
Sudah tiga hari Eric dan Anna melakukan pencarian tapi belum juga ada tanda-tanda di mana keberadaan Johan. Rasa lelah sudah tergambar pada wajah. Beruntunglah mereka karena ayahnya mengizinkan untuk menggunakan mobilnya sehingga keduanya terbebas dari sengatan panas matahari dan sore ini sebelum kembali ke rumah, Eric membelok mobil ke rumah kediaman Johan dengan harapan yang punya rumah telah kembali.
Eric dan Anna tertegun ketika tiba di di sana dan melihat seorang wanita yang berambut pirang sedang berteriak-teriak memanggil nama Johan.
"Tunggu dulu, sepertinya wanita itu sedang hamil. Lihat, perutnya agak membesar!" seru Anna sambil mengawasi gerak-gerik perempuan itu dari kaca mobil.
Eric juga ikut memperhatikan wanita yang terus menggedor-gedor pintu rumah yang terkunci. Beberapa saat kemudian wanita itu membalikkan badan membuat Eric dan Anna kaget dan saling berpandangan.
"Dewi...," desis Anna.
"Sedang apa ia ke sini?" gumam Eric penasaran.
Eric menutup kaca mobil dengan rapat setelah Dewi berjalan semakin dekat ke arah meeka. Dari penampilannya sangat jelas bahwa ia sedang hamil.
Setelah Dewi berlalu, Eric dan Anna turun dari mobil dan menghampiri seorang ibu yang sedang menyiram tanaman bunga di teras rumahnya. Ibu yang pernah ditemuinya tiga hari yang lalu.
__ADS_1
"Permisi Bu, apakah yang punya rumah yang di sebelah sudah datang?" tanya Eric.
"Belum Den, sepertinya ia akan pergi dalam jangka waktu yang lama dan wanita tadi yang baru saja pergi sudah beberapa kali juga datang ke sini, katanya ia ingin meminta tanggung jawab si Johan untuk segera menikahinya," sahut ibu itu.
"Menikah?" tanya Anna dengan suara keras karena kaget.
"Iya Non, soalnya wanita tadi yang bernama Dewi sudah hamil dan usia kandungannya sudah empat bulan," jawab si ibu itu. Ia tahu tentang hal tersebut karena Dewi yang menuturkan kepadanya beberapa hari yang lalu saat pertama kali datang mencari Johan. Dewi mengaku bahwa ia adalah kekasih Johan dan mereka akan segera melangsunkan pernikahan namun tiba-tiba saja Johan menghilang tanpa jejak.
Eric dan Anna saling berpandangan dengan mimik wajah yang tegang.
"Ada apa yah, apakah kalian kenal dengan Dewi?" tanya ibu Sri, tetangga Johan itu. Ia penasaran melihat wajah mereka yang sangat tegang.
"Begini Bu, kami datang ke sini karena ingin bertemu dengan Johan untuk suatu urusan yang sangat mendesak," jawab Eric.
"Sayang sekali yah, soalnya Johan belum pulang," ucap ibu Sri. Ia pun mempersilahkan Eric dan Anna untuk duduk di teras rumahnya.
__ADS_1
Eric dan Anna menerima tawaran dari ibu Sri sekalian ingin mengorek lebih jauh lagi tentang apa yang diketahuinya mengenai Dewi.
Ibu Sri pun menceritakan apa yang ia ketahui tentang Dewi yang sudah beberapa waktu ini menjadi kekasih Johan. Ia sendiri juga heran karena belakangan ini Dewi sudah tidak pernah lagi datang seperti yang lalu-lalu hingga kedatangannya berapa hari berturut-turut dan mengakui bahwa ia sedang mengandung anak Johan.
Dulu ibu Sri sebagai tetangga yang paling dekat sehingga ia sering melihat Dewi datang dan biasanya ia akan pulang setelah larut malam.
Setelah mendengar penjelasan dari ibu Sri, keduanya pun pamit lalu pulang ke rumah karena malam telah tiba.
Selama dalam perjalanan pulang, keduanya diam seribu bahasa karena pikiran sedang kacau hingga mobil memasuki pekarangan rumah.
Felyn menyambut kedatangan kedua orang tuanya dengan senang.
"Di mana tante Susi, Nak?" tanya Anna kepada Felyn.
Biasanya Anna duduk di depan TV sambil menonton acara masak-masak tapi kali ini Susi tidak tampak.
__ADS_1
"Tadi ia ke kamar setelah muntah-muntah, katanya sih, kepalanya sakit bangat," sahut Felyn.
Bagaimana nasib Susi jika nantinya ia akan tahu bahwa Dewi juga sedang hamil? Bagaimana jika Johan lebih memilih Dewi? Apakah Susi akan betah nginap si rumah Anna dalam waktu yang tidak jelas?