Mengejar Cinta Pak Duda

Mengejar Cinta Pak Duda
Mengejar Cinta Pak Duda 44


__ADS_3

"Nenek." Satu kata yang terucap dari bibir Nesya.


Bola mata kecil itu membuat lebar saat melihat nenek yang selama ini dirindukan. Nesya segera memeluk tubuh Nadine yang sudah terlihat lemah tak berdaya.


"Nesya, kamu sudah sadar, Nak." Begitu juga Nadine yang membalas pelukan Nesya.


Nadine tidak mengerti mengapa Luna juga menyekap Nesya bocah yang tidak tahu apa-apa. Dalam hati Nadine merasa sangat bersalah kepada Sakya karena pernah menyuruh Sakya untuk menikah dengan Luna. Namun lihatlah, wajah Luna yang sebenarnya saat ini. Topengnya terlalu cantik hingga orang lain tidak bisa melihat wajah aslinya.


"Nenek, kita berada dimana?" tanya Nesya bingung saat melihat gimana saat ini dia berada. Tempat yang gelap dan kotor. Bahkan sarang laba-laba pun menggantung di mana-mana. "Nenek, Ines takut," lanjutnya lagi dengan bergidik ngeri melihat keadaan sekitar.


"Mengapa kamu bisa bersama dengan Luna, Sayang?" Mata Nadine menatap tubuh mungil itu yang sedang ketakutan. "Kita sedang disekap oleh wanita jahat itu, Sayang," lanjutnya lagi.


"Wanita jahat?" Nesya membeo.


"Iya. Luna itu wanita jahat yang sudah menyekap nenek dan dia juga yang telah menyebabkan kamu kecelakaan, Nak."


Tangan Nesya langsung memengagi kepalanya yang terasa sangat sakit luar biasa. Sekelebat bayangan hitam samar-samar menyiksa kepala. Nesya hanya bisa meringis kesakitan. "Aduh Nek, sakit." Berulang kaki Nesya hanya bisa mengaduh kesakitan.


Nadine sangat terkejut dengan keadaan Nesya. Bahkan Nadine juga berteriak keras untuk meminta tolong. Namun semua itu hanya sia-sia karena nyatanya tak akan ada satu orang pun yang akan mendengarkan teriakannya.


"Kamu kenapa Nak? Ada apa denganmu?" Nadine panik saat menghadapi Nesya yang sangat kesakitan. Hanya pelukan erat yang bisa diberikan Nadine untuk Nesya.


"Ya Allah ... Nesya kamu kenapa, Sayang." Nadine ikut menangis ketika Nesya tak hentinya mengadu kesakitan.


"Sakit Nek, sakit ...," rengeknya.


***

__ADS_1


Sudah pukul satu siang, tetapi belum ada tanda-tanda Nesya dan Luna pulang ke rumah. Fio merasa sangat khawatir akan terjadi sesuatu kepada Nesya. Bahkan Fio juga merengek kepada Sakya untuk mencarinya ke sekolahan.


"Kamu tenang dulu, kita cari mereka." Sakya sudah menyambar kunci mobilnya.


Sudah berulang kali Sakya menghubungi Luna tetapi, tidak ada jawaban dari Luna. Dan sekarang nomor Luna sudah tidak bisa dihubungi lagi.


"Pergi kemana mereka, kenapa gak bilang dan gak biasa dihubungi?" Sakya berusaha untuk mempercepat laju mobilnya.


"Pak, gimana kalau mbak Luna macam-macam sama Ines? Secara malam tadi dia ...." Fio tak melanjutkan ucapannya. Dia terus menggigit jari kukunya.


Sakya hanya melirik sekilas kearah Fio. Bisa jadi apa yang diucapkan oleh Fio itu ada benarnya. Luna yang sakit hati, bisa saja nekat untuk mencelakai Nesya. Ingin membenarkan ucapan Fio, tetapi Sakya malas untuk membahas masalah tadi malam.


"Pak Sakya, cepat dong!"


"Ini juga udah cepat."


Tak ada satupun lagi yang tertinggal, bahkan pintu gerbang juga sudah dikunci. Itu tandanya sudah tidak ada siapa-siapa lagi di sekolahan.


"Pak Sakya, gimana ini? Nesya udah gak ada disini?" panik Fio pecah saat tak menemukan Nesya di sekolahannaya. "Semua ini salahku. Aku membiarkan mbak Luna mengantarkan Ines tanpa memikirkan akibatnya," sesal Fio sambil menitikkan air matanya.


"Sudahlah, kita cari lagi. Semoga saja Luna hanya membawa Nesya jalan-jalan."


Mobil pun melesat cepat meninggalkan tempat itu. Tujuan utama Sakya adalah pusat pembelanjaan terbesar yang sering di kunjungi oleh Luna. Namun, mencari seseorang dalam kerumunan jenis manusia di Mall sama seperti orang gila. Seberapa berusaha tak akan bisa menemukan dua orang dengan mudah.


"Kita laporan posisi saja, Pak!" saran Fio saat mereka telah putus asa.


"Kamu kira lapor polisi itu gampang? Kita harus tunggu 2 x 24 jam, baru bisa dinyatakan hilang," jelas Sakya.

__ADS_1


"Ines, kamu dimana?" teriak Fio kencang.


****


Halo-halo, sambil nunggu novel ini up, mampir dulu ke Novel salah satu teman aku ya.


Judul Novel : CINTA DIATAS PERJANJIAN


Author : ENIS SUDRAJAT


Blurb :


Janji hati Raditya dan Andhini, sampai pada kebahagiaan pernikahan, paska Andhini di wisuda mereka melangsungkan pernikahan mewah yang di cita-citakan.


Berjalannya waktu tak ada yang lain selain kebahagiaan dan kedua orangtua mereka yang bangga dengan keharmonisan rumah tangga anaknya, Tahun berganti, Andhini mulai gelisah dengan keadaan dirinya yang belum menunjukkan adanya perubahan di tubuhnya, Andhini menginginkan anak dan semua itu membuatnya begitu cemas hingga jatuh sakit.


Dalam keadaan sakit Andhini dirawat seorang perawat yang di ambil dari yayasan yatim-piatu bernama Karina. Dari kedekatan mereka timbul niat Andhini menjodohkan suaminya dengan Karina, dan menghasilkan satu kesepakatan diatas kertas.


Terkadang cinta memang tak ada logika, sanggup melawan arus dan menerjang rintangan apapun, apalah artinya kekayaan kalau tak memberinya kenyaman.


Apa Karina juga mau menerima tawaran untuk mengubah kehidupannya?


~ Andhini : 'terkadang atas nama cinta seseorang harus rela berkorban, walaupun itu sesuatu yang sangat dicintainya.'


~ Raditya : sanggupkah aku menjalani apa yang diminta istri tercintanya? walaupun itu di luar kewajaran.'


__ADS_1


__ADS_2