MENIKAHI CALON SUAMI SAHABATKU

MENIKAHI CALON SUAMI SAHABATKU
BAB 23 MENGUNJUNGI MESHA


__ADS_3

Dihari berikutnya, tepat nya di ruang presdir Nixon Grub. Nev terlihat sedang sibuk dengan berkas berkas yang menumpuk di atas meja kerjanya. Dan tak lupa Riko sang asisten, senantiasa setia mendampingi tuan mudanya dalam segala hal tentang pekerjaan Nev.


Saat mereka tengah sibuk sibuknya, spontan saja Nev terpikir tentang Mesha.


"Riko, menurutmu apakah aku harus menemui Mesha di kantor polisi? " tanyanya kepada Riko.


"Hem, anda meminta pendapat saya tuan?" tanya Riko balik, sebab ia tidak yakin akan kalimat sibos.


"Ya iya kamu! Siapa lagi diruangan ini yang bernama Riko? Hah! " ucap Nev yang terlihat jengah.


"Maafkan saya tuan muda. " ujar Riko dengan menundukkan setengah badannya. "Tapi kalau menurut saya, lebih baik anda datang saja tuan. Anda bisa mengatakan kepada nona Mesha tentang status anda dengannya, supaya suatu saat nanti kalau nona Mesha sudah bebas. Anda tidak perlu menghawatirkannya lagi. " jelas Riko dengan gamblang, namun benar adanya.


"Begitu ya, baiklah. Kalau begitu saat jam makan siang nanti temani aku kesana. Aku akan bicara dengannya. " ternyata Nev memikirkan perkataan Riko benar juga. Intinya saat ini dia harus menyelesaikan permainannya dengan Mesha, baru setelah itu bisa melanjutkan pencarian Elsie.


Dilain tempat Vindy nampak sibuk merapikan meja kerjanya, ia sudah meminta ijin bosnya untuk keluar sebentar. Seperti yang ia rencana kan di malam sebelumnya, bahwa dia akan menjenguk Mesha sahabatnya di kantor polisi.


"Hei guys, aku tinggal dulu bentar ya. Ada urusan yang harus aku selesaikan. Setelah jam makan siang aku akan kembali lagi. " pamit Vindy dengan teman teman satu divisinya.


"Hati hati Vind. " ucap salah satu dari mereka. Dan akhirnya Vindy menuju kantor polisi, untuk menemui sahabatnya itu.


Dua insan saling duduk berhadapan, suasana masih hening terasa. Sangat jelas tercipta jarak yang sangat luas diantara keduanya. Apalagi pertemuan terakhir mereka berakhir dengan sebuah perdebatan sengit. Dan itu menambah rasa canggung yang tercipta saat ini.


"Apa kabar Me? " akhirnya Vindy mulai membuka obrolan dingin itu.

__ADS_1


"Ada apa kamu kesini? Apakah kau ingin menertawakanku? " bukannya menjawab sapaan Vindy, ternyata Mesha malah terlihat sangat ketus.


"Me, aku mohon maafkan aku. "Ucap Vindy sembari menggenggam tangan bestienya itu. "Maaf untuk apa? " tanya Mesha masih dengan nada juteknya.


"Maafkan aku, karna aku tidak ada dimasa sulitmu. Aku juga tidak bisa berbuat banyak untuk saat ini. Tapi percaya lah Me!! Doa doaku selalu menyertaimu. Jadi berjanjilah untukku, bahwa kau akan selalu kuat dan bisa berubah lebih baik lagi. " tutur Vindy dengan sangat tulus mendoakan sahabatnya itu.


"Sudah tidak ada lagi yang tersisa Vind, aku sudah hancur. Kerja keras ku selama ini sia sia semua, dan aku sudah tidak pantas lagi menjadi sahabatmu. Jadi kau tidak perlu repot repot mendoakanku serta menaruh harapanmu padaku. " sahut Mesha dengan nada dingin dan tatapan kosong.


"Please Mesha, don't talk like that. I'm here for you.. " Vindy menatap lekat wajah Mesha. "I don't need you. " Mesha menggeleng geleng kan kepalanya dengan pandangan yang masih menatap kedepan.


"I'm so sorry.. " akhirnya tak tertahan juga, tangis Vindy pecah. "Aku gak bisa jadi sahabat yang baik untuk kalian. Maafkan aku... " Entah kenapa Vindy merasa sangat bersalah akan kejadian yang menimpa sahabat sahabatnya itu.


"Aku berharap ini semua akan segera berakhir. Aku rindu akan persahabatan kita seperti dulu lagi." ucap Vindy yang masih penuh deraian air mata.


"Tapi aku sudah gak pantes lagi jadi sahabat kalian Vind. Aku bukan Mesha yang dulu lagi. So lupakan semuanya, lupakan tentang persahabatan kita. " sahut Mesha yang langsung menatap lekat wajah Vindy.


"Didalam persahabatan tidak ada yang namanya kasta. Yang ada hanya SALING, KASIH SAYANG dan CINTA. " timpal Vindy kembali. " So, please jangan pernah merasa sendiri lagi. Please, berubah jadi lebih baik lagi. Dan jadikan ini semua sebagai pelajaran kita bersama. Okey" pungkas Vindy yang masih saja menggenggam tangan Mesha.


"I'm sorry Vind, mungkin ini semua adalah karma ku. Beruntung sekali aku berteman dengan kalian. Hanya aku saja yang tidak pernah tau diri. " Vindy tak kuasa mendengar perkataan Mesha, dengan sekejap ia meraih tubuh sahabatnya itu dan memeluknya erat.


"No Mesha, kita semua pasti pernah melakukan kesalahan. No body perfect!! So promise, not to do it again. " Mesha perlahan mengurai pelukan mereka. Kemudian ia tersenyum sambil mengangguk pelan.


Setelah selesai berbincang dengan bestie nya tersebut, Vindy pun berpamitan kepada Mesha. Saat ia hendak keluar dari tempat itu, ia berjumpa dengan Nev diparkiran yang kebetulan baru saja tiba.

__ADS_1


"Kak Nev! " sapa Vindy saat melihat Nev turun dari mobilnya.


"Eh, Vindy. Kau disini? " ucap Nev yang sedikit terkejut. "Ah, iya kak. Aku baru saja mengunjungi Mesha. " jawab Vindy jujur. "Apakah kak Nev juga akan bertemu Mesha? " tanya Vindy.


"Iya, aku akan menemuinya. "Jawab Nev singkat. "Baiklah kalau begitu. " saat Vindy hendak pergi, ia baru teringat akan sesuatu.


"Oh, maaf kak Nev. Apakah kakak sudah ada kabar tentang Elsie? " tanya Vindy dengan antusias berharap ada jawaban yang ia harapkan.


"Sampai saat ini belum. Lalu bagaimana denganmu? " tanya balik Nev. Dan Vindy hanya menjawab dengan gelengan kepala saja. Nampak sekali keduanya berubah raut wajahnya menjadi pias.


Dan akhirnya, Vindy berpamitan lalu Nev melangkahkan kakinya kedalam lapas untuk bertemu Mesha.







__ADS_1



Terimakasih temen temen udah mapir di novel pertama mamayo. Minta dukungannya ya buat klik like, coment, dan jangan lupa tap love 💙 untuk menambahkan ke rak favorit kalian. See you next episode.


__ADS_2