
"Aku hamil, anak kita. Usianya sudah 4 bulan, apa kau bisa percaya itu, Mas? Aku pun nggak percaya, Ummi nggak percaya. Nggak ada yang percaya ternyata aku hamil bahkan usia kehamilanku sudah 4 bulan. Bukankah ini sebuah keajaiban? Aku mohon, hubungi aku segera!"
Aira sudah mengirimkan banyak pesan pada Arsyad karena telfonnya masih tidak aktif, ia juga mengirimkan foto USG kandungannya pada Arsyad dan berharap Arsyad segera membalas pesannya.
Saat Aira meletakkan ponselnya di atas meja, tiba-tiba ponselnya berdering, Aira yang mengira itu Arsyad langsung menyambar ponsel itu kembali namun ternyata yang menelfon Abinya.
"Assalamualaikum, Bi," sapanya.
"Waalaikum salam, Nak. Kamu lagi apa? Sudah makan belum? Jangan lupa makan, ya. Nanti cucu Abi lapar dalam perut kamu. Oh ya, besok Abi pulang, kamu mau di belikan apa? Ngidam sesuatu nggak? Oh ya, kata Kakak kamu, kamu suka anggur manis, besok Abi belikan yang banyak. Ummi juga bilang kamu mau donat yang enak dan empuk, nanti Abi carikan donat yang paling enak dan paling empuk, atau Abi bawakan chef supaya buat donatnya di rumah."
Aira hanya bisa terkekeh mendengar ucapan Abinya yang tanpa jeda itu, ia tahu, sang ayah sedang sangat bahagia, begitu juga dengan yang lainnya.
"Aku nggak lagi ngidam, Bi. Ummi juga sudah belikan aku donatnya kok," ujar Aira kemudian.
...----------------...
Abi Gabriel sangat bahagia setelah mendengar kabar kehamilan Aira, begitu juga dengan Micheal.
Bahkan, saat Ummi Firda memberi tahunya bahwa Aira ingin rujuk dengan Arsyad, Abi Gabriel ikhlas jika memang itu keinginan Aira dan yang membuat Aira bahagia.
Dan saat itu juga, ia bergegas ke rumah Arsyad untuk mewakili Aira yang ingin rujuk dengannya, namun Abi Gabriel mengurungkan niatnya saat ia melihat Arsyad dan keluarga istri barunya yang justru mengadakan syukuran.
Di hari persidangan perceraian?
Abi Gabriel tak habis fikir, bagaimana bisa Arsyad tega melakukan ini pada Aira. Sekarang menganggap cinta yang selama ini Arsyad tunjukan pada Aira adalah palsu, semuanya palsu.
Abi Gabriel juga sempat melihat Arsyad saat berbicara dengan Fahmi, dan Arsyad tersenyum, tampak sangat baik-baik saja, padahal ia mengira Arsyad sedang terluka sama seperti Aira.
Dia bahagia saat ini, bahkan mungkin ini adalah salah satu hari paling membahagiakan dalam hidupnya. Tapi ia juga merasa sedih, karena Aira takkan mendapatkan rumah tangganya kembali. Abi Gabriel ingin memberi tahu Aira tentang ini, namun ia tak sampai hati merusak kebahagiaan sang putri.
"Baiklah, Sayang. Sampai ketemu besok, Abi akan pulang pagi-pagi sekali, Assalamualaikum" kata Abi Gabriel kemudian.
"Waalaikum salam, Abi."
"Aku nggak akan pernah membiarkan pria itu mendekati Aira dan Via lagi," geram Micheal marah. "Dia mengadakan pesta di saat seperti ini? Sungguh luar biasa," sinisnya.
__ADS_1
"Sudahlah, lagi pula mereka bukan lagi bagian dari keluarga kita," ucap Abi Gabriel padahal dadanya juga bergemuruh akan amarah. "Abi pun nggak akan pernah membiarkan Aira rujuk dengan pria munafik seperti itu. Untung saja, Aira menggugat cerai dia."
...----------------...
"... Dan mulai detik ini, kau berhak mencari kebahagiaanmu sendiri karena mulai detik ini, kau bukan lagi istriku dan aku bukan lagi suamimu, aku jatuhkan talak padamu."
Anggun menahan napas, seluruh tubuhnya menegang dan kedua bola matanya melotot sempurna mendengar apa yang di katakan Arsyad.
Keluarga Anggun dan Ummi Ridha pun sangat terkejut, mereka terperangah dan tak percaya Arsyad telah menjatuhkan talak pada Anggun di saat seperti ini.
"Arsyad!" Geram Ummi Ridha. "Kamu bercanda, heh?"
"Ummi, aku rasa ini lebih baik," jawab Arsyad. Ia menatap Anggun dengan tatapan rasa bersalah, apalagi saat air mata perlahan mengalir di pipinya.
Anggun masih terlalu shock, membuat ia tak sanggup untuk berkata-kata.
"Arsyad! Bagaimana kamu bisa menceraikan Anggun begitu saja? Dia sedang hamil! Laki-laki macam apa kamu?" Terima pak Arif geram, bahkan ia hendak menyerang Arsyad namun di tahan oleh istrinya.
"Maafin aku, Om. Tapi aku yakin, ini juga yang terbaik untuk Anggun," ucap Arsyad
"Arsyad!" Ummi Ridha mendatangi Arsyad dan..
Plakkkkk
Sekali lagi ia memberikan tamparan yang sangat keras di pipi Arsyad, namun Arsyad tak terlihat marah akan hal itu, ia justru tersenyum dan memeluk sang ibu dengan erat. Ummi Ridha memberontak, ia menangis dan memukul dada Arsyad namun Arsyad tetep memeluknya.
"Sekali saja, Ummi. Izinkan aku mengambil keputusan dalam hidupku dan aku mohon, percaya pada keputusanku."
"Dia sedang hamil, Arsyad!" seru Ummi Ridha di tengah isak tangis kekecewaannya pada sang putra.
Sementara Anggun, ia masih diam mematung dengan hati yang hancur berkeping-keping. Mimpinya untuk membina rumah tangga yang harmonis dengan sang pujaan musnah seketika, padahal baru beberapa detik yang lalu mimpi itu mekar, sekarang sudah layu bahkan mati.
"Aku tahu," ucap Arsyad lirih yang masih memeluk sang ibu. "Tapi bukankah lebih baik melepaskan dari pada mempertahankan tapi dengan sejuta tekanan? Ngga ada yang bahagia, Ummi, nggak aku, begitu juga Anggun."
"Kamu benar-benar keterlaluan, Arsyad!" geram bu Husna." Bagaiamana bisa kamu menjatuhkan talak pada istrimu yang sedang hamil?"
__ADS_1
"Tante..." Arsyad melepaskan pelukannya dari sang ibu kemudian ia mendekati bu Husna. "Apa Tante bahagia melihat aku mengabaikan Anggun? Apa Tante tenang melihat rumah tangga anak Tante tidak jelas seperti ini? Kita satu rumah, tapi tidak satu kamar apalagi satu ranjang sementara status kami suami istri. Sebagai istri, dia memasak untukku. Tapi hanya sesekali aku mau mencicipi masakannya. Sebaagai istri, dia selalu tersenyum padaku. Namun hanya sesekali aku mau menatapnya dan itu pun hanya karena aku kasihan padanya. Sampai kapan Tante mau aku memperlakukan dia seperti ini?"
Bu Husna terdiam, karena memang benar, sebenarnya ia memang tidak tega melihat Anggun di perlakukan dengan begitu buruk oleh Arsyad, namun ia tak bisa melakukan apapun karena itu keinginan Anggun.
"Om..." Arsyad menghadap ayah Anggun yang masih terlihat sangat geram pada Arsyad, tangannya mengepal kuat, ingin sekali ia memukul Arsyad sampai puas untuk melampiaskan kemarahannya namun ia mencoba menahan diri.
"Aku sangat mencintai Aira, Om. Tapi aku gagal menjadi suami yang baik untuknya, aku nggak bisa buat dia bahagia. Lalu, bagaimana bisa aku membahagiakan Anggun? Apalagi, setiap kali melihat Anggun, aku selalu teringat bahwa karena aku membawa dia, aku kehilangan Aira-ku."
Hati Anggun tercabik-cabik mendengar ucapan Arsyad, ia ingin marah, ingin memaki Arsyad, ingin melampiaskan sakit hatinya namun Anggun tak kuasa, untuk bernapas saja rasanya begitu sulit. Ia berharap, ini hanya mimpi buruk!
"Apapun alasanmu, kami nggak bisa terima dan kami ngga akan terima!" geram ayah Anggun.
"Tapi ini sudah keputusanku,"tegas Arsyad. Kini ia mendekati Anggun yang terus bercurun air mata.
"Maafkan aku, Anggun. Tapi percayalah, aku yakin ada laki-laki lain di luar sana yang akan membuat kamu bahagia. Dan percayalah...."
PLAKKKK
Anggun menampar Arsyad dengan keras namun Arsyad tak bergeming, ia menatap Anggun dengan dalam. "Anak kita nggak akan kehilangan sosok ayahnya, aku akan menjaganya, mencintainya, merawatnya...."
PLAKKKK
Sambil menangis sesegukan Anggun kembali melayangkan tamparan keras ke wajah Arsyad hingga telapak tangannya terasa panas.
Arsyad masih tak bergeming, begitu juga Ummi Ridha yang tak tahu harus berkata apa, ia sungguh tak menyangka Arsyad bisa mengambil keputusan seperti ini di saat seperti ini. "Jika memang tamparan yang kamu mau, tampar aku sampai kau puas tapi itu sudah keputusanku."
**TBC...
...----------------...
Bagaiamana Kisah cinta Zeda Humaira Emerson sampai sejauh ini?
Menguras air mata? Menegangkan? Atau geram?
Apapun itu, aku persembahkan kisah tak biasa ini untuk kalian. Jangan lupa dukungannya ya, biar SkySal makin semangat up nya. 😍💋**
__ADS_1