
Pria yang baru saja menikmati surga duniawi itu menghadiahi ci**an pada seluruh wajah wanitanya yang tergolek lemah tak berdaya. Tulang-tulangnya terasa remuk padahal ia tak bekerja keras. Suaminya benar-benar sangat perkasa.
"Thanks, Yang telah memberiku petualangan yang sangat luar biasa. Hari masih sore, kamu tidur aja dulu agar tenagamu pulih." Ucap Arion setelah selesai menci**i seluruh wajah Aruna.
Tak ada balasan dari Aruna walaupun ia mendengar setiap kata yang terucap dari bibir Arion. Aruna memilih menutup matanya menikmati sensasi yang masih tertinggal dan memulihkan tenaganya sebelum makan malam. Akan sangat memalukan jika ia tak keluar makan malam karena kelelahan dan pasti seluruh penghuni rumah bisa menebak penyebabnya.
Apa yang dirasakan oleh Aruna pun dirasakan oleh Arion namun karena rasa bahagia yang membuncah hingga sulit diungkapkan dengan kata-kata. Author sampai bingung mengungkapkan rasa bahagia Arion. Pria itu kemudian memeluk erat sang istri seolah takut ditinggalkan saat tertidur pulas.
Keduanya tertidur pulas karena kelelahan hingga alarm berbunyi. Arion sengaja memasang alarm pada ponselnya agar Arista tak menggedor pintu kamarnya secara brutal. Wanita itu sangat tak berperasaan ketika disuruh memanggilnya. Nasib baik menyertai Arista karena dia adalah adik satu-satunya yang dimiliki Arion. Mungkin jika wanita itu adalah orang lain maka sudah bisa dipastikan Arista sudah berada di alam yang berbeda.
"Yang ,,, Yang, bangun sudah magrib." Arion membangunkan Aruna dengan cara yang berbeda sehingga wanita cantik itu tanpa sadar menggelinjang.
Dasar Arion mesum, membangunkan istrinya dengan cara mer***s benda kenyal nan sensitif milik wanita. Arion tersenyum penuh kemenangan lalu kembali melanjutkan aksinya dengan sedikit lebih berani. Respon tubuh sang istri membuatnya kembali bersemangat.
"Mas !! Apa yang kamu lakukan ?!" Aruna setengah berteriak karena kaget melihat Arion kini berada diatasnya.
"Sekali lagi, Yang ,,, rasanya nagih banget." Arion nyengir kuda tanpa merubah posisinya.
Aruna hanya bisa pasrah dan ikut menikmati goyangan maut sang suami. Marah juga tak ada pengaruhnya karena Arion kini sudah merem melek dan menulikan telinganya. Hanya nikmatnya surga duniawi yang ia rasakan yang akan selalu menjadi candu baginya disetiap waktu.
"Cepatlah tumbuh di dalam sana nak." Ucap Arion menci** perut rata Aruna.
"Emangnya kue, sekali cetak langsung jadi." Balas Aruna kesal.
Sejak tadi ia ingin mandi dan membersihkan sisa-sia percintaan mereka namun Arion tak memberinya kesempatan dan selalu mengatakan sekali lagi hingga berkali-kali mengulangnya. Walaupun Aruna tak dapat mengingkari jika ia pun ikut menikmatinya.
__ADS_1
"Jangan kesal gitu, Yang ,,, nanti mas pingin lagi." Arion kembali memainkan tombol kecil berwarna pink kesukaannya.
"Gendong aku ke kamar mandi, mas. Rasanya tenagaku tak ada dan tulang-tulangku terasa remuk." Balas Aruna dengan wajah memelas.
"Maafkan aku, Yang karena kebablasan. Habisnya dian terlalu nikmat untuk dianggurin." Arion melirik bagian ter nikmat pada tubuh sng istri.
Aruna tak berniat menimpali. perkataan pria yang telah berhasil merubahnya menjadi wanita dan bukan lagi seorang gadis ting ting. Saat ini yang ia butuhkan hanyalah mandi agar tubuhnya kembali segar dan bisa segera keluar dari kamar.
Melihat tak ada reaksi dari sang istri membuat Arion segera mengangkat tubuh wanitanya menuju kamar mandi. Perlahan Arion mendudukkan tubuh naked Aruna kemudian ia mengisi air hangat bathup agar bisa mengurangi rasa sakit pada inti tubuh istrinya akibat perbuatannya yang sedikit. gila. Tapi siapapun yang berada pada posisi Arion akan melakukan hal yang sama.
"Aku berendam sendiri, mas mandi di shower aja !" Titah Aruna tak ingin dibantah.
"Mas kan pingin merasakan berendam dengan istri, Yang ,,, "
"Boleh tapi mas jangan menyentuhku selamanya. " Balas Aruna tersenyum manis.
Arion tak ingin mengambil resiko. Ia tak bisa membayangkan jika hanya bisa melihat tanpa bisa menyentuh apa yang sudah menjadi hak miliknya. Bisa-bisa Arion mati karena menahan si Jony untuk beraksi dan menunjukkan keperkasaannya. Kan akan memalukan jika seorang pria meninggal gara-gara menahan has**t
Senyuman Aruna melebar, kini ia memiliki senjata jika pria itu membantahnya. Memang ya, dimana-mana pria tak akan sanggup menghadapi hukuman yang akan diderita oleh si Jony.
Selesai dengan ritual mandi dan segala drama yang terjadi. Aruna memoles wajahnya dengan bedak untuk menyamarkan wajah pucatnya. Ia berusaha berjalan seperti biasa sambil menahan rasa sakitnya. Arion terkekeh melihat tingkah Aruna.
"Jalannya pelan-pelan aja, Yang. Arista juga dulu kayak gitu waktu baru menikah malah lebih parah dia gak bisa berjalan normal." Ucap Arion santai.
"Kenapa kalian kaum pria harus membuat kami merasakan derita akibat perbuatan kalian." Balas Aruna lebih menyerupai sebuah keluhan.
__ADS_1
"Bukan sebuah penderitaan, Yang tapi efek dari kenikmatan. Lagipula kan kami para pria yang selalu bekerja keras dalam segala hal."
Arion tak terima dengan tuduhan sang istri. Tak ingin mendebat prian keras kepala itu akhirnya Aruna memilih keluar kamar. Rupanya Arista dan Restu sudah duduk manis di ruang keluarga yang berhadapan dengan pintu kamar Arion. Pasangan itu kompak menoleh kala mendengar suara pintu kamar terbuka.
"Ngapain kalian liat-liat ?!" Sarkas Arion merawan dirinya dimata-matai.
"Ya elah, syukur-syukur kami masih ingin melihatmu." Balas Restu menataonsijis sahabat sekaligus kakak ipanya.
"Wah, kak Runa kok tampak berbeda, baru dia empat jam berpisah tapi kecantikannya berlipat-lipat. " Seruan Arista antusias.
"Iya dong." Timpal Arion mendaratkan bibirnya pada bibir Aruna tanpa rasa sungkan.
"Jadi kakak sudah merem melek menghisap sari-sari madu kakak ipar ?" Seru Arista tanpa malu-malu.
Arion tak menjawab pertanyaan sang adik. Ia kemudian menarik tubuh Aruna agar semakin merapat padanya. Aruna mendelik tajam saat merasakan sesuatu dibawah sana yang menegang.
"Jangan goyang jika tidak ingin mas menerkammu." Bisik Arion mesra.
"Oh astaga, honey ,,, sepertinya kita harus kembali ke kamar melanjutkan proses pengadaan cicit buat kakek. Mas benar-benar gak tahan." Restu langsung mengangkat tubuh sang istri.
Astaga, othor tidak mengerti dengan kelakuan Restu yang seperti seorang psikopat. Hanya dengan melihat Arion berlaku mesra pada istrinya, Restu langsung tancap gas.
💐💐💐💐💐
SELAMAT PAGI READERS
__ADS_1
SELAMAT MENIKMATI HARI LIBUR
JANGAN LUPA UNTUK SELALU BERBAHAGIA