Mahligai Cinta Zeda Humaira Emerson

Mahligai Cinta Zeda Humaira Emerson
MC Zeda Humaira #123 - Curiga


__ADS_3

"Arsyad, kamu yakin Anggun nggak hamil sebelum menikah sama kamu..."


"Uhuk ... uhuk ... uhuk..."


Arsyad langsung tersedak saat mendengar apa yang di katakan ayah mertuanya itu secara tiba-tiba.


Aira pun melotot terkejut dan ia langsung menetap Arsyad yang masih melongo seperti orang bodoh.


Sementara Ummi Firda menganga lebar dan ia juga tampak sangat terkejut mendengar ucapan suaminya, ia memelototi Abi Gabriel, memberi isyarat agar tak berbicara lagi.


Saat ini mereka sedang makan siang bersama dan entah bagaimana Abi Gabriel bisa mengutarakan apa yang ada dalam benaknya dengan semudah itu.


"A-Abi ngomong apa tadi?" Tanya Aira yang merasa ia salah dengar.


"Abi tanya, apa Arsyad yakin Anggun nggak hamil saat dia menikahinya," kata Abi Gabriel yang langsung mendapatkan cubitan di pahanya dari Ummi Firda. "Ah, apa, Sayang?" Tanyanya sambil mengusap pahanya yang terasa perih itu.


Ummi Firda kembali memberikan isyarat agar sang suami tak membicarakan topik itu. "Kenapa Abi bisa tanya begitu?" Tanya Arsyad.


"Karena ... aduhhh ..." ia mengaduh saat sang istri kembali mencubit pahanya, kali ini lebih keras.


"Ada apa sebenarnya?" Tanya Aira yang merasa bingung sekaligus penasaran.


"Nggak ada apa-apa, Ai. Abi kamu cuma asal tanya aja, mungkin dia masih nggak terima aja dengan masa lalu Arsyad," jawab Ummi Firda.

__ADS_1


"Sayang, kenapa kamu nggak jujur aja sih sama mereka?" Tanya Abi Gabriel yang membuat Aira dan Arsyad semakin penasaran.


"Sebenarnya ada apa sih? Kalian mengetahui sesuatu?" Tanya Arsyad.


"Iya, bikin penasaran aja," kata Aira.


Abi Gabriel melirik Ummi Firda, seolah meminta persetujuan untuk mengutarakan apa yang mereka curigai, dan kali ini Ummi Firda tampaknya tak ingin lagi menghalangi Abi Gabriel berbicara.


"Jadi begini, menurut Ummi, bayi Anggun itu tidak seperti bayi yang baru lahir secara prematur," ungkapnya yang membuat Arsyad dan Aira semakin bingung, kening mereka sampai berkerut dalam.


"Lahir normal? Kok bisa?" Tanya Aira.


"Coba kamu perhatikan foto-foto Baby Maita yang di kirim Anggun, Ai. Anak itu tidak terlihat seperti anak yang lahir prematur di usia kandungan yang masih 8 bulan, bayinya terlihat dewasa dan mungkin sudah di atas 2 bulan," ungkap Ummi Firda yang membuat Aira tambah bingung lagi, begitu juga dengan Arsyad.


Ummi Firda menghela napas panjang sebelum akhirnya ia menjelaskan apa yang mengganjal dalam benaknya, Abi Gabriel juga mengutarakan dugaan-dugaannya terhadap Anggun yang membuat Aira dan Arsyad menganga lebar.


"Astagfirullah, Bi. Itu namanya fitnah," seru Aira setelah sang ayah selesai bicara. "Bi, dosa besar memfitnah seorang wanita sebagai pezina apalagi tanpa bukti" lanjutnya.


"Sayang, Abi nggak bilang Anggun hamil anak orang lain, Abi cuma bilang kemungkinan setelah melihat berbagai kejanggalan," sanggah Abi Gabriel.


Aira menoleh, menatap Aira yang kini masih tercengang. "Mas...." Aira menepuk pundak Arsyad dengan pelan.


"Kalau begitu, aku harus melakukan tes DNA," kata Arsyad yang membuat pupil mata Aira melebar.

__ADS_1


"Astagfirullah, Mas. Kamu juga mencurigai Anggun?" pekik Aira tak percaya.


"Iya, Sayang. Jangan-jangan apa yang di katakan Abi Gabriel benar," kata Arsyad dengan lucas tanpa Aira duga.


Aira memang tak suka pada Anggun karena Anggun adalah racun dalam rumah tangganya, namun mencurigai Anggun hamil anak pria lain? Entah kenapa Aira tak mampu berfikir kesana dan ia merasa tak seharusnya mereka menduga yang tidak-tidak. Karena jika dugaan mereka salah, Aira takut itu menjadi fitnah yang mungkin akan merugikan Anggun.


"Ya Allah, Mas," gumam Aira tak habis fikir. "Kamu 'kan mengenal Anggun bahkan sebelum kalian menikah, apa mungkin Anggun melakukan hal seperti itu? Apa mungkin dia berzina kemudian menjebak kamu?" Tanya Aira lagu.


"Mungkin saja," kata Arsyad tanpa ragu. "Dia mendorongku, Humaira. Sampai aku mengalami kecelakaan, koma dan dia nggak mengakui kesalahan itu, dia justru berbohong dan terus berbohong demi menyelamatkan dirinya sendiri. Dia juga membalas pesanmu dengan kata-kata yang menohok padahal dia tahu kabar yang kamu berikan padaku saat itu adalah kabar yang kita tunggu selama lima tahun. Dan dia nggak merasa bersalah lho. " tutur Arsyad panjang lebar yang langsung membungkam Aira. Abi Gabriel dan Ummi Firda pun hanya bisa mendengarkan dalam diam.


"Dan kamu tahu nggak kenapa dia bisa dorong aku? Itu karena dia berusaha mencegah aku untuk memberi tahu orang tuanya bahwa dia sudah menipu kamu dengan membalas pesan kamu dari hp ku, dia takut orang tuanya marah dan dia melakukan apapun agar orang tuanya nggak tahu apa yang sudah dia lakukan. Akhirnya apa? Dia membungkam aku selama satu bulan lebih, bukan hanya menutup mulutku tapi dia juga berhasil menutup mataku, menjadikanku mayat hidup yang terbaring tak berdaya di atas ranjang kecil rumah sakit selama lebih dari satu bulan dan di bulan-bulan berikutnya aku hanya bisa duduk di atas kursi roda."


"Dan dia juga sudah membuat Ummi pergi..."


Suara Arsyad bergetar, kedua matanya sudah memerah, rasanya sakit sekali mengingat masa-masa itu, apalagi saat itu tak ada siapapun yang ada di sampingnya kecuali Fahmi.


Dadanya bergemuruh, hatinya terasa panas, ototnya seolah menegang mengingat hal buruk yang menimpanya karena Anggun.


Arsyad menarik napas dalam-dalam kemudian ia mengucek matanya yang sudah rabun karena air mata itu.


Aira yang melihat itu merasa tak tega, ia langsung menggenggam tangan Arsyad dengan lembut dengan satu tangannya, sementara tangan yang lain ia gunakan untuk mengusap pipi Arsyad. "Aku faham, Mas," kata Aira lirih. "Secepatnya kita pulang dan kita cari tahu apakah baby Maita anak kandung kamu atau bukan." Aira berkata dengan begitu lembut yang membuat hati Arsyad perlahan kembali tenang, otot-otot yang tadinya tegang kini perlahan me lemas.


"Terima kasih, Sayang. Kamu selalu mampu mendinginkan hatiku yang panas," lirih Arsyad. "Dan mungkin semua itu hukuman dari Allah karena aku pernah sangat menyakitimu."

__ADS_1


TBC...


__ADS_2