MENIKAHI CALON SUAMI SAHABATKU

MENIKAHI CALON SUAMI SAHABATKU
BAB 72 SERANGAN DADAKAN


__ADS_3

Mini mencari cari keberadaan Yuni disekitar rumah belakang, namun tak kunjung jumpa.


"Kak, maaf mau nanya. Kakak lihat bu Yuni gak ya? " tanya nya pada pelayan senior yang kebetulan ada ditaman belakang.


"Enggak, eh omong omong kamu siapa? Kok aku baru lihat sih? " tanya pelayan senior itu penasaran.


"Perkenalkan nama saya Mini kak, saya pelayan baru disini. Dan baru hari ini saya diterima kerja. " terang Mini.


"Oh, anak baru to. " jawab nya singkat dan sedikit jutek.


"Ya sudah, kalau begitu saya permisi kak. "


"Hem. " sahut nya dengan nada judes.


Mini tak menghiraukan tanggapan seniornya itu, ia memilih untuk melanjutkan pencarian nya, dan ternyata bu Yuni sedang ada didekat kolam renang. Ia sedang memantau orang orang yang menguras air di kolam renang.


"Bu Yuni. "


"Iya Mini, kamu sudah bersiap? " tanya nya.


"Bu Yuni sudah tau kalau kita di beri tugas untuk menemani menantu nya nyonyah ke rumah sakit? "


"Iya, tadi nyonya besar sudah memberi tahu. Kamu sudah siap? "


"Sudah bu. "


"Ya udah, ayo kita tunggu nyonya muda di basemen. "


Mereka menunggu Elsie di garasi, dan tak lama kemudian Elsie datang.


Internasional Hospital


Sesampainya dirumah sakit, Elsie segera menuju keruangan dokter Luna. Dan disana dokter sudah menunggu nya.


"Apa kabar nyonya Elsie? " tanya dokter Luna sambil menjabat tangan Elsie.


"Saya baik dok. "


"Baik lah, sekarang kita langsung periksa saja ya. "


Dokter Luna mempersilahkan El untuk berbaring dibrankar periksa pasien. Kemudian ia memeriksa dentak jantung janin, mengukur tinggi fundus, memeriksa posisi janin. Dan yang terakhir memeriksa kondisi ketuban dengan cara usg empat dimensi.


"Semuanya dalam kondisi baik kok, hanya tinggal menunggu hari nya saja, kapan sidedek mau keluar. "


Mendengar penjelasan dokter Luna membuat Elsie dapat tersenyum lega.


"Terimakasih banyak ya dok? "


"Sama sama, apakah vitamin yang dirumah masih ada? "


"Masih dok. "


" Kalau begitu dilanjutkan saja vitamin nya itu. Jangan lupa untuk sering jalan pagi dan senam hamil ya. "


"Baik dokter, terimakasih. "


Karna dirasa sudah selesai pemeriksaan nya, El dan rombongan nya pun kembali pulang. Seperti pesan nyonya besar, mereka tidak mampir kemana mana lagi.


Namun saat sedang di perjalanan , tepat nya dijalan yang lumayan sepi. Tiba tiba saja mobil yang dikendarai Elsie dihadang oleh sekelompok orang orang yang memakai penutup wajah.


Karna reflek, sopir mobil nya El mengerem mendadak.

__ADS_1


Cchiiitttt...


"Auwh... " rintih El saat merasa terkejut.


"Ada apa sih pak? " tanya bu Yuni yang juga merasa kaget.


"Itu lho bu, mobil kita dihadang oleh orang orang yang gak dikenal. " terang pak supir pada bu Yuni.


"Lhoh, siapa mereka pak? "


"Saya juga gak tau bu Yun. "


Saat itu El dan rombongan nya menggunakan dua mobil, mobil pertama di isi El, sopir, bu Yuni dan Mini.


Mobil kedua isi nya full para pengawal. Dan saat mengetahui kejadian itu, para pengawal maju lebih dulu, mereka sudah berk3l4hi diluar mobil. Sedang kan Elsie pak sopir dan bu Yuni sudah merasakan ketakutan yang luar biasa.


Akan tetapi tidak untuk gadis yang duduk disamping Elsie, dia sudah dalam kondisi siap apabila musuh sampai mendekati mobil yang mereka tumpangi.


Pengawal sedikit kecolongan, ada salah satu diantara penjahat itu yang mendekati mobil Elsie. Pria bertopeng itu memukul kaca mobil bagian depan menggunakan tongkat besi.


Pyyaarr...


Suara kaca mobil pecah, untung saja pecahan nya tidak sampai mengenai pak sopir dan bu Yuni yang saat itu duduk didepan.


"Keluar kalian !! " teriak pria itu dengan sangat lantang.


Elsie mulai merasakan mules diperutnya, namun karna rasa takut nya yang lebih besar. Ia hanya bisa menahan rasa sakit itu, tanpa mau memberi tahu bu Yuni atau pun Mini.


"Keluar, atau akan kupaksa kalian semua untuk keluar dari mobil ini. " teriak pria itu lagi.


Mini yang saat itu sudah merasa geram, akhirnya tak dapat menahan dirinya lagi.


"Nyonya muda, saya akan keluar dan menghadapi nya. Apapun yang terjadi, jangan sekali sekali kalian membuka pintu. Kalau nanti ada kesempatan untuk lari dari tempat ini, segera bawa nyonya muda kerumah sakit lagi. "


Ternyata dari tadi Mini memperhatikan gerak gerik Elsie, ia tahu bahwa nyonya muda nya ini sedang merasa kesakitan.


Mendengar penuturan Mini, membuat sopir dan bu Yuni menoleh ke arah Elsie.


"Nyonya muda, nyonya kenapa? Apa yang dirasakan? " bu Yuni mencoba bertanya pada Elsie.


"Saya tidak apa apa bu. "


"Ya sudah kalau begitu saya keluar dulu ya. Ingat jangan buka pintu mobil. "


"Tapi Mini,.. " ucapan Elsie terhenti saat Mini tiba tiba saja langsung keluar dari mobil.


Dan kini ia sedang berhadapan dengan pria bertopeng itu.


"Siapa kalian? Kenapa kalian mengganggu kami? " ucap Mini lantang. Para pria bertopeng itu menggunakan senjata tajam, sehingga banyak melukai para pengawal yang mengawal mereka.


"Banyak omong ! " sahut penjahat itu, lalu..


Hiyyaa.. Bugh.. Bugh..


Satu persatu penjahat itu dilumpuhkan Mini, dan perk³l@h¹an itu dimenangkan oleh Mini dengan mudahnya.


Melihat semua musuhnya sudah tumbahng, para pengawal itu pun segera menangkap mereka. Dan Mini juga menangkap satu orang penjahat, yang diduga sebagai pimpinan dari yang lain nya.


"Siapa yang menyuruh kalian? "


"Katakan siapa !! " sentak Mini pada pria itu.

__ADS_1


"A aku tidak tau. Dia hanya membayar kami, dan dia menyebut diri nya sebagai mr. X, sungguh kami tidak tau siapa dia. " sahut pria itu.


Karna pertanyaan itu membuat Mini sedikit lengah, dan hal itu dipakai nya untuk melepaskan diri dari cengkraman Mini.


Para penjahat lain nya pun ikut melarikan diri. Dan saat ini yang ada dipikiran Mini bukan lah mengejar mereka. Melainkan membawa nyonya muda nya untuk kembali ke rumah sakit. Mini berbicara kepada semua pengawal yang masih sedikit bingung, kenapa penjahat itu bisa lari dari cengkraman mereka semua.


"Kalian semua, yang terpenting saat ini adalah nyonya muda, sepertinya beliau saat ini sedang mengalami kontraksi. Jadi lebih baik kita bawa nyonya muda ke rumah sakit lagi. "


"Baiklah, ayo! " jawab salah satunya.


Dengan cepat Mini masuk kembali kedalam mobil, namun saat ia masuk ke mobil, betapa terkejutnya ia. Ternyata Elsie sudah bercucuran keringat. Terlihat sekali ia sedang menahan sakit.


"Nyonya muda, tahan dulu nyonya. Kita akan segera kerumah sakit lagi. "


"Ayo pak kita segera kerumah sakit. " ucap Mini panik.


"Tapi Mini, mobil ini sudah rusak. Kita tidak mungkin membawa mobil ini untuk kerumah sakit. " sahut bu Yuni.


"Astaga, kenapa aku sampai melupakannya. Kita pakai saja mobil pengawal. " Mini langsung keluar lagi dari mobil, ia menghampiri pengawal yang sudah ada di dalam mobil.


"Pak. "


Tok, tok, tok..


Mini mengetuk kaca mobil pengawal.


"Ada apa kak? " tanya salah satu diantara nya.


"Aku pinjam mobil ini, karna mobil nyonya kondisinya rusak. "


Dengan sigap mereka semua keluar dari mobil, lalu Mini duduk di kursi kemudi, dan mengambil alih untuk mengemudikan mobil itu.


Sedangkan bu Yuni dan pak sopir membantu Elsie untuk pindah ke mobil pengawal.


Dengan cepat Mini menerobos jalan jalanan padat, ia terus mencari celah membelah padatnya jalanan ibu kota siang itu.


Berkat pengetahuan Mini mencari jalan jalan tikus, membuat mereka lebih cepat sampai ke rumah sakit.


Begitu sampai di Internasional Hospital, Elsie segera mendapatkan penanganan oleh dokter ahli.









...Terimakasih buat para readers yang selalu dukung karya ini. Semoga kalian semua selalu dilimpahkan kebaikan dari Tuhan....


...Selalu dukung karya mamayo ya, dengan klik like, coment, dan tap 💙 untuk menambahkan karya ini ke rak favorit kalian ya....


...Dan jangan lupa hadiahnya ya.. ...


...Thankyou so much 😘😍...

__ADS_1


__ADS_2