MENIKAHI CALON SUAMI SAHABATKU

MENIKAHI CALON SUAMI SAHABATKU
BAB 22 KASUS MESHA


__ADS_3

Mesha yang masih terlihat sangat bingung, terus saja menatap pria yang baru saja menyentuhnya itu. Sang pria nampak membelakangi Mesha. Tanpa di ketahui Mesha, wajah pria bule itu tersenyum licik.


"What wrong bebh? Why did you stop him? " ( apa yang salah? Kenapa kamu menghentikannya? ) Mesha mulai memberanikan diri membuka kata.


Setelah mendengar kata kata dari Mesha tadi, sipria ini mulai menggerakkan tubuh tegapnya untuk menghadap Mesha.


"Maaf nona, aku tidak bisa melakukan lebih dari itu. " lagi lagi senyuman jahat muncul dibibir bule tampan itu.


"But why? Bukankah kau membayarku mahal karna menginginkan ini dari ku? " ucap Mesha dengan nafas terengah engah, sebab ia sebenarnya sudah mode on. Apalagi melihat tubuh tegap dan berotot lelaki yang menyentuhnya tadi, itu sungguh membuat Mesha tersiksa bila tidak menj****nya.


Pria itu tidak menjawab perkataan Mesha, justru ia mengenakan kembali pakaiannya. Lalu keluar dari kamar hotel itu tanpa sepatah katapun. Mesha yang masih terlihat shock, hanya mampu menatap punggung lelaki itu yang perlahan hilang dari balik pintu.


"What t** f**k... Bisa bisanya seorang Mesha Nara ditinggalin gitu aja? Br*****k, akan ku buat perhitungan untuknya. " Mesha terus saja mengumpat lelaki tadi. Tanpa disadarinya ada segerombolan orang yang memasuki kamar hotel yang ditempatinya saat ini.


Pancaran kilat cahaya flash dari kamera terus saja mengarah kepadanya. Bahkan ada beberapa polisi yang turut hadir ditempat itu.


'S**l, ! Kenapa ada polisi dan wartawan disini? Mengapa mereka bisa tau keberadaanku? ' hati Mesha terus saja menduga duga dengan situasi yang ada saat ini.


"Apa apaan ini? Kenapa kalian ada disini, ada apa ini pak polisi? " tanya Mesha yang menutupi tubuh hingga leher menggunakan selimut yang sedari tadi memang di dekapnya.


"Nona Mesha Nara, silahkan ikut kami ke kantor. Anda ditahan karna tuduhan kasus pr*******i online." terang salah satu anggota kepolisian yang hadir disitu.


"Tapi pak, itu semua gak bener. Ini fitnah pak... Bapak gak ada buktikan? " Mesha masih berusaha untuk bertahan dari tuduhan itu.


"Nanti bisa anda jelaskan saja di kantor nona. Sekarang segera kenakan pakaian anda. " tegas petugas polisi itu lagi. "Bripda tika, tolong bantu nona Mesha. Kami tunggu di luar. Kalian semua, ayo keluar. " perintah anggota polisi itu kepada para rekannya dan juga wartawan yang ada disitu.


Akhirnya Mesha pun digiring kekantor polisi. Dan pihak kepolisian sudah memiliki banyak bukti, bahkan dari tes ur*** nya pun dinyatakan positif menggunakan obat terlarang.


Sungguh hancur sudah nama Mesha Nara yang selama ini susah susah ia bangun. Mesha yang notabene seorang influenser banyak dikenal publik, membuat berita yang menimpanya dengan cepat menyebar keseluruh penjuru. Itu semua berkat kecanggihan media berita, baik melalu media cetak, media elektronik, media masa bahkan media sosial pun sudah menjadi trending topik.


Dan saat ini Mesha sedang berjuang melawan kasusnya dengan dibantu oleh pengacara yang ia sewa juga keluarga Mesha yang datang dari luar kota.


Disatu sisi lain, Nev Riko dan Richard sedang berada di markas Richard. Mereka sedang tersenyum lebar saat ini, sebab berita yang begitu cepat menyebar itu tak lain karna ikut campur tangan Richard.

__ADS_1


Seorang Richard Graham yang dikenal sebagai peretas paling baik di dunia hitam. Bahkan keberhasilan perusahaan Nixon pun juga ada campur tangan dari Richard. Maka tak heran kalau berita tentang Mesha bisa menjadi seheboh ini, dikarenakan bumbu dari Richard Graham.


"Bagaimana Nev, apakah kau puas sekarang?! " tutur Richard kepada sahabat sekaligus bos nya itu.


"Ehhmt, iya. Aku puas! Hahahaa.. " Tawa Nev menggelegar diruangan itu. "Terimakasih Richard, terimakasih karna kau selalu membantuku sampai detik ini. " ujar Nev secara tulus.


Nev benar benar salut terhadap orang orang kepercayaannya, yang sangat bisa dipercaya dan diandalkan.


"Sekarang apa yang akan kau lakukan Nev? " tanya Richard kembali. "Saat ini aku ingin fokus mencari Elsie dulu, kalau sampai Elsie belum ketemu keberadaannya. Bisa bisa papa Agam akan benar benar mengirimku ke Afrika sana. " sahut Nev dengan nada khawatir.


"Bahkan papa hanya memberi waktu kurang dari seminggu, aku sudah harus menemukan keberadaan Elsie. " imbuh Nev sembari menyeruput minuman kaleng yang ada ditangannya.


' maafkan aku Nev, sebenarnya aku ingin sekali membantumu. Namun kali ini kendali utama ada pada om Agam, jadi berusahalah lebih keras. ' ucap batin Richard dan sepertinya ada sesuatu yang ia tahu.


"Ya sudah, aku akan berusaha membantumu. Kau jangan patah semangat ya. Cari tau juga ke teman teman Elsie, barang kali mereka ada yang mengetahuinya. " Richard mencoba memberi semangat dan dukungan kepada Nev.


Disaat mereka asyik ngobrol, tiba tiba saja terdengar suara langkah kaki memasuki ruangan Richard itu.


"Halo semua.. " sapa seseorang dari balik pintu. Dan seketika semua yang ada diruangan itu pun menoleh ke arah sumber suara.


"Silahkan tuan Muda! " Riko pun bangkit dari duduknya lalu mempersilahkan pria itu duduk. Dan sepertinya mereka bertiga mengenal betul siapa pria ini. "Thankyou Riko, and sorry Richard. Tadi aku habis dari salon untuk membersihkan diriku sekaligus relaxsasi bentar lah.. Hehee.. " Pria itu duduk disamping Nev.


"Memang kalian berdua ini sama saja ya, kakak adek sama sama kurang kerjaan. Lagian ngapain laki laki perginya ke salon. Astaga Niv niv.. Hahahh.. " Ejek Richard kepada Niven. Yah, laki laki itu adalah Niven Hawk Nixon. Dia adalah adik kandung Nev, yang selama ini tinggal di Perancis karena sedang menyelesaikan study nya. Namun tahun ini Niven sudah dinyatakan lulus S2 dari Perancis.


Niven pulang cepat karena perintah dari sang kakak, kalau mengikuti jadwal kepulangannya, sebenarnya ia akan pulang 3 bulan lagi.


"Thankyou Niv, thankyou kau sudah mau membantu ku untuk menjebak perempuan ****** itu. Aku harap kau tidak benar benar menidurinya. " Ujar Nev sambil menggoda adiknya itu.


"Apakah kau pikir aku akan semurah itu, g*l* kamu ya. " Niv menampakkan raut wajah yang sendu. "Tapi aku memang sempat terhanyut, sebab bentuk tubuhnya yang sangat sempurna. Untung saja aku bisa mengontrolnya kak. " raut wajah Niv berubah menyebalkan.


"Bagus lah kalau begitu, tapi aku kira kau akan menyelesaikannya dengan pacar pacarmu itu. Namun kenapa kau malah pergi ke salon? Jangan jangan salon yang kau datangi adalah... Buahahaa.. " Kata kata Nev menggantung di udara. Karna gelak tawanya sudah menggema.


"Sialan kau kak, gak mungkin aku melakukan hal semacam itu. Karna aku sudah disumpah sama papa, jadi aku harus bisa menjaga sumpahku. Jangan sampai aku jadi kayak malin kundang. Ih, amit amit.. "Sahut Niven yang tak mau kalah dengan kakaknya itu. Dan seketika mereka berempat langsung tertawa terbahak bahak.

__ADS_1


Ternyata yang ada dibalik kasus penangkapan Mesha adalah Nev dan orang orangnya. Bahkan laki laki yang ditemui Mesha dihotel itu adalah Niven hawk, adik dari Nev sendiri.


Sebenarnya Nev sudah tau lama, bahwa Mesha terlibat dalam kasus pr*******i. Namun Nev menunggu waktu yang tepat untuk mengungkapnya. Hingga akhirnya ia meminta bantuan Niven adiknya itu.


"Oke, thankyou bro... Aku akan kembali ke kantor, karena masih ada pekerjaan disana. Tolong segera beri tahu aku, kalau ada kabar terbaru mengenai Elsie. Dan kau bocah, mau tetap disini atau ikut dengan kami? " ucap Nev yang sudah mengangkat tubuhnya dari kursi yang ia duduki tadi.


"Pergilah kak, aku masih ingin ada disini. " jawab Niven yang hanya menoleh kearah sang kakak.


"Baiklah" pungkas Nev, lalu Nev dan Riko pergi meninggalkan tempat itu.


Dilain tempat, Vindy yang tengah sibuk bekerja telah dikagetkan dengan ada nya berita tentang Mesha. Ia sungguh sangat bingung, kenapa salah satu sahabat terbaiknya bisa terjerat kasus seperti itu.


"Kenapa Mesha bisa terjebak dalam kasus seperti ini. Ya Tuhan Mesha... Maaf kan aku Me, karna sebagai sahabat aku tidak bisa menjagamu dari hal hal buruk seperti ini. " tak terasa buliran bening jatuh dari pelupuk matanya. Ia ikut merasakan kesedihan sahabatnya itu.


Disatu sisi Elsie yang juga sahabatnya, belum ia ketahui keberadaan nya sampai saat ini. Yang Vindy tau, beberapa hari yang lalu, setelah ia mengetahui bahwa Elsie menghilang dari Nev. Ia menerima sebuah email, isinya mengatakan bahwa Vindy tidak perlu menghawatirkan keadaan Elsie. Sebab saat ini El baik baik saja, dan berada disuatu tempat yang tepat. Namun ketika Vindy mengirim email balasan, tidak ada tanggapan. Selama El menghilang, Vindy terus saja mencarinya. Baik melalui sahabat rekan teman atau bahkan media sosialnya Elsie pun selalu ia cari. Namun hasilnya tetap nihil.


"Kenapa para sahabatku terlibat dalam kisah yang rumit seperti ini. Aku benar benar merindukan kalian. Maafkan aku karna aku belum bisa berbuat apa apa untuk kalian. " tangisan Vindy pun pecah seketika.


"Besok aku harus menemui Mesha, kasihan dia. Aku harus bicara dengannya. " ujar Vindy dengan penuh keyakinan.








__ADS_1


Terimakasih temen temen udah mapir di novel pertama mamayo. Minta dukungannya ya buat klik like, coment, dan jangan lupa tap love 💙 untuk menambahkan ke rak favorit kalian. See you next episode.


__ADS_2