MENIKAHI CALON SUAMI SAHABATKU

MENIKAHI CALON SUAMI SAHABATKU
BAB 88 OJOL


__ADS_3

"Hai.. " sapa Nev yang tiba tiba saja muncul di depan pintu. Ia tersenyum manis pada Elsie yang saat ini sedang menatapnya.


"Kenapa bengong sayang? " tanya Nev karna sapaan nya tak ada respon dari Elsie.


"Eh, ee.. Kak Nev kok tiba tiba ada disini? " tanya El yang sebenarnya sedikit kaget.


"Bukankah tadi kau ingin aku menjemputmu? "


"Iya, tapi tadi kak Nev tidak membalas pesanku. Aku pikir mungkin kakak sedang sibuk. " kata Elsie yang sedikit canggung pada suaminya.


Nev tau kalau istri nya ini masih memberi jarak diantara mereka berdua. Terdengar dari bagaimana cara Elsie memanggilnya dengan sebutan kakak. Ia pun maklum, sebagai seorang suami Nev tidak ingin terlalu menaikkan ego nya. Karna hal itu malah akan membuat masalah nya semakin rumit.


"Iya maaf, tadi aku sedikit sibuk hingga terlupa membalas pesan mu. Tapi bukan berarti aku akan menolak permintaan istri tercintaku ini bukan? " ujar Nev dengan mengerlingkan matanya.


Dan hal itu malah membuat Elsie merona seketika. Bahkan Nev pun menyadari hal itu, tak ingin berlama lama ia ingin segera membawa istrinya pulang ke mansion.


"Ya sudah lebih baik kita pulang saja dulu. Riko sudah menunggu. "


Elsie bingung saat Nev berkata ada Riko yang menunggu, sedang dirinya tadi siang berangkat dengan Mini membawa mobil sendiri.


"Kak Nev bersama dengan Riko? " tanya El.


"Iya, aku diantar oleh Riko. Karna tadi pagi pun aku dijemput oleh nya. " Jelas Nev.


"Tapi kami juga membawa mobil tadi siang kak. "


"Ya sudah, tidak usah bingung. Kalau begitu Riko biarkan langsung pulang kerumah nya. Kita pulang dengan mobil mu saja. "


Elsie menerima penjelasan Nev, ia setuju dengan usul dari sang suami.


"Baiklah kalau begitu kak, Ayo Mini. " lalu mereka berjalan beriringan menuju mobil yang terparkir di halaman rumah Sebastian.


Nev mendekati mobil Riko lalu mengetuk kacanya. Riko membuka kaca mobil.


"Iya tuan muda, ada yang bisa saya bantu? " tanya Riko.


"Aku akan pulang dengan Elsie, kau langsung pulang saja Riko. Terimakasih untuk kerja kerasmu hari ini, selamat beristirahat dan sampai jumpa besok. "


"Baik tuan muda, kalau begitu saya pamit. Sampai jumpa! "


Mobil mereka bergerak dan melaju dengan tujuan yang berbeda. Kini Nev sedang fokus menyetir, Elsie duduk disamping nya, sedangkan Mini dan Arka duduk dibelakang.


Saat ini Arka tengah tertidur, ia diletakkan diatas carsit untuk baby dengan setbelt yang melekat ditubuhnya. Namun saat ditengah perjalanan, Elsie melihat ada yang berjualan sate padang. Seketika hasrat lapar nya meronta, meminta untuk dituntaskan.


"Stop kak, stop!! " sentak nya dan sukses membuat Nev reflek mengerem.


Cchhiitttt...

__ADS_1


Tiba tiba saja ada suara benturan dari belakang.


Dugh..


Sontak saja semua yang ada didalam mobil terkejut dan melihat kearah belakang. Ada bapak bapak ojol yang terlihat sedang mendirikan motornya.


"Astaga, kayaknya mobil kita ketabrak deh kak. "


"Yah, seperti nya begitu. Biar aku lihat dulu, kalian tunggu saja disini. " ujar Nev, lalu ia segera turun dari mobil dan melihat kondisi ojol yang menabrak mobilnya tadi.


"Mohon maaf pak, saya tidak sengaja. Mungkin saya kurang fokus tadi, saya benar benar minta maaf. Saya akan mengganti rugi atas kerusakan mobil bapak. " ucap sipengendara ojol dengan menangkupkan kedua tangannya didepan dada.


Bapak ojol yang rambutnya terlihat sudah berubah menjadi putih itu, langsung mendatangi Nev saat ia tau pemilik mobil yang ia tabrak turun dari mobil nya.


Nev yang mendengar perkataan bapak ojol itu merasa kagum akan sikap tanggung jawab nya. Padahal sudah jelas Nev yang salah karna mengerem mendadak. Dan siapa pun yang ada dibelakang mobil nya kalau dalam keadaan tidak siap sudah pasti dapat menabrak mobil itu.


"Tidak apa apa pak, bapak tidak usah khawatir. Ini semua saya yang salah, saya yang tadi ngerem mendadak. Bapak tidak apa apa kan? " tanya Nev yang sedikit khawatir dengan kondisi bapak ojol.


"Saya tidak apa apa kok pak, sekali lagi saya mohon maaf pak. Berapa kira kira yang harus saya ganti pak? Kalau boleh saya akan mencicilnya. " kata bapak ojol dengan raut wajah bersalah nya.


' Bapak ini seperti nya sangat bertanggung jawab, sudah jelas jelas aku yang salah dan ku bilang tidak apa apa. Tapi dia masih saja ingin mengganti rugi. '


Kata hati Nev.


Belum sempat Nev membalas perkataan bapak ojol itu, tiba tiba Elsie turun dari mobil lalu berjalan mendekati suaminya.


"Oh, enggak sayang. Mobil kita hanya penyok sedikit, but is oke kok. Nanti bisa dibawa ke bengkel untuk memperbaikinya. " ucapan Nev sedikit membuat nya lega.


"Lhoh.. Bapak ini tidak apa apa juga kan kak? " tanya Elsie saat melihat bapak ojol yang berdiri disamping Nev.


"Saya tidak apa apa mbak, saya minta maaf karna tadi saya kurang fokus. " tutur bapak ojol itu.


Sama hal nya dengan Nev, Elsie pun merasa heran.


' kenapa bapak ini yang minta maaf ya, kan kami yang salah. Aduh.. Ini salah ku juga sih, aku terlalu mendadak saat menyuruh kak Nev untuk berhenti. ' kata hati Elsie yang sesungguhnya merasa sangat bersalah.


"Em.. Ya udah, kita duduk dulu aja ya pak. Nah itu ada warung. Kita duduk disana dulu ya. " ujar Elsie lalu disetujui oleh bapak ojol.


Saat ini Elsie, Nev, Mini, Arka dan bapak ojol duduk dirumah makan padang. Dan Elsie baru cerita kalau dia menyuruh suaminya untuk berhenti mendadak karna dia ingin membeli sate padang yang ada dijual dirumah makan padang itu.


Elsie benar benar merasa malu akan tindakan ceroboh nya itu. Berkali kali ia meminta maaf kepada suaminya dan bapak ojol.


Setelah selesai makan, mereka semua menawarkan bapak ojol agar mau pulang bersama mereka. Sebab melihat kondisi motor nya yang rusak dan tidak mau nyala, akhirnya bapak ojol mau ikut serta bersama mereka. Walaupun awalnya sibapak ojol menolak, dengan bujukan dan penjelasan dari Nev dan Elsie akhirnya dia mau.


Rumah bapak ojol yang diketahui bernama pak Arman itu berada ditengah tengah pemukiman padat penduduk. Sehingga mobil Nev tidak bisa masuk sampai kedepan rumah.


Mereka memutuskan untuk parkir didepan gang, lalu berjalan kaki untuk masuk kedalam. Sesampai nya didepan rumah pak Arman, mereka trenyuh melihat kondisi rumah pak Arman yang bisa dibilang jauh dari kata layak.

__ADS_1


Namun saat melihat seluruh anggota keluarga pak Arman, mereka merasakan kasih sayang yang tulus mengalir dalam keluarga itu. Walaupun hidup dengan keterbatasan finansial, namun mereka tetap mensyukurinya.


Elsie tak tahan lagi melihat situasi yang ada, ia menitihkan air mata nya.


"Kenapa menangis memi? " tanya Nev saat melihat air mata jatuh kepipi Elsie.


"Aku terharu melihat keharmonisan keluarga ini pi. Sungguh mereka lah keluarga bahagia yang sebenarnya. Semoga keluarga kita juga selalu diberikan kebahagiaan sampai kakek nenek ya pi. "


"Amin. " sahut Nev.


Sejenak mereka berbincang dan saling bertukar cerita satu sama lain. Banyak Elsie dan Nev mendapat pelajaran dari keluarga sederhana itu. Keluarga pak Arman bukanlah keluarga yang asli dari ibu kota, mereka awal nya merantau dari kampung dengan membawa sejuta harapan agar bisa merubah kehidupan keluarga nya.


Namun setelah hidup bertahun tahun dikota metropolitan ini, bahkan sampai keluarga mereka dikaruniai empat orang anak pun perekonomian nya masih tetap sama saja.


Mungkin karna kurangnya skill ketrampilan serta kesempatan yang belum didapat oleh mereka. Berbagai macam pekerjaan pernah dilakoni nya, hingga yang terakhir menjadi ojek online.


Setelah berbincang bincang sejenak, akhirnya mereka memutuskan untuk berpamitan. Mengingat hari sudah semakin larut malam, Arka juga sudah mulai rewel dan tidak nyaman.


"Pak, buk kami pamit dulu ya. Terimakasih sudah menjamu kami dengan sangat baik. " ujar Elsie.


"Wah, tidak mbak Elsie. Justru saya yang berterima kasih karna sudah mau mengantarkan saya pulang. Saya juga minta maaf atas kejadian tadi. " ucap pak Arman.


"Oh ya pak. Untuk masalah tadi, kita selesaikan besok ya. Ini kartu nama saya, besok saya tunggu dikantor. Kalau bisa, datang pas jam makan siang ya pak. "


"Siap pak Nev, saya pasti datang. "


"Baiklah kalau begitu, kami permisi dulu pak. "


Mereka pun kembali pulang ke mansion.









...Thankyou yang sudah mampir ke karya ini, bantu dukung author terus ya. Kita lanjut ke bab selanjutnya. ...


...Bye bye 👋👋...

__ADS_1


__ADS_2