MENIKAHI CALON SUAMI SAHABATKU

MENIKAHI CALON SUAMI SAHABATKU
BAB 33 BERTEMU MESHA


__ADS_3

"Ah, si*l.. Pakek acara kempes lagi bannya! Duh, gimana dong!! Mana sepi banget lagi jalanan. " Vindy yang hendak menjemput Elsie untuk menjenguk Mesha pun harus berpanas panasan karna ban mobilnya bocor.


Disaat Vindy sedang marah marah sendiri, ada sebuah mobil sport berwarna hitam yang menepi di depan mobil Vindy.


"Ada apa dengan mobilmu nona? " tanya seorang laki laki berbadan tegap dan berwajah tampan sambil melepas kacamatanya.


"Emm.. Ini tuan, ban mobil saya bocor. " jawabnya gugup, sebab pria itu menatapnya dengan sorot mata tajam.


"Apakah anda sedang buru buru? " tanya pria itu lagi.


"I iya tuan, saya akan mengunjungi teman saya dilapas dekat sini. " jawabnya sambil terus memindai lelaki dihadapannya itu.


Karena merasa diperhatikan terus oleh wanita didepannya itu, ia langsung mengulurkan tangannya.


"Perkenalkan nama saya Richard. "


"Vindy. " jawabnya sambil menerima uluran tangan Richard.


"Kebetulan kita searah nona, kalau anda mau. Saya bisa mengantar anda ketujuan. Untuk mobil ini biar montir saja yang mengurusi. Anda ada langganan bengkel kan? "


" Ah, iya tuan, ada. Tapi apakah saya tidak merepotkan anda? " ia bertanya basa basi.


"Tentu saja tidak nona. Mari silahkan. " Richard mempersilahkan Vindy dengan membukakan pintu mobil.


Akhirnya Vindy masuk kedalam mobil Richard. Saat didalam mobil, Vindy sempat menelfon Elsie.


Ia memberi kabar, kalau tidak bisa menjemput Elsie. Jadi mereka akan ketemu di lokasi saja.


Mobil Richard terparkir didepan lapas. Kemudian Vindy mengucap terimaksih kepada Richard.


"Terimakasih tuan atas tumpangannya."


"Sama sama nona. Kalau begitu saya lanjut jalan lagi. Sampai jumpa. "


Tanpa menunggu jawaban dari Vindy, mobil Richard melaju kencang begitu saja. Sedangkan Vindy masih terpaku ditempat, saking terpesona akan ketampanan Richard.


' Ganteng sih, tapi kok dingin banget ya. Emm.. Tapi keren, aaaa.. Siang siang ketemu yang dingin dingin kan jadi seger. Hhhh... ' gumam Vindy dalam hati.

__ADS_1


*Didalam Lapas*


Diruang besuk sudah ada Elsie dan Vindy, yang sedang menanti kehadiran Mesha.


"Mesha.. " ucap Elsie ketika melihat Mesha digandeng oleh salah satu petugas lapas wanita.


Vindy yang awalnya sibuk dengan handphone nya seketika langsung menoleh ke arah pandangan Elsie.


"Mesha, apa kabar? "Tanya Vindy yang langsung memeluk Mesha, lalu disusul oleh Elsie. Dan mereka bertiga berpelukan dengan deraian air mata.


"Mengapa kalian menangis? I'm oke guys. Gak ada yang perlu dikhawatirkan kok. It's oke. " kata Mesha meyakinkan kedua sahabatnya itu. Lalu mengurai pelukannya.


"Mesha, maafkan aku. " ucap Elsie lirih.


"No El, aku yang seharusnya minta maaf. aku yang selama ini gak tau diri, aku yang selama ini gak pernah bersyukur punya temen sebaik kalian. So, i'm sorry guys.. " Mesha mengatakan itu sembari tertunduk lesu.


"Maafkan aku juga Me, karna aku, kau dan kak Nev jadi... " tiba tiba perkataan Elsie di potong Mesha.


"No Elsie, not you, but me . Aku yang salah karna masuk didalam lingkup rumah tangga kalian. Sedangkan aku dan Nev memang sudah selesai dari dulu. Dan ini semua karena memang akibat dari perbuatanku sendiri. Aku berterima kasih sekali, karena kalian sampai detik ini masih menganggapku sebagai teman. Bahkan kalian selalu ada dimasa masa sulitku seperti ini. Thankyou guys.. "


Ucapan Mesha barusan dibalas anggukan serta senyuman oleh Elsie dan Vindy.


"Oke. " sahut El dan Mesha bersamaan. Kemudia mereka bertiga tersenyum lebar. Ada rasa lega dihati mereka persahabatan yang sudah lama renggang, kini akan mulai membaik lagi.


"Oh ya Me, bagaimana perkembangan kasusmu? Apakah tidak ada jalan keluar agar kau lekas bisa bebas dari sini? " tanya Elsie.


"Gak ada El, kalaupun menggunakan jaminan hanya akan mengurangi masa tahananku saja. " jawab Mesha.


"Aku akan coba tanyakan pada kak Nev nanti, barangkali dia bisa membantumu. "


"Gak usah El, aku gak mau ngrepotin kalian lagi. Dan yang paling penting, aku gak ingin membuat hubungan mu dan kak Nev tidak baik lagi. "


"Tapi gak ada yang merasa direpotin kok Me, kalau aku bisa bantu aku pasti juga akan bantuin kamu. " sahut Vindy.


"Iya Me, aku juga yakin kok kalau kak Nev pasti juga akan mau membantumu. Bukankah kita sudah berjanji akan melupakan semua yang buruk dimasa lalu. Jadi aku mohon jangan sungkan lagi terhadap kami. " timpal El kembali.


Mesha tersenyum mendengar penyataan para sahabatnya.

__ADS_1


"Thankyou so much guys.. " Mesha kembali menangis.


Dan merekapun melanjutkan obrolan ringan, hingga waktu untuk besuk habis. Elsie yang sudah mempunyai rencana akan berbelanja pun akhirnya melancarkan aksinya. Sedangkan Vindy ada keperluan lain, ia akan bertemu dengan teman kerjanya. Jadilah mereka kembali sendiri sendiri.


*Apartment Nev *


Elsie yang tadi baru habis belanja, begitu sampai di apartmentnya pun langsung menyiapkan makan malam untuk sang suami.


Saat sedang sibuk memasak, ia mendengar suara pintu depan terbuka. Lalu ia bergegas melihat apakah itu suaminya.


"Eh, kak Nev sudah pulang? " tanya Elsie sembari meraih tas kerja serta jas dari tangan suaminya.


"Iya, emm gimana hari ini tadi? Kamu jadi ketemu Mesha? "


"Iya kak, jadi kok. Oh ya, ada yang mau aku omongin nih sama kakak."


Mereka berdua berjalan menuju kamar.


"Mau ngomong apa El? " tanya Nev sembari melepas dasi yang melekat dilehernya.


"Nanti aja kak, aku mau lanjutin masak dulu. Kak Nev mandi aja dulu, habis itu baru aku nanti ngomong. "


"Oke. "


Kemudian El menuju dapur dan Nev membersihkan diri.







__ADS_1



Terimakasih temen temen udah mapir di novel pertama mamayo. Minta dukungannya ya buat klik like, coment, dan jangan lupa tap love 💙 untuk menambahkan ke rak favorit kalian. See you next episode.


__ADS_2