Mengejar Cinta Pak Duda

Mengejar Cinta Pak Duda
Mengejar Cinta Pak Duda 14


__ADS_3

Sudah hampir 2 jam Nesya mengurung dirinya di dalam kamar. Hal itu membuat Fio merasa sangat khawatir. Dia takut akan terjadi sesuatu kepada anak itu.


"Ines, buka pintunya, Sayang," bujuk Fio dengan mengetuk pintunya.


Sudah berulang kali Fio membujuk Nesya agar mau keluar, tetapi nyatanya Nesya tak memperdulikan panggilan Fio dan tetap mengunci diri di dalam kamar.


Luna yang berada didepan pintu Nesya pun juga tak kalah khawatir dengan Nesya yang tiba-tiba mengurung diri di kamar.


"Mbak Luna, sebenernya apa yang terjadi kepada Nesya sehingga dia sampai seperti ini Karena ini adalah pertama kalinya dia seperti ini?" tanya Fio dengan kepanikannya.


Luna sendiri tidak tahu ada ada dengan Nesya, dia juga bingung.


"Aku tidak tahu. Aku hanya ingin menghiburnya saja saat dia menanyakan tentang ibunya," jelas Luna.


"Apa?" pekik Fio. "Terus mbak Luna bilang apa?" tanya Fio dengan nada tinggi.


"Apaan sih kamu! Gak sopan kencang-kenceng sampai muncrat ludahnya," gerutu Luna kesal.


"Jangan bilang kalau mbak Luna mengatakan kepada Nesya kalau bundanya udah meninggoy, ya!" tebak Fio pasti.


Dengan santai Luna menjawab dengan santa. "Jadi mau aku jawab gimana? kan emang bener kalau ibunya udah meninggal," timpal Luna tanpa merasa bersalah.


"Mbak LUNA!" teriak Fio dengan keras. "Kenapa malah dibilang sih?"

__ADS_1


Fio segera mencari ponselnya untuk segera menghubungi Sakya. Melihat apa yang telah di lakukan oleh Luna, Fio yakin jika saat ini Nesya sedang shock dan sangat terpukul.


Luna yang terus mengikuti Fio saat menghubungi Sakya pun merasa heran. Apakah kondisi saat ini sedang darurat?


"Fi, ada apa?" tanya Luna dengan ikut panik.


Fio menatap Luna dengan jengah. Mentang-mentang Luna adalah mantan Sakya dia bisa berbuat sesuka hatinya sendiri tanpa tahu apa-apa.


"Mbak Luna tahu tidak, kalau mbak Luna sudah membuat kesalahan. Aku sebagai pengasuh dari Nesya, tidak pernah berani untuk mengatakan jika Bundanya telah tiada. Tetapi mengapa Mbak Luna dengan lancang mengatakan itu kepada Luna? Dedangkan pak Sakya sendiri pun juga masih merahasiakan tentang kepergian mbak Sarah. Pak Sakya belum bisa menjelaskan semua ini kepada Nesya, tetapi mengapa Mbak Luna malah mengatakan kepada Nesya?" Fio terlihat sangat besar.


"Pokoknya kalau terjadi sesuatu kepada Nesya, Mbak Luna harus bertanggung jawab!" ancam Fio.


Luna masih terpaku belum bisa mencerna apa yang dikatakan oleh Fio. Bahkan Luna juga tidak menyangka jika apa yang dia katakan kepada Nesy akan berdampak seperti ini.


Satu jam telah berlalu, mobil Sakya sudah berhenti di depan rumahnya. Dengan langkah cepat Sakya segera menuju ke lantai atas di mana kamar Nesya berada.


"Bagaimana dengan Nesya?" tanya Sakya segera.


"Pak Sakya."


"Mas Sakya."


Kedua wanita itu berharap jika Nesya mau membuka pintunya jadi karena sudah 3 jam berlalu Nesya mengurung dirinya di kamar.

__ADS_1


"Pak ... sudah 3 jam Ines mengurung dirinya di dalam kamar. Aku takut jika terjadi sesuatu kepada dirinya," kata Fio dengan wajah yang sudah ketahuan.


"Kamu tenang dulu, aku akan dobrak pintunya," ucap Sakya.


Dengan sisa kekuatan yang dimiliki oleh Sakya, pintu di dobrak dengan kuat. Alhasil hanya dengan satu dobrak pintu langsung terbuka.


"Ya ampun ... pak duren kuat banget sih tenaganya," batin Fio


Saat pintu telah dibuka, terlihat tubuh mungil itu berada diatas tempat tidur dengan sisa tangisan. Bahunya naik turun hingga sesenggukan.


"Ines, Sayang kamu kamu kenapa, Nak? Ini ayah, sayang." Sakya segera memeluk tubuh anaknya dengan rasa ketakutan.


Fio dan juga Luna hanya bisa membisu saat melihat keadaan Nesya. Terlebih untuk Luna yang tidak bisa berkata apa-apa lagi. Semua adalah kesalahan dirinya. Namun, Luna menepis rasa bersalahnya.


"Fi, aku ingin bicara denganmu!"


Fio melirik Luna yang berdiri disampingnya. "Ya sudah bicara saja," kata Fio dengan nada sinis.


"Tapi tidak disini!"


Fio menautkan alisnya dan kembali berbisik. "Apakah mbak Luna menginginkan aku yang harus bertanggung jawab atas kejadian ini? Jika hanya ingin membicarakan masalah ini, maaf aku tidak mau."


"Kamu bicara apa? Dasar kebanyakan nonton sinetron ikan terbang!" cibir Luna.

__ADS_1


Fio yang tidak terima atas cibiran Luna merasa tertantang dan mengajak Luna untuk keluar.


"Sinetron ikan terbang, sinetron apaan sih?" batin Fio.


__ADS_2