
Sore berganti malam pun menyambut, setelah seharian El sibuk bekerja tiba saatnya ia mengistirahatkan tubuhnya. Ia baru teringat, bahwa sejak semalam belum menghubungi suaminya lagi.
El mengambil handphone yang terletak di atas nakas, mencoba untuk menghubungi suaminya itu. Namun sayang sekali nomer sang suami tidak aktif, karna tidak mau ambil pusing El memutuskan untuk tidur.
Ketika sudah terlelap tidur, El mulai terusik karna merasa ada yang menimpa tubuhnya. Dalam remang cahaya malam tanpa lampu, El mencoba menelisik disekitarnya.
Begitu kagetnya dia saat di dapati seseorang tidur disebelahnya sambil memeluk pinggangnya.
"Aaaaaa....!!!!! " karna reflek El menendang tubuh itu dengan kuat.
"Auuwhh.. "Ringis orang itu. Dengan cepat El menyalakan lampu menggunakan remot yang ada di atas nakas.
"Astaga!!! Kak Nev. " El segera menghampiri Nev yang sedang menahan sakit karna perutnya kena tendangan maut dari sang istri.
"Apa yang kau lakukan Elsie?? " Nev memegangi perutnya yang terasa sesak.
"Maafkan aku kak Nev, aku tidak tau kalau itu tadi kau. Lagian kenapa kakak pulangnya malam sekali? " sahut El sembari menolong Nev untuk berdiri.
"Aku sudah sampai dikota ini dari tadi siang. Hanya saja ada pekerjaan yang harus aku selesaikan dikantor. " tutur Nev yang sudah kembali duduk diranjang.
__ADS_1
"Kenapa nomer kak Nev tidak bisa aku hubungi tadi? " El mengambil kan air minum untuk suaminya. Lalu Nev menerimanya.
"Handphone ku lowbat, itu baru ku cash. " ujar Nev yang ekor matanya mengarah ke handphone nya.
"Yasudah kita tidur, aku lelah sekali. " Nev berbalik badan membelakangi El, yang tak lama ia terlelap. Sedangkan El masih saja memandangi punggung suami tampannya itu. Pikirannya kembali melalang buana entah kemana.
' Mau sampai kapan aku menjalani pernikahan seperti ini? Akankah pernikahanku ini benar benar berakhir setelah satu tahun? Kalau memang kak Nev sudah kembali dengan Mesha orang yang dia cintai, maka aku siap untuk pergi. '
Tak terasa air mata El pun jatuh membasahi pipi. Dan pria disamping El ternyata belum sepenuhnya terlelap, sehingga masih mendengar isak tangis El.
'Maafkan aku El, karna belom bisa mencintaimu sepenuhnya. Karna aku harus membalas sakit hatiku kepada mereka yang menyakitiku.' ujar kata hati Nev yang sebenarnya terasa sakit mendengar tangisan istrinya.
* perusahaan Nixon Grub *
Tiba - tiba saja ia teringat akan suatu hal, dengan sigap Nev mengambil handphone nya, lalu terlihat ia mengirim pesan untuk seseorang. Setelah itu ia memanggil Riko sekertaris nya.
"Permisi tuan, ada yang bisa saya bantu? " Riko memasuki ruangan sang presdir Nixon Grub.
"Kemarilah Riko! " perintah Nev. Dengan sigap Riko berjalan ke arah bos nya itu.
__ADS_1
" Bawa berkas berkas ini, dan berikan kepada manager keuangan. Semuanya sudah selesai ku periksa. " Nev menyerahkan beberapa berkas kepada Riko.
"Baik tuan muda, saya permisi. " Riko pun pamit undur diri.
Tak lama setelah Riko pergi, pintu ruang kerja Nev di ketuk kembali. Karna Nev mengira itu adalah Riko, jadi ia mempersilahkan masuk.
"Kamu !!! Ada apa kemari? "
•
•
•
•
•
•
__ADS_1
•
Terimakasih temen temen udah mapir di novel pertama mamayo. Minta dukungannya ya buat klik like, coment, dan jangan lupa tap love 💙 untuk menambahkan ke rak favorit kalian. See you next episode.