MANTAN KEKASIHNYA MEMBUATKU RESAH

MANTAN KEKASIHNYA MEMBUATKU RESAH
20. Ada Rasa Rindu


__ADS_3

Sudah tiga bulan Anna berada di rumah baru. Keadaannya sudah mulai berangsur-angsur pulih bahkan ia sudah ikut membantu ayah dan ibunya untuk menjaga toko. Hal tersebut membuat kedua orang tuanya sangat senang dan berharap anaknya akan segera memperoleh pekerjaan di kantor.


Hari ini Anna tampak sedang sibuk mengatur barang jualan yang baru masuk pada rak-rak yang ada. Walaupun sudah bisa beraktifitas tapi dari wajahnya tetap kelihatan jika ia sedang mempunyai beban hidup yang berat.


Menjadi seorang janda yang sering jadi bulyan bagi sebagian orang merupakan hal yang sangat tidak mengenakkan. Ia juga masih sering menitikkan air mata di malam hari ketika memandangi putrinya yang sudah terlelap. Rasa iba selalu muncul jika mengingat bahwa Felyn akan tumbuh tanpa kasih sayang dari seorang ayah dan yang paling ditakutkan jika teman-temannya nanti akan menanyakan perihal tentang ayahnya.


Terkadang pula Anna sulit tidur di malam hari karena ia tidak bisa membohongi dirinya sendiri. Ada rasa rindu yang menyeruak dalam kalbunya. Rindu akan belaian sang suami dan rindu tatapan teduh yang membuat hatinya merasa tenteram.


Kemudian angannya akan tergantikan dengan kepedihan jika mengingat bahwa sudah ada perempuan yang telah menggantikan posisinya yang jauh lebih cantik dan seksi dan yang paling menyakitkan, perempuan tersebut adalah mantan kekasih Eric.


Setiap malam ia selalu berdoa, memohon kepada Tuhan agar dirinya bisa melupakan Eric. Bila ia sedang duduk sendirian seringkali ayah dan ibunya memergokinya dalam kesedihan yang begitu dalam. Itulah sebabnya mereka berencana untuk mencarikan pekerjaan yang akan membuat anaknya sibuk sehingga bisa melupakan masalahnya.


Malam itu pak Nico menghubungi Andi untuk meminta pendapatnya.


"Rencana saya akan memberi kepercayaan sepenuhnya kepada Anna untuk mengurus toko di situ. Nanti dia yang kelolah pembukuan dan mengurus pemesanan barang," kata Andi.


"Ide yang bagus Nak, dengan cara tersebut maka adik kamu akan fokus dan sibuk sehingga dengan sendirinya tidak akan ada waktu lagi untuk mengingat-ingat masa lalunya," ucap pak Nico.


"Iya Pak, besok pagi saya akan telepon dia!"


"Oke,"


Sambungan telepon terputus. Pak Nico dan ibu Nadia senang dengan rencana anak sulungnya karena panggilan dari kantor tempat melamar pekerjaan juga belum ada sampai saat ini.


Keesokan harinya Anna keluar dari kamarnya dengan wajah yang cerah. Andi sudah meneleponnya tadi ketika ia baru bangun dan usul kakaknya itu diterima dengan baik. Pak Nico dan ibu Nadia saling berpandangan lalu tersenyum.


Di meja makan, sarapan sudah siap, mereka lalu makan bersama karena hal ini sudah menjadi kebiasaan dalam keluarga sebelum melakukan aktifitas.

__ADS_1


"Kamu mau ikut Ibu ke toko atau di sini aja bersama Oma?" tanya Anna kepada anaknya usai sarapan pagi.


"Di sini aja ama Oma, deh," sahut Felyn.


Anna tersenyum lalu memberi sebuah kecupan di pipi yang tembem dan menggemaskan itu. Ia berlalu menuju ke toko untuk memeriksa stok barang yang sudah mulai menipis dan yang sudah kosong sama sekali lalu memesan secara online.


***


Satu bulan kemudian usaha mereka semakin berkembang. Anna sudah fokus dengan kesibukannya sehari-hari. Ibunya sudah jarang ke toko karena sengaja memberikan kesempatan kepada anaknya agar tidak ada waktu lagi untuk mengingat-ingat masa lalunya.


Sore itu pak Nico mengajak istrinya untuk mengunjungi rumah lamanya. Tak lupa juga mengajak Felyn untuk ikut serta. Anna tidak bisa ikut karena tidak ada yang jaga toko sementara pembeli tak pernah sunyi.


Tiba di rumah lama, tampak rumput di halaman rumah sudah tumbuh tinggi bahkan sudah ada yang menjalar ke dinding rumah. Pak Nico langsung ke warung membeli racun rumput dan menyemprot rumput-rumput liar tersebut di sekitar rumah.


Ibu Nadia heran dengan sebuah kantongan yang tergantung di depan rumah. Ia pun mengambil dan memeriksa isinya.


Dos berisi mainan anak-anak dan kantong berisi dua stel baju santai untuk ukuran orang dewasa. "Siapa kira-kira yang meletakkan benda ini di sini?" gumannya dalam hati.


Ibu Nadia menemani cucunya ke tetangga yang punya kios untuk membeli air minum.


"Ehhh, Ibu Nadia... lama tak jumpa, sekarang tinggal di mana?" tanya pak Mardi yang punya kios.


"Iya Pak, kami sudah tinggal di rumah Andi," sahut ibu Nadia sambil tersenyum.


"Nak Andi hebat yah, sudah sukses dan bisa bangun rumah," ucap pak Mardi.


Ibu Nadia tersenyum mendengar komentar pak Mardi. Ia pun membeli aqua botol dan biskuit untuk cucunya.

__ADS_1


"Eh, saya hampir lupa, beberapa waktu yang lalu ada sorang laki-laki dewasa yang datang ke sini menanyakan kebaradaan kalian tapi saya jawab bahwa mereka sudah pindah, cuman nggak tahu pindah ke mana," kata Pak Mardi ketika ibu Nadia hendak balik ke rumahnya.


"Oh, yah, kira-kira ciri-ciri pria tersebut seperti apa?" tanya ibu Nadia.


Pak Mardi pun mulai mengingat-ingat laki-laki yang datang ke kiosnya dulu untuk menanyakan keberadaan pak Nico sekeluarga lalu memberitahukan kepada ibu Nadia.


Ibu Nadia yakin dengan ciri-ciri yang disebut oleh pak Mardi bahwa yang datang ke rumah adalah Eric, mantan suami Anna. Sampai sekarang status mereka belum jelas karena tidak ada surat cerai tapi keluarga Anna sudah berkesimpulan bahwa anaknya sudah bercerai dengan suaminya.


Sekali lagi ibu Nadia memeriksa isi dos dan kantongan yang tergantung di depan rumah dan ia yakin bahwa Erik-lah yang menaruh benda tersebut di sini.


"Apa itu, Bu?" tanya pak Nico yang datang menghampiri setelah selesai menyemprot rumput di sekitar rumah.


"Sepertinya Eric pernah ke sini dan meninggalkan barang-barang ini di luar karena rumah kita kosong," jawab ibu Nadia sambil memperlihatkan barang-barang tersebut kepada suaminya.


"Buat apa juga dia datang lagi ke sini setelah menyakiti hati anak kita?"


"Iya juga sih,"


"Taru aja kembali barang-barang tersebut ditempatnya!"


"Iya Pak,"


Ibu Nadia mengembalikan benda tersebut ke tempat semula lalu membersihkan ruangan rumah yang debunya sudah tebal.


Mereka membersihkan hingga tak terasa malam sudah tiba dan Felyn juga sudah mulai mengantuk.


"Kita harus rutin datang ke sini Mas, biar tenaga kita nggak terlalu terkuras membersihkan!" ucap ibu Nadia yang merasa sangat lelah usai mengepel lantai.

__ADS_1


"Iya Bu, kalau perlu kita bermalam di sini sebulan sekali. Saya kira Anna akan senang juga jika sekali-kali datang ke sini untuk refresing," ujar pak Nico menimpali.


Tak lama kemudian mobil yang dipesan untuk mengantar mereka pulang sudah datang di depan rumah.


__ADS_2