
Eric dan Anna bangun lebih awal di pagi ini. Ada semangat terpancar di wajah mereka apalagi setelah mereguk kenikmatan yang tiada tara. Saling memberi dan saling menerima sebagai pasangan suami istri yang saling mencintai.
"Jam berapa kita akan berangkat, Sayang?" tanya Anna.
Hari ini keduanya ingin membeli sebuah kendararaan roda empat karena uang tabungannya selama ini sudah cukup untuk membeli mobil dan lokasi penjulalan mobil tersebut cukup jauh dari tempat tinggal mereka, itulah sebabnya mereka akan berangkat lebih pagi.
"Grab pesanan Mas udah dekat, bersiaplah!" sahut Eric sambil memeriksa ulang semua berkas-berkas yang sudah ia siapkan semalam.
Sebelumnya Anna telah menugaskan Narmi, salah seorang karyawan yang bekerja di rumah makan agar datang pagi-pagi ke rumah untuk mengurus Felyn karena ia masih tidur.
"Sarapan buat Felyn udah siap, kamu tinggal menemani dia aja!" kata Anna kepada Narmi yang datang tepat waktu.
"Iya, Bu," sahut Narmi dengan sopan.
Eric dan Anna segera berangkat karena grab yang dipesan sudah datang menjemput.
Butuh waktu dua jam baru tiba di lokasi penjualan mobil. Eric dan Anna disambut dengan ramah oleh karyawan yang bertugas.
Sesuai dengan kemampuan dana yang mereka bawa maka Eric memilih mobil fortuner yang selama ini diimpi-impikan.
Ia memilih warna putih tulang dengan harga tujuh ratus juta dibayar cash.
Setelah semua urusan transaksi selesai, Eric dan Anna bersiap untuk pulang. Ada rasa bangga bisa memiliki mobil yang semewah ini membuat Eric tersenyum puas.
"Jangan ngebut-ngebut, Mas!" seru Anna mengingatkan suaminya.
"Baik, Tuan putri," sahut Eric.
__ADS_1
Eric melajukan mobl barunya dengan kecepatan sedang hingga menghentikan di depan sebuah rumah makan yang terletak di jalan poros.
"Kenapa berhenti, Sayang?" tanya Anna yang serius memandang ke arah jalan raya di depan. Ia tidak tahu bahwa mobil berhenti tepat di depan rumah makan.
"Kamu lihat itu, nggak?" tanya Eric sambil menunjuk tulisan 'Rumah Makan Padang' yang terpampang di sebelah kiri jalanan.
"Oh, iya, tahu aja kalau perutku juga sudah keroncongan dan minta untuk segera diisi.
Keduanya turun dan masuk ke rumah makan tersebut. Di meja sudah ada daftar menu yang lengkap, mereka tinggal memilih sesuai selera. Eric memesan nasi dengan lauk ikan bakar dan sayur bening sedangkan Anna memesan nasi dengan lauk ayam kampung rebus.
Sekitar dua puluh menit mereka menunggu baru pelayan datang menghidangkan makanan yang dipesan. Aromanya sangat menggugah selera dan tanpa menunggu waktu lebih lama lagi keduanya langsung menikmati makanan tersebut dengan lahap.
"Ayo, kita lanjutkan perjalanan!" ajak Anna usai membayar harga makanan di kasir.
Eric mengikuti istrinya keluar dengan tergesa. Di pintu mereka berpapasan dengan Angga dan Erika.
"Kalian ngapain ke sini?" tanya Eric menyelidik.
Terlihat Angga tampak gelagapan saat ditatap oleh Eric. Ia takut karena telah mengajak Erika kencan ke tempat yang lumayan jauh.
"Maaf, Kak, setelah ini kami akan langsung pulang, kok!" kata Angga dengan suara tergagap.
"Awas yah, kalau sampai kalian macam-macam atau pulangnya telat!" ancam Eric.
"Siap, Kak!" jawab Erika dan Angga bersamaan.
Eric berjalan dan menuju ke tempat di mana mobilnya sedang terparkir.
__ADS_1
"Kakak sudah punya mobil baru?" tanya Erika tak percaya dengan penglihatannya setelah Eric naik dan duduk di belakang setir. Ia sengaja mengikuti kakaknya karena ingin minta uang tapi ada rasa segan terhadap Anna, kakak iparnya.
"Waow... keren bangat, pasti harganya sangat mahal," ujar Angga pula sambil mengelus-elus badan mobil.
"Biasa aja, kok," ucap Eric dengan bangga.
"Coba tadi kita ke sini nggak naik motor," kata Erika.
"Maksudnya?" tanya Angga dengan heran.
"Yah... kita bisa pulang bareng Kakak," sahut Erika. Ia ikut mengelus-elus badan mobil dengan perasaan senang.
"Ohhhh," ucap Angga.
Eric menyuruh Anna agar lekas masuk ke mobil karena matahari sangat panas dan menyengat. Mereka pun melanjutkan perjalan dengan santai sambil menikmati pemandangan yang indah di sepanjang jalan yang dilalui.
Di kanan dan kiri jalan terdapat pohon kayu yang berdiri kokoh dan berjejer dengan rapi menambah keindahan kota.
"Rasanya Mas sedang bermimpi bisa memiliki mobil mewah seperti ini dan bisa mengajak istriku untuk jalan berduaan," kata Eric dengan jujur.
"Iya, saya juga sangat senang karena berkat kerja keras, Mas sudah bisa memiliki kendaraan ini," ucap Anna.
Keduanya bercerita tentang banyak hal sepanjang perjalanan hingga tak terasa mobil sudah memasuki halaman rumah. Pak Darman, ibu Lastri, dan beberapa karyawan datang menyambut kedatangan mereka untuk melihat mobil mewah yang sudah terparkir cantik di halaman rumah. Katanya ada acara khusus sebelum mobil tersebut dimasukkan ke garasi.
"Pak Eric dan Ibu Anna pasti akan semakin tampan dan cantik jika jalan-jalan menggunakan mobil ini, apalagi kalau mereka mengajakku serta," sindir Nurya, Karyawan yang selalu heboh dengan kelakarnya.
"Tunggu aja, pasti kita akan diajak!" seru yang lainnya.
__ADS_1
"Bagaimana kalau kita jalan-jalan ke tempat wisata yang dekat aja menggunakan mobil baru ini?" usul Narmi.
Eric dan Anna tersenyum mendengar komentar mereka.