MAHABBAH CINTA SANG MANTAN

MAHABBAH CINTA SANG MANTAN
Mahabbah Cinta Sang Mantan ~ 48


__ADS_3

Sejak bangun tidur hingga menjelang berangkat ke kantor, Aruna terus mempelajari kondisi jantungnya yang sedikit aneh. Jika dirinya bertatapan dengan Arion maka jantungnya akan berdisko ria, begitupun jika mereka berada dalam jarak yang cukup dekat. Belum pernah Aruna merasakan hal aneh seperti saat ini.


"Berangkatnya barengan, ya ,,," Ajak Arion lembut.


"No !! Lain kali aja." Balas Aruna menurunkan suaranya karena tatapan nenek Sarah yang tak bersahabat.


"Sayang, sampai kapan kamu menyembunyikan pernikahanmu. Gak baik lho jika orang-orang menganggap maka kalian masih gadis dan bujang ." Serkah nenek Sarah dengan nada datar.


Bagaikan sebuah alarm bagi Aruna ketika mendengar suara datar nenek kesayangannya, Ia segera mencari alasan yang tepat agar sang nenek tidak memperpanjang persoalan.


"Belum waktunya, nek. Biarkan pak Arion menyelesaikan masalahnya."


"Maksudnya ?!"


"Tanyakan sendiri padanya, nek ,,,Aruna berangkat dulu, assalamualaikum." Aruna bergegas meninggalkan keduanya.


Senyum licik Aruna menghiasi bibirnya yang menggoda. Ia sengaja memancing sang nenek untuk terus menahan Arion karena nenek Sarah adalah tipe orang tua yang tak akan pernah berhenti bertanya sebelum mengetahui semuanya secara detil.


Baru saja Aruna meninggalkan rumah sang nenek, tiba-tiba ponselnya berdering dan menampilkan ID pemanggil tanpa nama. Aruna sangat hafal nomor tersebut. Kevin tak henti-hentinya mengganggu ketenangan hidupnya.


"Halo ,,,," Ucap Aruna datar setelah menggeser tanda hijau pada ponselnya.


"Aku tunggu dikarenakan XX sekarang."


'Semoga saja Arion belum sempat melacak ponselku.' Batin Aruna mengarahkan mobipnya ke kafe tersebut.


Seraya melirik jam tangannya, Aruna terus saja melajukqn mobilnya. Hari ini ia harus menyelesaikan masalahnya dengan Kevin agar pria itu tak lagi mengganggunya dengan pesan-pesan yang membuatnya sakit kepala. Dan yang paling penting Arion tak lagi menuduhnya masih memiliki hubungan dengan Kevin.


Perlahan Aruna memasuki pelataran parkir kafe XX, ia tak ingin membuang-buang waktu lebih lama. Jam kerja kurang tiba puluh menit lagi, ia berharap kali ini adalah pertemuan terakhirnya dengan Kevin.


"Ada apa, Vin !! Sebulan ini kamu selalu saja mengirim pesan. Aku gak ada waktu." Ucap Aruna dingin dan tanpa basa basi.


"Kamu beneran sudah menikah ?"

__ADS_1


Aruna mengernyitkan dahinya sesaat mendengar pertanyaan Kevin. Ia langsung menebak jika Arion yang membalas pesannya. Kenapa Aruna tak menyadarinya sejak lama ? pantas saja beberapa pesannya terbaca padahal seingatnya ia belum membaca pesan tersebut.


"Benar. Memangnya kenapa ? Ada masalah ? Bukannya seorang teman tak mempermasalahkan pernikahan temannya ?" Cecar Aruna emosi.


Mengingat peristiwa di bandara dulu bukan lalu membuat Aruna kembali emosi. Harapannya untuk lepas dari pernikahannya pun kini tak ada lagi. Pria yang sempat ia perjuangan ternyata lebih memilih gadis itu.


"Maafkan aku, honey ,,, saat itu aku belum bisa mengakui hubungan kita karena tak ingin ada kesalahpahaman." Ucap Kevin dengan wajah bersalah.


Dulu jika Kevin sudah memperlihatkan wajah bersalahnya maka Aruna akan luluh dan memaafkan kesalahan Kevin. Akan tetapi sekarang semua sudah berubah. Rasa yang dulu Aruna miliki pada Kevin kini hilang tak berbekas, bagaikan asap terbawa angin.


"Sudahlah, Vin ,,, kisah kita sudah berlalu dan tak mungkin terulang kembali. Kini aku sudah memiliki kehidupan baru dan aku harap kamu pun begitu." Aruna menjeda ucapannya sebelum kembali berucap.


"Aku harus ke kantor. Segera berikan aku kabar pernikahan kalian." Aruna kemudian bergegas meninggalkan Kevin yang masih menatapnya dengan tatapan yang tak terbaca.


Saat Aruna berjalan kearah mobilnya, Arion yang juga melewati jalan tersebut karena memang itu adalah jalan yang terdekat ke kantor PT.Glo_Tech. Arion melotot melihat sang istri keluar dari kafe padahal masih pagi. Arion seketika menghentikan mobilnya di seberang jalan menunggu Aruna melewatinya.


'Siapa yang dia temui pagi-pagi begini ? Apa mungkin ini alasan Aruna sehingga tak pernah ingin berangkat bersamanya ? Apa doaku semalam belum berhasil ?' Batin Arion bermonolog.


"Kevin ??!!" Gumam Arion setengah berteriak.


Arion turun dari mobil ingin memastikan penglihatannya. Mungkin saja kali ini penglihatannya salah karena masih pagi.


"Vin ,,, Kevin ,,," Teriak Arion berharap pria itu tak membalikkan badannya.


"Kak Arion ??!!" Balas Kevin melihat pria tampan yang berjalan kearahnya.


"Kapan pulang ? Kok gak ngasih kabar ?" Tanya Arion basa basi.


Arion mengenal dengan baik Kevin karena kakak Kevin yaitu Hadi Wijaya adalah rekan bisnisnya. Arseno Arion dan Hadi Wijaya adalah dua icon pengusaha muda tanah air dan paling diminati oleh para gadis.


"Bukan lalu, kak. Kakak sendiri apa kabar ? Tumben berada diarea ini padahal masih pagi." Kevin menatap Arion penuh tanya.


Sebuah ide berkelebat pada otak cerdas Arion. Ia ingin lebih memastikan lagi dugaannya. Ini adalah kesempatan terbaik baginya dan tak boleh disia-siakan.

__ADS_1


"Kantorku kan dekat sini, Vin ,,, kalau gak keberatan kamu boleh kok mampir di kantorku." Ajak Arion tak ingin berbasa basi.


"Ok, aku pun ingin melihat-lihat kantor kak Arion, selama ini aku hanya mendengar lewat cerita kak Hadi. " Ucap Kevin dengan mata berbinar.


Sebuah senyuman menghiasi bibir Arion. Niatnya terlaksana dengan baik. Rupanya semesta terlalu baik padanya pagi ini. Kevin kemudian masuk kedalam mobilnya begitupula dengan Arion. Setelah melihat mobil Kevin keluar dari kafe, Arion pun melajukan mobilnya menuju perusahaan PT. Glo_Tech diikuti oleh Kevin di belakangnya.


'Kita sedikit bermain, Yang.' Batin Arion membayangkan romantis muka Aruna manakala melihat pujaan hatinya datang bersama dirinya.


Memasuki area perusahaan, Arion kemudian memarkir mobilnya dekat mobil Aruna sehingga mau tak mau Kevin pun memarkir mobilnya disamping mobil Aruna. Parkiran tersebut hanya untuk empat mobil dan satu mobil yqng tak lain adalah mobil Restu sudah terparkir dengan baik disana menyisakan satu tempat disisi kiri mobil Aruna dan satu tempat lagi disisi kanan Aruna.


'Bukankah ini mobil Aruna ? berarti gadis itu bekerja disini ? Batin Kevin tersenyum melihat mobil gadisnya.


Dengan diliputi rasa penasaran sekaligus bahagia melihat mobil gadisnya, Kevin segera keluar dari mobil. Ia segera mengikuti langkah kaki Arion yang memasuki lobby perusahaan kemudian terus melangkah menuju lift khusus pemilik perusahaan.


"Waow ,,, ternyata kantor kak Arion benar-benar mewah." Puji Kevin apa adanya.


Pantas saja kakaknya selalu mengatakan jika kantor mereka tak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan kemewahan kantor perusahaan PT. Glo_Tech. Kevin terkagum-kagum melihat pemandangan yang memanjakan mata apalagi karyawatinya juga terlihat cantik diatas rata-rata.


Beberapa saat kemudian mereka tiba dilantai teratas gedung mewah tersebut. Keduanya keluar dari lift. Arion melirik Aruna saat mereka melewati meja kerja Aruna. Kevin yang menyadari keberadaan Aruna seketika tersenyum lebar.


"Run, tolong bawakan jadwalku hari ini sekaligus minuman untuk tamu istimewaku." Titah Arion masih dengan senyumannya.


"Baik pak. " Balas Aruna sopan.


Arion sedikit mengernyitkan dahinya melihat ekspresi Aruna yang datar, berbeda dengan Kevin yang terus-terusan menatap Aruna dengan senyuman lebarnya yang membuat Arion muak melihatnya.


🌺🌺🌺🌺


SELAMAT SIANG READERS


TERIMA KASIH ATAS DUKUNGANNYA


LOVE YOU ALL πŸ€—πŸ€—πŸ€—

__ADS_1


__ADS_2