MENIKAHI CALON SUAMI SAHABATKU

MENIKAHI CALON SUAMI SAHABATKU
BAB 81 WEDDING PARTY


__ADS_3

Pagi ini semua keluarga Nixon sudah berkumpul di ruang tengah dengan kondisi yang sudah rapi semua. Acara pemberkatan nikah Vindy dan Richard akan dilaksanakan jam sepuluh nanti. Masih ada waktu sekitar dua jam lagi menjelang puncak acara.


Namun mereka harus berangkat awal karna keluarga Nixon masuk kedalam jajaran anggota keluarga, dimana harus menyambut para tamu yang hadir nanti.


Raut kegembiraan tampak terpancar dari wajah mereka masing masing. Namun tidak bagi Ansen, ia sama sekali belum punya waktu untuk bercerita kepada Nev, Niven bahkan papa nya.


Rasanya seperti memikul beban berat dipundaknya, disatu sisi ia harus tetap waspada. Karna kemungkinan besar musuh mereka akan hadir juga di acara itu nanti.


Sebelum semua nya berangkat ke lokasi, Ansen melihat Nev yang sedang menggendong Arka. Dia menarik Nev lalu menjauhkan nya dari yang lain. Nev pun sedikit bingung, hingga ia berkata pada kakak nya itu.


"Ada apa kak? "


"Aku tidak punya banyak waktu untuk menjelaskan semuanya, tapi aku juga tidak mau mengambil resiko terlalu besar. Jadi aku putus kan untuk berjaga jaga saja. "


"Apa maksudmu kak? " tanya Nev yang semakin bingung.


"Kemungkinan besar musuh akan sangat dekat dengan kita saat dipesta nanti. Sebab kita tidak tau siapa saja yang sebenarnya menjadi musuh selama ini bukan? "


"Iya betul, lalu apa yang akan kakak lakukan? "


"Ikutlah denganku keatas, aku akan memberitahumu. Tapi kau harus menuruti apa pun yang aku lakukan, bagaimana? "


"Baiklah, aku akan berikan Arka pada memi nya dulu. "


Namun Ansen malah mencegah Nev.


"Jangan, biarkan Arka ikut kita karna utama nya adalah dia. Arka yang harus pertama kali kita lindungi, yang kedua Elsie, baru kita semua. Aku sudah mempersiapkan sesuatu untuk hal itu. " jelas Ansen.


Lalu mereka bertiga melangkahkan kaki nya menuju lantai dua. Tak lama setelah itu, terdengar suara tangisan Arka dari lantai dua.


"Pepi.. Kenapa Arka nangis? " tanya El dari ujung tangga bawah.


Setelah mendengar teriakan istrinya, Nev kembali ke lantai bawah dengan menggendong putra nya kembali.


"Kenapa tadi putra memi menangis sayang? " ucap Elsie sembari mengambil Arka dari gendongan pepi nya.


"Mungkin dia haus mi, coba kasih asi dulu. " sahut Nev.


"Di mobil aja lah pi, yang lain nya udah pada nunggu tuh. Ayo kita berangkat. "


Mereka berlalu dari ruang tengah dan menuju ke mobil. Nev duduk dikursi kemudi sedangkan Elsie disamping nya, El mulai memberikan asi nya pada Arka.


Saat dalam perjalanan, mobil mereka berhenti karna ada lampu merah. Dan Nev mengeluarkan sesuatu dari dalam saku jas nya, sebuah kotak berbahan beludru warna merah ia serahkan kepada istri tercintanya.


"Apa ini pepi? " tanya El bingung sambil menerima kotak itu.


"Bukalah. " Elsie membuka kotak itu, dan ternyata isi nya sebuah anting anting sepasang.


Elsie tampak mengamati anting anting itu.


"Anting anting? "

__ADS_1


"Iya, pakailah sayang. Apapun yang terjadi jangan pernah kau lepas anting itu. " titah Nev.


Elsie menanggapi nya dengan senyuman, tanpa membantah ia mencoba memakainya. Namun ia merasa kesulitan, karna posisinya sambil menggendong Arka.


"Biar ku bantu. " Nev melihat lampu merah masih menyala, jadi masih ada waktu untuk membantu istrinya memakai anting.


Elsie pun tersenyum dan mulai mendekat ke arah Nev, agar suami nya itu lebih mudah dalam memasangkan antingnya.


Setelah selesai Nev kembali berpesan pada Elsie.


"Anting ini memang tidak mahal, bukan berlian dan hanya emas biasa. Tapi aku mohon, jangan pernah kau lepas anting ini. Oke!!! "


"Baiklah.. "


Mereka kembali melanjutkan perjalanannya.


Sesampainya dilokasi, satu persatu mereka memasuki ballroom hotel yang sudah disulap seperti istana megah. Pesta itu disiapkan langsung oleh Agam Nixon, sebagai perwujudan rasa terimakasih nya Nixon Grub atas kerja keras dan pengabdian Richard Graham selama ini.


Waktu hampir menunjukkan pukul sepuluh, Richard sudah menunggu calon mempelai nya untuk masuk ke altar pernikahan.


Vindy digandeng oleh ayahnya saat memasuki altar pernikahan, ia diserahkan oleh ayahnya kepada Richard. Kemudian mereka mengucap janji suci pernikahan dilanjut doa dari pemuka agama.


"Kini kalian berdua sudah sah menjadi suami istri, bukalah penutup wajah istrimu. " kata pemuka agama itu pada mempelai pria.


"Apa yang sudah dipersatukan Tuhan tidak dapat di pisahkan oleh manusia. C1vmlah istri mu sebagai bentuk cinta kasih mu dalam menerima nya dikehidupanmu sampai maut memisahkan. " pungkas pemuka agama itu.


C1vm.. C1vm.. C1vm...


Sorak sorai para tamu undangan membuat tempat itu semakin ramai.


Mc mulai memberi aba aba.


"Satu... Dua... Tiga... "


Bunga dilempar dan semua nya pun histeris saat memperebutkan nya.


Dan akhirnya bunga itu didapatkan oleh seorang wanita cantik, namun karna posisi nya yang tak seimbang, wanita itu terhuyung kebelakang.


Tapi tiba tiba saja ada lengan yang menangkapnya, ternyata orang itu pria berraut wajah dingin namun tak mengurangi ketampanannya.


***Yyeeeyyy...


Huuuu...


Suit suit***...


Lagi lagi para tamu yang hadir bersorak sorai saat melihat kedua anak manusia itu saling pandang dan terpaku dalam pikiran nya masing masing.


"Ehm.. Terimakasih tuan sudah membantu saya. " setelah bisa menguasai diri nya, wanita itu mengucap kan rasa terimakasih nya karna sudah ditolong sebelum ia jatuh.


Namun ternyata perkataan nya tak mendapatkan respon balik dari pria itu. Justru yang ada sipria malah meninggalkan wanita itu begitu saja.

__ADS_1


Yah, sedikit malu sih memang. Tapi rasa malu itu tidak lebih besar dari degub jantung nya yang sedari tadi bergenderang tak karuan.


Hingga lamunannya sedikit buyar saat seseorang menepuk pundaknya.


"Dokter Luna! "


"Eh, iya. Nyonya Elsie, ada apa? " tanya dokter Luna. Yah, wanita yang mendapatkan bunga tadi adalah dokter Luna, dokter kandungan yang sedari awal menangani perkembangan kehamilan Elsie.


"Selamat ya, dokter yang dapet buket bunga nya. Semoga lekas menyusul ya dok. Dan yah, jangan panggil saya nyonya ya dok, ini kan bukan dirumah sakit jadi panggil saja Elsie. " ucap Elsie dengan senyum merekah dibibirnya.


"Amin, doakan saja nyonya. Eh, tapi mana mungkin bisa begitu. Saya seperti tidak sopan kalau harus memanggil anda hanya dengan nama saja. " bantah Luna sopan.


"Tidak apa apa dokter, saya sama sekali tidak keberatan justru malah senang. Saya merasa punya teman baru, usia kita seperti nya tidak jauh beda kan dok? "


"Baiklah Elsie, tapi jangan panggil aku dokter juga bila diluar jam kerja ku saat dirumah sakit. Panggil saja Luna, bagaimana impas kan? "


"Oke Luna. "


Mereka berdua tertawa sesaat, sedikit berbincang ringan. Namun Elsie tak bisa berlama lama sebab ia harus menemani suaminya untuk menemui para tamu serta kerabat yang hadir di acara itu.


Tak terasa satu persatu para tamu yang hadir sudah mulai berpulangan, kini Elsie Arka dan Nev juga hendak pulang. Namun Nev tiba tiba merasakan sakit pada perutnya, rasanya ia ingin buang air besar dulu.


"Memi, tunggu di mobil ya, aku mau ke toilet sebentar perut ku sakit nih. " ucap Nev sembari memegangi perut nya.


"Oke, Jangan lama lama ya pepi. " El berjalan menuju mobil yang mereka parkirkan, ia juga berbicara pada putranya yang masih bayi itu.


"Kita tunggu pepi di mobil ya sayang, let's go.. "


Saat dirasa urusan nya di toilet sudah selesai, Nev segera keluar dari toilet. Ia melihat tempat yang tadi nya ramai oleh para tamu, sekarang menjadi sangat sepi. Hanya tinggal para petugas dari hotel yang masih membersihkan ruangan itu.


Saat sudah tiba diparkiran, ia membuka mobil itu namun ternyata masih dalam keadaan terkunci, ia mengintip dari kaca mobil yang dari luar terlinat gelap itu.


"Memi, Arka.. Kemana kalian? "


Panik lah dia, Elsie dan Arka ternyata tidak ada dimobil. Nev tak mau berfikir terlalu jauh dulu. Dia mencari keseliling parkiran sembari terus menelfon nomor handphone Elsie.


Dan sama sekali tidak ada jawaban dari nya. Akhirnya ia menelfon Ansen. Ansen pun sama kagetnya, yang awalnya Ansen sudah hampir sampai dirumah. Kini ia harus putar balik.








__ADS_1


...***Terimakasih yang sudah mampir kesini, mohon maaf kalau masih banyak typo nya, yuk! tinggal kan jejak kalian ya, supaya author tetep semangat ngetik.. ...


...Kita lanjut lagi di episode berikutnya, bye 😘😘👋👋***...


__ADS_2