Mengejar Butiran Tasbih Cinta-Nya

Mengejar Butiran Tasbih Cinta-Nya
Bab 73 - Keistimewaan Wanita Hamil


__ADS_3

"Jadi kalian hanya belanja ini?" tanya Ummi Nayla melihat hasil belanjaan Meizia, padahal tadi menantu nya bercerita dengan semangat bahwa dia berbelanja pakaian bayi. Namun, yang dia bawa hanya dua pasang baju dan satu pasang sepatu.


"Soalnya tadi kamu buru-buru, Ummi," kata Meizia yang kini menikmati menu yang sudah disiapkan oleh ibu mertuanya.


"Loh, bukannya kalian bilang belanja ini di perjalanan pulang?" tanya Ummi Nayla lagi.


"Makanya itu, Ummi, aku buru-buru karena sudah sangat lapar."


Ummi Nayla langsung tergelak mendengar jawaban absurd menantu perempuan nya ini, selama masa kehamilan selera makan Meizia memang menigkat drastis. Bahkan, dua kali porsi Ameer bisa wanita itu habiskan dalam satu kali makan. Namun, berbeda dari kebanyakan wanita hamil lain nya, Meizia tak mengalami kenaikan berat badan yang signifikan.


Wanita itu tidak gemuk, hanya perutnya yang besar. Hal itu membuat semua orang heran sekaligus takjub, apalagi bayi dan kandungan Meizia ada dua.

__ADS_1


"Sepertinya lain kali kalian harus membawa bekal jika ingin keluar rumah," saran Ummi Nayla sembari memperhatikan baju yang Meizia beli. "Ini sangat lucu, pilihan kalian sangat tepat." Lanjutnya.


Sementara Ameer dan Meizia yang mendengar hal itu hanya bisa tertawa kecil. "Pelan-pelan makan nya, Zia," pinta Ameer sembari mengusap sudut bibir sang istri yang belepotan.


"Aku sudah pelan," kata Meizia membela diri. "Tadi timbang, berat badan ku hampir 70kg."


"Tapi kamu masih seksi loh, Mei, bikin Ummi iri. Dulu pas Ummi hamil itu udah kaya bayi gajah, gemuk," ujar Ummi Nayla dan kini Ameer yang tergelak.


"Kenapa?" tanya Ameer.


"Karena wanita yang hamil itu memiliki begitu banyak keistimewaan, Sayang, salah satunya yaitu malaikat beristigfar Allah juga mentaatkan baginya setiap hari dengan 1000 kebaikan dan menghapuskan 1000 kejahatan darinya. Sholat wanita hamil lebih utama daripada wanita yang tidak hamil,

__ADS_1


Keistimewaan tersebut diberikan karena wanita yang mengandung membawa janin dalam perutnya. Tentu saja sang janin ikut serta saat ibunya menunaikan ibadah sholat, mendengarkan bacaan-bacaan sholat. Dan masih banyak keistimewaan yang lain."


"Itu sungguh indah," sahut Meizia dengan wajah yang semakin berseri. Berharap ia termasuk dalam golongan wanita yang sungguh dimuliakan itu.


"Islam begitu menghormati, mengapresiasi dan memuliakan wanita hamil, Sayang," sambung Ummi Nayla. "Oleh karena itu, bersabar lah atas kesulitan semasa hamil atau rasa sakit saat akan melahirkan. Inysaallah, Allah sudah menyiapkan pahala yang berkali-kali lipat lebih besar dari kesulitan dan rasa sakit itu."


"Aamiin ya Allah." Meizia langsung mengaminkan dengan cepat, sebab memang itu yang ia harapkan. Kebaikan dari Rabb-nya.


"Rasulullah pernah berwasiat kepada putri beliau, yaitu Fatimah Azzahra. “Wahai Fatimah, apabila wanita mengandung, malaikat memohonkan ampunan baginya, dan Allah menetapkan baginya setiap hari seribu kebaikan serta melebur seribu kejelekan. Ketika wanita merasa sakit akan melahirkan, Allah menetapkan pahala baginya sama dengan pahala para pejuang di jalan Allah. Jika dia melahirkan kandungannya, bersihlah dosa-dosanya seperti ketika dia dilahirkan dari kandungan ibunya. Bila meninggal ketika melahirkan, dia tidak akan membawa dosa sedikit pun. Di dalam kubur akan mendapatkan pertamanan indah yang merupakan bagian dari taman surga. Allah memberikan pahala kepadanya sama dengan pahalah seribu orang yang melaksanakan ibadah haji dan umrah, dan seribu malaikat memohonkan ampunan baginya hingga hari Kiamat”.


"Nah, sekarang apakah berat badan dan bentuk badan masih penting bagi orang hamil?"

__ADS_1


"Tidak sama sekali," sahut Meizia dengan cepat sambil tersenyum lembut. Meizia mengusap kandungannya. "Semoga dosa-dosa ku yang dulu terhapus dengan melahirkan kalian, Sayang. Semoga Ibu menjadi wanita yang mulai seperti yang Rasul katakan."


__ADS_2