
"Kenapa, Anggun?" Tanya Bu Husna yang melihat Anggun tampak cemas sambil menimang Aita yang merengek.
"Kayaknya demam deh, Ma," kata Anggun.
Bu Husna yang baru pulang dari pasar langsung bergegas mencuci tangannya kemudian ia memeriksa suhu tubuh Maita. "Ya Allah, panas banget, Anggun. Ini udah demam, bukan kayaknya lagi," tukas bu Husna.
"Kita ke dokter sekarang," serunya kemudian. Anggun hanya manut saja.
Saat di dalam mobil, Anggun mencoba menghubungi Arsyad untuk memberi tahu kondisi putrinya namun Arsyad tak menjawab panggilannya.
Anggun berdecak kesal, ia kembali mencoba menghubungi Arsyad namun hasilnya masih sama.
"Ck, dia kemana sih. Akhir-akhir ini susah banget di hubungi," gerutu Anggun yang memang meraskan akhir-akhir ini Arsyad sangat sulit di hubungi.
"Kamu ngapain masih mencoba menghubungi Arsyad, Anggun? Maita ini bukannya Arsyad karena Maita yang anak Arsyad itu sudah meninggal," kata bu Husna.
__ADS_1
"Tapi 'kan sekarang Maita yang ini anak kami, Ma," jawab Anggun bersikeras, Bu Husna enggan menanggapi ucapan putrinya itu.
Dulu ia terobesi pada Arsyad dan sekarang ia terobsesi untuk memiliki anak bersama Arsyad.
***
Lahore, Pakistan.
"Anak Ummi kenapa, Sayang. Kok nangis, uh, jadi makin tampan..." Aira berkata sembari mencolek pipi lembut baby Ali yang saat ini sedang di pakaikan baju oleh Ummi Firda.
"Dia lucu banget deh, gemas," kata Arsyad kemudian mencubit pipi Ali.
"JANGAN...." Aira dan Arsyad terlonjak mendengar teriakan Via yang tiba-tiba itu. "Jangan di cubit, Abi. Nanti sakit, nanti nangis adiknya Via. Jangan Abi! Tidak boleh!" Tegas Via kemudian ia merangkak naik ke atas ranjang.
Via duduk bersila di dekat baby Ali. "Aduh, kok semakin hari semakin lucu," puji Via dengan gemas yang membuat semua orang terkekeh.
__ADS_1
"Via sepertinya sayang banget sama adiknya, posesif," kata Arsyad.
"Dia masih kalah posesif sama Micheal dulu," kata Ummi Firda. "Meskipun Jibril itu bukan adik kandungnya, tapi dia benar-benar posesif dan sangat sayang pada Jibril. Selain itu, dia juga lengket dan mau samaan dengan Jibril. Bahkan dia mau pakai kaos tangan dan kaos kaki, mau minum susu aja dan nggak mau makan yang lain. Selain itu, setiap malam dia mau tidur sama adiknya sampai buat Bang Gabriel kesal, " tutur Ummi Firda sambil terkekeh saat mengingat masa kecil anak-anaknya.
"Masak sih Micheal sekonyol itu, Ummi? Sekarang dia garang banget loh," ujar Arsyad.
"10x lipat lebih konyol dari Tanvir, sholat aja sama dia di cicil kalau lagi malas," jawab Ummi Firda yang membuat Arsyad dan Aira tertawa. "Dia sebenarnya garang juga cuma sama orang-orang tertenu aja."
"Bener tuh," kata Aira. "Oh ya, Mas. Kita udah lama nggak tanya keadaan baby Maita sama Anggun," ujar Aira kemudian sembari mengambil ponsel Arsyad. "Aku telfon dia, ya. Biar dia nggak ngira kalau bapaknya Maita lepas tanggung jawab."
"Kamu nyindir atau apa?" kekeh Arsyad.
"Itulah wanita Arsyad. Hari ini mulut berkata ikhlas dan akan melupakan, lima detik kemudian mulut yang sama akan menyindir dan menyindir luka yang lalu."
Aira hanya menahan senyum mendengar ucapan ibunya yang sangat benar itu. Begitu juga dengan Arsyad, ia faham, itulah seorang wanita.
__ADS_1