Mengejar Cinta Pak Duda

Mengejar Cinta Pak Duda
Mengejar Cinta Pak Duda 40


__ADS_3

Sama seperti hari-hari yang telah berlalu. Seseorang dengan derap nyaring telah memasuki sebuah ruangan, dimana Nadine berada. Namun, kali ini matanya dibuat terbelalak saat melihat ruang itu kosong tak menampilkan sosok Nadine yang lusuh. "Dimana wanita tua itu?"


Dari arah belakang. BUGG!!


Satu pukulan mampu menumbangkan sosok yang sok misterius dengan pakaian serba hitamnya. Merasa sangat puas, Nadine segera menyeret dan mengingatnya. "Beraninya kamu bermain denganku. Rasakan akibatnya!"


Setelah selesai mengikat, dengan perlahan Nadine membuka masker yang menutupi wajahnya. Terlihat tidak asing. Mata Nadine melotot saat melihat sosok wanita yang ada didepannya saat ini. "Dasar kau wanita tak tahu diitung!"


Nadine sangat geram saat melihat Luna yang ada di depannya saat ini. Wanita yang ingin dia gunakan sebagai alat, ternyata malah berani menculiknya. "Kau lihat saja apa yang akan aku lakukan!" Nadine tersenyum smirk kemudian meninggalkan ruang tersebut. Keluar dari ruangan tersebut membuat Nadine bisa menghirup udara segar lagi. Namun, relung hatinya terasa sesak saat mengingat apa yang telah terjadi kepada Nesya. Tidak akan mungkin dia kembali ke rumah Sakya. Akan diletakkan dimana wajahnya setelah menghilang untuk waktu yang lama, terlebih apa yang menimpa Nesya adalah kecerobohannya. "Tidak. Aku tidak mungkin kembali kesana."


*****


Mengawali hari barunya untuk kembali lagi ke sekolah, Nesya terlihat sangat bahagia. Meskipun dia tidak mengingat jika dia telah sekolah dan memiliki banyak teman, tetapi Nesya tetap bersemangat.


Perlahan, Fio juga sudah bisa memasak meskipun masih harus belajar lagi dan lagi. Semua itu berkat bantuan Sakya yang mengajarinya memasak.

__ADS_1


"Tara ... aunty udah siap," kata Fio dengan bangga. Sebuh ayam goreng dan sop untuk Nesya telah terhidang diatas meja. Tak lupa Fio juga menyiapkan secangkir kopi untuk Sakya.


"Makan yang banyak, karena hari ini adalah hari pertama kamu masuk sekolah lagi," ujq4 Fio.


Nesya tersenyum bahagia. "Terimakasih Aunty. Ines mau ayam goreng."


Mata Sakya terus meneliti setiap gerakan Fio yang meladeni Nesya dengan telaten. Bahkan Sakya juga melihat sebuah ketulusan di hati Fio. pemandangan yang dia lihat sudah seperti sebuah keluarga kecil yang harmonis. Akan merasa sangat bersalah lagi jika Sakya mengabaikan perasaannya.


"Fi, nanti malam setelah pulang kerja, aku ingin berbicara denganmu," kata Sakya.


"Sekarang aku mau kerja. Kamu mau aku terlambat masuk kerja?"


Fio menggeleng pelan dengan tawa kecilnya. "Tidak Pak."


Saat hati Fio sedang berbunga, tiba-tiba dia diterkejutkan dengan sebuah pesan dari ibunya yang mengatakan jika Daniel tidak pulang selama dua hari. Bahkan keluarga Karina juga menanyakan keberadaan anaknya kepada ibu Fio. Dengan mata yang membulat Fio menelan kasar salivanya.

__ADS_1


"Fi, kamu kenapa?" tanya Sakya saat melihat ekspresi Fio telah berbeda.


"Daniel, Pak. Daniel kabur," lirih Fio.


Meskipun merasa sangat terkejut, Sakya berusaha untuk bersikap normal. "Besok juga pulang sendiri. Aku tahu bagaimana anak zaman sekarang. Mereka hanya sedang menggertak orang tuanya."


"Pak Sakya kok gitu. Kalau beneran Daniel kawin lari gimana? Kasihan Karina, Pak."


"Itu sudah menjadi konsekuensinya.. Siapa suruh main belakang?"


Fio menatap Sakya dengan hati kesal. Jika tidak teringat tugas dan kewajiban untuk mengurus Nesya, mungkin saat ini Fio sudah berlari keluar untuk mencari Daniel.


*****


Halo-halo siapa yang belum baca Novel Ranjang Big Bos punya Nitta Siregar? Yang belum baca, segera baca ya! Ceritanya makin seru!

__ADS_1



__ADS_2