MAHABBAH CINTA SANG MANTAN

MAHABBAH CINTA SANG MANTAN
Mahabbah Cinta Sang Mantan ~ 41


__ADS_3

Keasyikan melamun, Arion tak mengetahui jika ditengah perjalanan Aruna ternyata membelokkan mobilnya. Saat perusahaan semakin dekat, Arion mengernyitkan dahinya, ia tak melihat keberadaan mobil Aruna. Padahal sejak keluar rumah mobil mereka beriringan hanya saja setelah melewati lampu merah memang terjadi sedikit kemacetan.


Tiba di depan lobby perusahaan, seperti biasa security segera menghampiri mobil sang bos kemudian membukakan pintunya. Security yang sudah mengenal kebiasaan bosnya langsung membuka bqgian pintu supir.


"Selamat pqgi, pak ,,,"


Arion membalasnya hanya dengan mengangguk samar. Ia terus berjalan menuju kotak besi berbentuk persegi yang akan membawanya hingga ke lantai lima.


Sementara itu di waktu yang sama namun tempat berbeda, Aruna berjalan dengan anggunnya memasuki sebuah kantor pengacara. Sejak semalam Aruna telah memutuskan untuk mengakhiri pernikahannya dan ia telah melakukan janji temu dengan pengacara Rafael. Seorang pengacara terkenal di tanah air.


"Selamat pagi, mbak ,,," Sapa Aruna ramah.


"Selamat pagi ,,," Balasnyq takjub menatap wajah cantik Aruna.


"Bapak Rafaelnya ada, mbak ? Aku sudah buat janji dengan beliau." Ucap Aruna tersenyum manis.


"Atas nama siapa, mbak ?" Tanya gadis berkacamata itu sambil menekan nomor sekretaris Rafael.


"Aruna, mbak ,,,"


Detik berikutnya Aruna dipersilahkankan mengikuti salah seorang pegawai yang kebetulan lewat. Dengan senang hati pegawai tersebut mengantar Aruna hingga di depan sebuah ruangan yang tertutup rapat dengan tulisan huruf besar RAFAEL ARENDA, SH. M.HUM.


"Ini ruangannya, mbak ,,, permisi." Ucap pegawai tersebut dengan senyuman yang tak pernah lepas dari bibirnya.


"Terima kasih, mbak." Balas Aruna sambil mengetuk pintu perlahan.


Tok

__ADS_1


tok


tok


"Masuk." Terdengar suara berat khas seorang pria menyuruhnya masuk. Tanpa membuang-buang waktu Aruna segera mendorong pintu kokoh tersebut.


"Selamat pagi pak ,,," Sapa Aruna tersenyum lebar.


"Ibu Aruna, kan ?" Balas Rafael berdiri dari kursi kebesarannya.


"Bener, pak." Ucap Aruna sopan.


"Silahkan duduk, bu ,,,"


Setelah dipersilahkankan, Aruna kemudian duduk dengan nyaman di sofa empuk tersebut. Rafael lalu mengambil posisi di depan Aruna. Mereka kemudian berbicara dengan serius. Rafael tampak manggut-manggut tanda mengerti dengan persoalan kliennya.


Di perusahaan PT. Glo_Tech, Arion tampak serius dengan ponsel miliknya. Ia melacak ponsel milik istrinya. Arion sangat penasaran dengan menghilangnyq Aruna secara tiba-tiba. Tak sia-sia perusahaan yang saat ini ia pimpinan bergerak dibilang teknologi, Arion kini merasakan manfaatnya. Alisnya menyatu ketika melihat titik ponsel Aruna berada.


Arion beralih ke komputer dihadapannya, bersamaan dengan masuknya sang asisten sekaligus sahabatnya. Dengan wajah tanpa dosa, Restu menghampiri Arion yang menatapnya dengan tajam.


"Jangan menatapku seperti itu karena informasi yang akan aku sampaikan pasti membuatmu lebih terkejut lagi." Ucap Restu gusar.


Restu sangat prihatin dengan kehidupan rumah tangga calon kakak iparnya. Baru saja ia menerima kabar dari kantor pengacara Rafael akan tuntutan Aruna. Rafael dan perusahaan PT. Glo_Tech terikat kerjasama. Advokat & Partner's milik Rafael adalah pengacara PT. Glo_Tech. Karena kerjasama itulah sehingga mereka sangat akrab. Awalnya Rafael hanya ingin mengkonfirmasi kebenarannya karena ia sendiri tak tahu jika ternyata Arion sudah menikah.


Rupanya Aruna salah memilih pengacara. Aruna tak mengetahui hubungan kerjasama perusahaan tempatnya bekerja dengan pengacara yang ia pilih untuk menangani kasusnya.


"Belum tentu sobat, cepat katakan yang jelas, aku sangat sibuk hari ini." Ucap Arion melirik ponselnya yang sedang melacak keberadaan Aruna.

__ADS_1


"Aruna baru saja meninggalkan kantor Rafael. "


"Ngapain dia dikantor Rafael ? Memangnya mereka saling kenal ?"


Mendengar pertanyaan tak bermutu sahabat sekaligus bosnya itu membuat Restu gemas sendiri.


"Aruna baru saja meminta Rafael untuk mengurus perceraian kalian, dodol ,,,!!??" Ucap Restu kesal.


Duaaarrrr


Bagaikan petir disiang bolong mendengar kata-kata Restu. Arion sesaat terdiam tak mampu mengucap sepatah katapun. Ia mengingat ucapan Aruna saat mereka sarapan. Rupanya gadis itu tak main-main dengan ucapannya. Arion melupakan jika Aruna adalah wanita mandiri dan tegas. Gadis itu irit bicara dan selalu mewujudkan setiap ucapannya.


Wajah Arion merah padam mendengar ucapan sahabatnya. Ia takmenyangkanArunaakan bertindak secepat itu. Ia belum menemukan bukti kebohongan Maretha. Ekor mata Arion menangkap sosok Aruna yang baru saja tiba. Ia berdiri dengan wajah masih memerah namun langsung dicegah oleh Restu.


"Tenang dulu ,,, jangan menemui Aruna dengan wajah seperti itu." Restu menarik tangan Arion.


"Aku gak terima dengan perbuatan Aruna yang suka seenaknya. Memangnya pernikahan ini sebuah mainan ?" Datar Arion.


"Aku dan Rafael yang akan mengurusnya. Jangan sampai Aruna mengetahui hubungan kita dengan Rafael. Kamu fokus saja mencari bukti." Ucap Restu.


Arion kembali duduk setelah mendengar ucapan Restu. Ia mengembalikan pikiran jernihnya. Benar apa yang dikatakan oleh Restu, lebih baik ia mencari bukti secepatnya. Apapun hasilnya Arion tak akan menyerah dan mengabulkan tuntutan cerai dari Aruna.


🌺🌺🌺


SELAMAT MEMBACA ,,,


JANGAN LUPA DUKUNGANNYA

__ADS_1


LOVE YOU ALL πŸ€—πŸ€—


__ADS_2