
"Bunda !!! "
Karna syok mendengar berita tentang putrinya yang menghilang, bunda Ruli pun pingsan.
"Bunda, bangun bund.. " Sebastian menepuk nepuk pipi istrinya itu agar terbangun. Namun sama sekali tak ada respon dari Ruli.
Tanpa diperintah, Richen menggendong tubuh sang bunda untuk dibawa kekamar. Perlahan ia meletakkan tubuh bundanya diatas kasur, kemudian Sebastian menyelimuti istrinya yang tak sadarkan diri itu.
"Ayah, biar aku telfon dokter dulu. " ucap Richen, lalu dijawab anggukan oleh ayahnya.
Richen keluar dari kamar orang tuanya, lalu menelfon dokter pribadi yang biasa menangani keluarga Sebastian.
Setelahnya, ia memanggil Alena di lantai dua yang saat itu sedang mengajari Naya untuk belajar.
"Lena. " panggil Chen dari depan pintu.
"Iya sayang, ada apa? " tanya nya sambil mendekat ke arah suaminya itu.
Dengan perlahan Richen membisikkan sesuatu kepada istrinya. Lalu tanggapan Alena hanya menganggukkan kepala. Setelah itu, Alena mendekati putrinya yang sedang asik belajar.
"Sayang, mommy tinggal dulu ya. Biar Naya ditemenin mbak dulu, ada yang harus mama urus dulu. Gak apa apa kan? " ucap Alena pada putrinya.
"Iya mom. " jawab Naya singkat.
"Ya udah, kalau begitu biar mommy panggilkan mbak dulu ya sayang. "
"Oke mom. " jawab nya sambil menyatukan jari telunjuk dan ibu jari membentuk membentuk oke.
Lalu mereka meninggalkan putrinya, dan Alena menuju ruang belakang.
"Mbak, saya minta tolong temenin Naya belajar dulu ya. Dia lagi ada di ruang belajarnya. " ucapnya pada salah satu Art dirumah itu.
"Baik nyonya. "
Setelah itu, Alena menuju dapur untuk membuatkan teh jahe buat mertuanya.
Tak lama kemudian dokter pun datang. Kebetulan Ruli sudah siuman saat dokter akan memeriksanya.
"Bagaimana kondisi istri saya dok? " tanya Sebastian saat dokter usai memeriksa Ruli.
"Tidak ada yang perlu dikhawatirkan tuan. Semuanya baik baik saja, hanya saja nyonya Ruli sedang kelelahan. Dan tekanan darahnya sedikit naik, tapi sudah saya beri obat. Dan jangan terlalu banyak pikiran dulu ya, saran saya. " jelas dokter itu panjang lebar.
"Baik dok, terimakasih banyak. " sahut Sebastian. Lalu Richen mengantar dokter kepintu utama.
"Bunda, jangan terlalu dipikirin dulu ya masalah Elsie. Ayah yakin kalau keluarga Nixon tidak akan diam saja mengenai ini. Ayah tau betul betapa besarnya kekuasaan Nixon Grub. Jadi ayah yakin Elsie akan segera ditemukan. " tutur Sebastian yang mencoba menghibur istrinya.
"Iya yah, bunda percaya sama mereka. Bunda boleh gak ikut kalian ke mansion Nixon? "
"Bukannya ayah melarang bund, tapi melihat kondisi bunda yang seperti ini. Apa tidak lebih baik bunda istirahat dirumah. Seperti yang dikatakan dokter tadi. Masalah Elsie, serahkan semuanya pada kami. Ayah janji akan segera menemukan putri kesayangan kita itu. " Sebastian mencoba menjelaskan kondisinya pada Ruli.
__ADS_1
"Iya bund, lebih baik bunda dirumah saja. Lagipula Lena belum memberitahukan mengenai Elsie pada Naya. Kalau kalian semua pergi kesana, pasti Naya akan bertanya tanya. Lena belum siap dengan pertanyaan Naya. Jadi bunda dirumah saja ya. " bujuk Alena.
Sejenak Ruli berfikir tentang ucapan suami serta menantunya itu.
' Ada benarnya juga sih omongan mereka. Kasihan Naya kalau sampai tau tante nya menghilang. ' batin Ruli menimbang nimbang tentang baik buruknya.
"Huhhf.. " sejenak ia menarik nafas panjang.
"Baik lah yah, bunda percaya pada kalian semua. Ayah sudah janji kan, kalau akan segera menemukan Elsie. Jadi ayah harus menepati janji ya. " ucap Ruli dengan menaruh harapan penuh pada suaminya itu.
"Iya bund. Ya sudah, kalau begitu ayah kesana dulu ya. Sudah ditunggu sama besan. " ucapnya, lalu ia bergegas pergi ke mansion Nixon bersama putranya, Richen.
Mansion Nixon
Setelah menempuh perjalanan beberpa menit, tibalah ayah dan anak itu ke mansion Nixon.
Setibanya mereka disana sudah disambut oleh besannya. Lalu mereka menuju ruang keluarga untuk membicarakan masalah Elsie.
"Sebenarnya apa yang terjadi Gam? Mengapa Elsie bisa tiba tiba menghilang. " tanya Sebastian pada besan sekaligus sahabatnya itu.
"Aku juga kurang tau pastinya. Yang jelas semalam Nev menghubungi ku bahwa Elsie menghilang saat akan menemuinya untuk makan malam. "
" Namun Elsie tak kunjung datang, ketika Nev mencarinya malah ia menemukan kedua pengawal Elsie terluka disebuah bangunan kosong. "
"Tapi perkiraanku, Elsie sudah tak berada dipulau itu lagi. Karna Nev sudah mencarinya keseluruh penjuru pulau itu."
Agam mencoba menjelaskan tentang kronologi sesuai yang ia ketahui saja.
"Lalu kemana Nev sekarang? " tanya Sebastian saat tak melihat Nev diruangan itu.
"Saat ini Nev sedang mencari Elsie, dia mencoba minta bantuan pada orang orang yang bisa membantu nya. " jawab Agam.
Sejenak mereka terdiam dan tenggelam dalam pikiran masing masing.
...**********...
Sementara itu, keadaan Elsie saat ini sangat menyedihkan. Ia disekap dalam sebuah kamar. Sepanjang hari ia hanya bisa menangis dan menangis.
Ia sama sekali tak menyangka bahwa orang yang sudah dianggap nya sebagai seorang teman bahkan sahabat, tega melakukan hal seperti ini padanya.
Ia mencoba mencari celah agar bisa melarikan diri dari tempat itu, namun sayangnya sangat tidak mungkin. Sebab tempat itu dipenuhi oleh para penjaga.
Saking lelahnya ia menangis, Elsie pun akhirnya tertidur. Saat belum lama ia tertidur, tiba tiba pintu terbuka dari luar.
"Elsie, bangun lah sayang. " Ansen membangunkan Elsie yang baru saja bisa tertidur.
"Hah,, ngapain kamu kesini. " tanya El dengan nada sinis.
"Tenanglah sayang. Tidakkah kau ingin bersikap manis pada calon suamimu ini? " goda Ansen sembari membelai rambut Elsie.
__ADS_1
"Singkirkan tangan mu." El menangkis tangan Ansen.
" Ternyata kau benar benar menjijikkan. "
" Sssuusstt.. Jangan berbicara seperti itu sayang. Asal kau tau, aku sudah jatuh cinta denganmu pada pandangan pertama . Kau memang sangat berbeda dengan sahabat mu itu. Pantas saja si brengsek Nev mudah sekali melupakan nya. " kata Ansen sambil terus menatap Elsie.
Elsie menautkan alis nya, karna ia tidak mengerti akan ucapan Ansen barusan.
"Apa maksudmu? " tanya nya penasaran.
"Perempuan yang saat ini mendekam di penjara itu. Mesha !! " penjelasan Ansen sangat membuat nya bingung.
"Mesha? Dari mana kau mengenalnya? " El terlihat antusias karna Ansen menyebut nama Mesha.
"Yah, Mesha. Dia sahabatmu kan? Sekaligus calon istri suami mu dulu. Hahahaa.. Dan kau sudah Menikahi Calon Suami Sahabat mu sendiri kan? Hahaha.. "
Perkataan Ansen sangat menyakitkan dihati El, pasalnya ia jadi teringat lagi akan kisah masa lalunya.
"Sungguh miris sekali kisah kalian. Namun bagiku kau sungguh berbeda dengan sahabatmu itu, maka dari itulah aku jadi sangat tertarik dengan mu. " ucap Ansen sambil duduk di samping Elsie.
"Sebenarnya apa masalahmu Sena, mengapa kau tega melakukan ini padaku? Apa salahku padamu? " sahut Elsie dengan emosi yang menggebu.
"Sama sekali kau tidak punya salah dengan ku El, karna aku tidak mungkin menyukai orang yang bersalah kepadaku. " jelas Ansen.
"Hekh!! Lalu mengapa kau melakukan ini, kau bahkan sudah tau kalau aku ini sudah bersuami kan? Tapi kau bisa tega dengan ku Sen. "
"Ini semua berawal dari suamimu dan keluarganya. Karna keegoisan mereka, aku dan ibu ku harus hidup menderita selama bertahun tahun. "
"A-apa maksudmu Sena, jangan berbelit belit.. Katakan semuanya !! "
Akhirnya Ansen pun menceritakan semua masalah serta kejadian dimasa lalunya, termasuk siapa dia sebenarnya.
Dan hal itu membuat Elsie sangat syok. Bahkan ia belum dapat percaya sepenuh nya dengan ucapan Ansen.
•
•
•
•
•
•
•
Terimakasih temen temen udah mapir di novel pertama mamayo. Minta dukungannya ya buat klik like, coment, dan jangan lupa tap love 💙 untuk menambahkan ke rak favorit kalian. See you next episode.
__ADS_1