MANTAN KEKASIHNYA MEMBUATKU RESAH

MANTAN KEKASIHNYA MEMBUATKU RESAH
69. Nuansa Merah Putih


__ADS_3

Anna masih menyempatkan diri untuk membenahi hal-hal yang masih perlu dibenahi sebelum dirinya dipercantik oleh Susi, sahabatnya yang memang punya talenta di bidang tersebut dan kesempatan ini digunakan oleh Susi untuk mengurus kedua bocah, Felyn dan Vasya yang ingin dipercantik juga.


Tidak butuh waktu yang lama kedua bocah tersebut keluar dari kamar dengan gaun kembar berwarna putih dan bibir yang merah. Gaun itu sengaja dibeli oleh Anna untuk mereka berdua yang sudah seperti adik-kakak yang tidak kauh beda usianya.


"Hay, Oma, lihat nih, cucu Oma udah cuanntik bangat!" seru Felyn dengan bangga sambil berputar-putar dan mengembangkan gaunnya di hadapan sang Oma yang menatapnya dengan takjub.


"Cantik bangat, siapa sih yang telah mempercantik cucuku dan juga sahabatnya?" tanya ibu Elma penasaran.


"Tante Susi, Oma," sahut Felyn kemudian meraih pergelangan tangan Vasya lalu pergi bermain ke halamam toko.


Ibu Elma beranjak dari duduknya dan mencari keberadaan Susi. Rupanya ia sedang berada di kamar yang ada di belakang toko dan sedang mendandani wajah Anna.


"Ternyata kamu berbakat, yah," kata ibu Elma.


"Ya, bisa sedikit Tante," jawab Susi merendah.


"Tante lihat, kamu ini punya peluang buat buka usaha sendiri!" tuturibi Elma dengan serius.


Ibu Elma terus memperhatikan cara Susi yang mendandani wajah Anna dengan lincah dan hanya beberapa saat hasilnya sudah tampak menawan dan sangat memuaskan karena dandananya tidak mencolok. Sederhana tapi terlihat mewah.

__ADS_1


Setelah itu Anna mengenakan kebaya berwarna merah dan dipadukan dengan rok berwarna putih. Make up di wajahnya sangat serasi dengan warna pakaian yang dikenakan.


Eric sampai ternganga melihat penampilan istrinya saat ia datang ke tempat tersebut untuk mengambil pakaian yang akan dikenakan.


Atas saran dari Susi, Eric juga mengenakan pakaian yang bernuansa hari kemerdekaan negara Indonesia dengan motif merah putih. Keduanya sangat serasi dengan warna tersebut.


"Kalian duluan aja ke atas soalanya tamu sudah mulai berdatangan dan perlu sambutan!" kata Susi.


"Kamu nggak apa-apa kami tinggalkan di sini?" tanya Anna.


"Nggak, saya akan segera nyusul ke atas setelah mengemasi alat-alat make up ini," sahut Susi.


"Kamu cantik bangat, Sayang," ujar Eric ketika keduanya menaiki tangga ke lantai dua.


"Ah, Mas, sempat-sempatnya merayu," sahut Anna sambil mencubit pinggang suaminya dengan lembut.


"Sebentar malam, yah?" bisik Eric dengan nakal.


"Sssttt...," Anna meletakkan jari telunjukknya pada bibir untuk memberi kode agar Eric berhenti untuk menggodanya karena keduanya sudah berhadapan dengan para tamu.

__ADS_1


Beberapa karyawan yang baru takjub melihat kecantikan Anna karena mereka barusan ketemu. Demikian juga dengan para istri dari karyawan, mereka mengakui ketampanan dan kecantikan yang dimiliki oleh Eric dan Anna sebagai bos atau pemilik dari usaha mebel tempat suami-suami mereka untuk mengais rezeki.


Di pojok ruangan sudah tersedia minuman dan aneka kue yang sudah disiapkan oleh karyawan yang bekerja di rumah makan milik pak Hendrik. Para tamu dipersilahkan untuk mengambil sendiri.


Sementara itu Susi memilih baju dres yang longgar karena sudah merasa tidak nyaman dengan pakaian yang pas badan. Ia segera memakainya lalu bergegas naik ke lantai dua karena mendengar suara MC yang sementara menyampaikan susunan acara.


Pada acara inti, ibu Elma memberi kode kepada karyawan yang sudah ditugaskan untuk mengambil kue yang sudah dipersiapkan di lantai satu.


"Pada acara inti, akan dilakukan pemotongan kue oleh Pak Eric dan Ibu Anna!" suara pembawa acara menggema di dalam ruangan.


Saat itu pula, dua karyawan menggotong kue ulang tahun pernikahan dan di letakkan di meja yang sudah disiapkan. Eric dan Anna terperangah dengan kejutan ini. Keduanya tampak sangat bahagia membuat ibunya meneteskan air mata haru.


MC memandu acara pemotongan kue dan mengundang orang-orang yang terdekat untuk acara suap-menyuap kue ulang tahun tersebut, mulai dari pak Hendrik dan ibu Elma, Erika, dan Felyn.


Tak lupa juga MC memanggil nama Susi atas bisikan Anna yang menginginkan sahabatnya ikut merasakan kebahagiaan yang sedang dialaminya.


Bersamaan dengan itu, seorang karyawan yang baru bekerja selama kurang lebih satu minggu di situ baru datang. Ia terlambat karena motornya mogok di tengah jalan.


Tergesa ia berjalan dan mencari kursi yang kosong lalu duduk dan seketika itu juga mulutnya ternganga dan seolah tidak percaya melihat pasangan yang sedang memotong kue di depan.

__ADS_1


__ADS_2