MENIKAHI CALON SUAMI SAHABATKU

MENIKAHI CALON SUAMI SAHABATKU
BAB 57 BUBUR AYAM


__ADS_3

Saat pagi menjelang, waktu masih menunjukkan pukul lima pagi. Banyak manusia yang sudah bersiap untuk memulai aktivitas.


Demi mencari sesuap nasi. Bekerja bagai tak mengenal waktu.


Elsie yang merasa ada yang aneh dengan perutnya, mendadak harus bangun sepagi itu.


Didalam pikiran nya terbayang bayang sebuah makanan khas Indonesia yang biasa disantap orang pada pagi hari.


"Sayang, sa yang.. " Elsie mencoba menggoyang goyangkan tubuh Nev.


"Kak Nev, bangun dong. " bisik Elsie didekat telinga Nev.


Nev yang merasa sangat terusik tidurnya pun jadi harus terbangun juga.


"Ada apa sih yang? " tanya Nev yang masih berat mata nya untuk terbuka.


"Yang, aku laperr.. Hehe.. " ia tersenyum menunjukkan gigi rapi nya.


Nev melihat jam dinding yang berada disebrang tembok, berhadapan dengan nya.


"Astaga.. Kamu mau ngerjain aku ya El. Lihat dong ini masih jam berapa? !!! " karna merasa tidur nya terganggu. Nev sedikit tersulut emosi dan menaikkan nada bicaranya.


Tiba tiba saja,


"Hiks hiks hiks... Padahal aku cuma mau minta dibeliin bubur ayam lho kak. Kok kamu malah marah marah sih. "


Merasa dibentak oleh suaminya, Elsie jadi sedih. Ia menangis sampai terisak. Nev yang melihat respon Elsie menangis seperti itu, menjadi tak tega.


"Iya iya sayang, maafin suami mu ini ya. Kamu minta bubur ayam? Ya udah biar aku beliin dulu. " terang Nev saat mencoba menghentikan tangisan Elsie.


"Aku mau ikut. Hiks.. " sahut El dengan nada manja nya dan masih terisak.


"Serius mau ikut? " tanya Nev memastikan.


"Hu'um. " angguk El.


"Ya udah, cuci muka sama sikat gigi dulu sana. Habis itu pakek baju panjang ya. Diluar masih dingin soalnya. " titah Nev.


"Oke. "


Setelah selesai bersiap, mereka berangkat untuk mencari penjual bubur ayam.


Setelah muter muter dijalan, akhirnya mereka menemukan penjual bubur ayam dipinggir jalan.


Bukan direstoran atau diwarung makan, tapi pedagang kaki lima gerobakan. Elsie menyuruh Nev menghentikan mobilnya.


"Sayang berhenti !! Itu kayaknya orang jualan bubur ayam deh. " kata Elsie sambil menunjuk gerobak yang parkir dipinggir jalan.


Nev mengikuti perintah Elsie, lalu mereka turun dari mobil dan mendekati sipenjual.


"Mang, bubur ayam dua ya. " kata Elsie pada penjual bubur.


"Siap neng, makan sini apa bungkus? " tanya sipenjual.


"Bungkus. "


"Makan sini. "


Nev dan El menjawab secara serentak. Dan sipenjual pun menjadi bingung.

__ADS_1


"Gimana jadi nya atuh neng, akang? Dibungkus apa makan disini? " tanya nya untuk memperjelas lagi.


Sebelum Nev menyambar untuk menjawab, El lebih dulu menjawab nya.


"Makan sini aja mang, dua porsi ya. Yang satu pedes, yang satu enggak. Yang pedes gak pakek kacang. " sahut Elsie lalu sipenjual manggut manggut tanda mengerti.


Namun tampaknya Nev tidak terima dengan penuturan istrinya itu.


"Sayang, kenapa kok makan disini sih? " tanya Nev sambil berbisik.


"Emangnya kenapa sih yang? Seru tau, kalo makan diluar tuh, terus makan nya ditempat. Jauh lebih enak aja gitu. " ucap Elsie polos.


"Tapi kan ini dipinggir jalan yang, banyak debu. Kamu gak liat apa, banyak kendaraan lalu lalang gini. Belum lagi polusi udara. Kan gak bagus buat kesehatan, belum tentu juga higienis yang."


Bisik Nev lagi sambil melihat situasi sekitar.


' alah alah.. Dasar tuan muda, diajak makan kaki lima gini aja protes terus. Gak pernah idup susah ya begini ini. ' umpat El dalam hati akan tingkah sang suami.


" Udah tenang aja yang, justru karna kamu belum pernah menikmati rasanya makan dikaki lima, ini saatnya untuk mencoba hal baru. Udah pasti higienis kok yang, tenang aja deh. Hehe.. "


Lagi lagi Elsie mencoba memberi pengertian pada suaminya itu.


"Silahkan neng, akang. Sesuai pesanan ya. " sipenjual menyuguhkan bubur ayam yang dipesan Elsie tadi.


"Makasih mang. " jawab Elsie sambil menerima bubur ayam dari sang penjual.


"Emm, nyam nyam.. Enak juga ya yang. " ucap Elsie dengan mulut yang penuh dengan suapan.


"Ditelan dulu dong yang, baru ngomong. Nanti keselek lho.. " baru selesai Nev berbicara, langsung tiba tiba.


(Uhuk.. uhuk uhuk.. )


"Kan aku udah bilang sih yang. Pelan pelan aja makannya. Dikunyah dulu yang bener napa sih. " ucap Nev sembari mengusap usap punggung Elsie.


"Habisnya enak banget sih yang. Aku boleh nambah gak? " tanya El dengan senyum lebar menunjukkan kerapian gigi nya.


"Yakin bisa abis kalo nambah lagi? Jangan sampe kebuang buang lho yang, kan sayang kalo makanan kebuang. " nasehat Nev.


"Kamu gak liat mangkuk aku yang. " ( ting ting ting ting ting ) Elsie mengetuk ngetuk kan sendok kedalam mangkuknya.


Sebagai tanda kalau mangkuk miliknya sudah kosong.


"Astaga sayang, kamu kayak gak makan seminggu aja sih yang. Cepet banget makan nya. " sahut Nev yang masih heran dengan tingkah Elsie.


" Kan udah kubilang, aku laper yang. Boleh ya nambah. " rayu Elsie lagi.


"Iya.. Boleh. " jawab Nev singkat sambil memutar mata malas.


"Mang tambah lagi satu porsi ya. Yang pedes terus gak pakek kacang. " ucap Elsie pada sipenjual.


"Siap atuh neng. " dengan senang hati sipenjual membuatkan pesanan Elsie lagi.


Tak butuh waktu lama, Elsie sudah menghabiskan bubur dimangkuk yang kedua.


Nev hanya bisa geleng geleng kepala melihat tingkah istri nya itu. Setelah puas makan bubur ayam, mereka kembali pulang ke apartment.


Namun saat dijalan, Elsie melihat penjual jajanan pasar yang sedang berjualan dipinggir jalan.


"Yang, yang. Berhenti dulu deh, aku mau beli jajanan pasar itu. Kayaknya enak deh. Boleh ya. " bujuk Elsie.

__ADS_1


Tanpa menjawab perkataan Elsie, Nev memarkirkan mobilnya dipinggir jalan.


"Tunggu bentar ya yang. " tutur Elsie sambil membuka pintu mobil.


"Hati hati yang, jalannya. "Ucap Nev.


Tak berapa lama, Elsie kembali ke mobil dengan menenteng plastik hitam.


Sesampai nya di apartment, Nev bersiap untuk berangkat ke kantor. Elsie sudah menyiapkan semua keperluan Nev untuk ke kantor.


Dan saat hendak berangkat, Nev menemukan istri nya itu sedang berada diruang tengah. Ia sedang menikmati jajanan pasar yang dibelinya tadi.


' Kenapa Elsie jadi doyan makan gini ya? Biasanya gak sebanyak ini deh makannya. Tapi aneh nya dia makan banyak kok gak gemuk gemuk ya. ' Nev bermonolog dalam hati memikirkan tingkah istrinya itu.


Akhirnya Nev tidak mau ambil pusing, ia segera berpamitan dengan Elsie. Lalu bergegas ke kantor.


Ruang Presdir Nixon Grub


Saat ini putra putra Agam tengah berkumpul diruangan Nev. Ada Ansen, Nevile dan Niven.


Kebetulan semalam Ansen baru saja tiba dari Belanda. Dan hari ini ia menyempatkan datang ke Nixon Grub untuk bertemu kedua adiknya.


Saat mereka tengah asik ngobrol, tiba tiba saja Nev mendapat pesan dari Elsie. Bahwa istrinya itu menyuruhnya membelikan rujak cingur.


Karna Nev belum pernah mendengar nama makanan itu, membuatnya mengernyitkan dahinya.


"Ada apa kak? Apa ada masalah? " tanya Niven yang menyadari perubahan mimik wajah sang kakak.


"Kalian ada yang tau gak, makanan rujak cingur itu apaan sih? " tanya Nev dengan polos.


Dan aneh nya Niven serta Ansen juga sama sama bingung dengan yang ditanyakan Nev tadi.


Mereka berdua kompak menjawab tidak tau tentang rujak cingur.


"Emang nya kenapa Nev, kok tiba tiba kamu tanya makanan apa itu tadi? Rujak ya? " tutur Ansen.


"Ini lho kak, Elsie minta dibawain rujak cingur. Lha aku sendiri aja gak tau apa itu rujak cingur. Lagian akhir akhir ini, Elsie suka minta makanan yang aneh aneh tau. Dan porsi makan dia jadi lebih banyak sekarang. "


"Aku kadang khawatir juga, takut dia kenapa napa gitu. Apalagi makanan yang ia makan tuh sering nya yang gak higienis gitu lho. " tutur Nev menjelaskan.


Namun hanya Niven saja yang tersenyum lebar saat mendengar cerita dari kakak nya mengenai kakak ipar.


"Kak Nev, kayak nya kakak harus bawa kak Elsie ke dokter deh. Baru kakak akan tau jawabannya. " sahut Niven sambil tersenyum.


"Gitu ya, boleh juga saranmu Niv. " jawab Nev polos.








...Terimakasih temen temen udah mapir di novel pertama mamayo. Minta dukungannya ya buat klik like, coment, dan jangan lupa tap love 💙 untuk menambahkan ke rak favorit kalian. See you next episode....

__ADS_1


__ADS_2