
* pagi hari di mansion keluarga Nixon *
Setelah bersiap siap untuk berangkat ke kantor, Elsie turun ke lantai satu. Ia turun menggunakan lift yang ada di mansion Nixon. Karna kamar yang ia tempati berada di lantai tiga, jadi ia memilih untuk turun menggunakan lift.
"Pagi ma, pa. " Elsie menyapa mertuanya yang sedang duduk di ruang makan.
"Pagi sayang. "Jawab papa Nev yang sedang membaca koran sembari ditemani secangkir kopi.
"Pagi sayangnya mama.. " mama Nev juga menjawab sapaan El, sambil tersenyum manis kepadanya.
"Ayo sayang, kita sarapan dulu. " mama Nev menyuruh untuk memulai sarapan.
Mereka mulai mengambil makanan, mama Ren mengambilkan nasi beserta lauk pauk untuk papa Agam terlebih dahulu.
"El, nanti kamu kekantor bawa supir aja ya sayang. Biar gak capek nyetir sendiri. " mama Ren memberikan saran pada Elsie.
"Ah, gak perlu ma. El sudah terbiasa nyetir sendiri kok. " tolak El secara halus. Pasalnya ia memang sudah terbiasa nyetir sendiri.
"Memangnya Nev gak pernah nganterin kamu ke kantor ya sayang? " tanya mama Ren kembali. Sedangkan papa Agam hanya menjadi pendengar setia percakapan antara dua wanita di hadapannya ini.
"Selama ini belom sih ma. Memangnya kenapa ma? " Elsie merasa aneh dengan pertanyaan mertuanya itu.
"Anak itu memang gak ada romantis romantisnya sama sekali. Masak selama nikah belum pernah nganterin istrinya ke kantor. " ujar mama Ren dengan raut wajah kecewa.
Elsie yang mengerti kekecewaan mama mertuanya itu pun, lekas memberikan pengertian.
"Ma.. Aku sama kak Nev kan sama sama bekerja, jadi gak perlu lah harus bermanja diri dengan diantar kak Nev kemana mana. " jelas El sambil menggenggam tangan mama Ren.
Mama Ren pun menanggapi dengan senyuman lebar.
"Iya sayang, mama bangga sekali sama El. Mama yakin kaluarga kalian akan senantiasa dilimpahi kebahagiaan sayang. " doa tulus mama Ren untuk keluarga anak anaknya.
"Amin.. " papa Agam mengaminkan doa istrinya tersebut. Namun raut wajah El malah terlihat sendu, sebab ia tau bahwa pernikahan yang sedang ia jalani hanyalah sebuah kesepakatan dan karna permintaan orang tuanya.
__ADS_1
Setelah selesai sarapan, El segera pamit kepada kedua mertuanya. Dengan sigap ia mengendarai mobil kesayangan nya, menembus padatnya jalanan ibu kota.
* perusahaan STcorp *
Tok
Tok
Tok
"Masuk" El mempersilahkan masuk seseorang yang mengetuk pintu ruangannya.
"Permisi nona, ini file - file yang harus anda bawa untuk metting kita selanjutnya. " ucap Lisa sekertaris ayah El yang memang sering membantu pekerjaan Elsie.
"Trimakasih Lisa, akan aku pelajari dulu. Kalau sudah siap semua, aku akan memanggilmu. " kemudian El mulai membuka file itu.
"Baik lah nona, saya permisi. " lalu Lisa berlalu dari ruangan Elsie.
* Ruang metting *
Dia nampak begitu kagum akan sosok Elsie, senyuman tipis senantiasa menebar dari raut wajahnya.
' Jadi ini wanitanya, sangat menarik. Pantas saja, dia mudah sekali melupakan ****** itu. Dan sepertinya wanita ini lebih berkelas.' batin pria tersebut.
Ketika kesepakatan sudah didapat, metting pun usai. El kembali sibuk dengan pekerjaannya. Hingga tak terasa hari sudah petang, karyawan di kantor ayah Elsie STcorp, satu persatu sudah mulai berpulangan.
Elsie yang masih ingin merampungkan pekerjaannya, yang hanya tinggal sedikit lagi pun tiba - tiba kaget dengan suara dering ponselnya.
Kring.. Kring...
Seketika El mengambil benda pipih itu dari meja kerjanya. Dilihat nama sahabatnya Vindy terpampang di layar hp, dengan segera ia menggeser tombol hijau.
Percakapan telfon.
__ADS_1
Elsie : "halo beb.. "
Vindy : "halo... Beb, kamu udah pulang kantor belom? "
Elsie : "bentar lagi nih beb, ada apa emangnya? "
Vindy : "aku mau ketemu sama kamu, bisa nggak? "
Elsie : "bisa kok, nanti habis pulang kerja ya. Mau ketemu dimana beb? "
Vindy : "di cafe biasa kita kumpul aja beb. "
Elsie : "oke beb,, nanti kalo udah otw aku kabarin ya beb. "
Vindy : "siap sayangku. Bye!! "
Elsie : "bye.. "
Setelah menyelesaikan pekerjaannya, Elsie pun segera membereskan barang barangnya. Lalu ia menuju cafe dimana tempat ia janjian sama bestie nya Vindy.
Selama perjalanan ia sedikit penasaran dengan tujuan Vindy mengajaknya ketemuan. Tapi ia enggan bertanya ditelfon tadi, El akan mengetahuinya setelah tiba dilokasi.
•
•
•
•
•
•
__ADS_1
•
Terimakasih temen temen udah mapir di novel pertama mamayo. Minta dukungannya ya buat klik like, coment, dan jangan lupa tap love 💙 untuk menambahkan ke rak favorit kalian. See you next episode.