipis.


"Siapa bilang aku jomblo ? Nanti malam kakek akan ke rumah Aruna untuk melamarnya. " Ucap Arion yakin.


"Jangan mengkhayal terlalu tinggi, kak. Kak Aruna punya kekasih saat ini dan beberapa hari lagi akan kembali ke tanah air. " Balas Arista apa adanya. Saat makan siang beberapa saat lalu ia mendengar Aruna bercerita.


"Tapi belum mengucapkan akad nikah kan. Serahkan aja semuanya sama kakek. Kalian masih mau di sini ? Hari ini aku pulang cepat supaya bisa bersiap menemani kakek nanti malam. " Arion menulis sesuatu pada secarik kertas kemudian dengan santainya keluar dari ruangannya.


Sesaat ia berhenti di depan meja kerja Aruna kemudian meletakkan kertas tersebut. Arion lalu melanjutkan langkahnya menuju lift khusus untuknya. Restu hanya bisa melongo menatap punggung sahabatnya yang semakin menjauh.


"Wah, nekat nih orang. Kaaakkkk ,,, tunggu !" Teriak Arista berlari mengejar Arion.


Sementara Restu masuk ke ruangannya sembari menunggu Aruna menyelesaikan tugasnya. Restu tak mungkin meninggalkan lantai lima dalam keadaan seperti ini. Ia harus memastikan semua aman. Bukan karena ia tak mempercayai karyawan lain akan tetapi hanya untuk berjaga-jaga jangan sampai ada pihak yang memanfaatkan kesempatan dan merugikan perusahaan.


Tak lama kemudian, Aruna berjalan menuju meja kerjanya. Dan Restu sebera keluar dari ruangannya.


"Laporannya besok aja kamu serahkan pada pak direktur. Beliau hari ini pulang lebih cepat. Kalau pekerjaanmu sudah beres kamupun bisa pulang lebih cepat. " Ucap Restu sebelum pulang.


Aruna hanya bisa menatap nanar pekerjaannya yang belum selesai. Nasib sekretaris memang seperti ini. Orang luar menganggap pekerjaannya sangat mudah namun pada kenyataannya selalu direpotkan. Ingatkan Aruna untuk sekali lagi meminta agar di pindahkan ke divisi lain.


🌺🌺🌺🌺


SELAMAT MEMBACA GUYZZZ


JANGAN LUPA DUKUNGANNYA

__ADS_1


__ADS_2