
Begitu terkejutnya Elsie dan Sena melihat siapa yang ada dihadapannya saat ini.
"Kak Nev ! Sedang apa kakak disini? " tanya El asal, sebab hanya itu kata yang terlintas dibenaknya.
"Dari mana sqja kamu?! " tanpa menjawab pertanyaan Elsie, Nev malah melontarkan pertanyaan balik.
Sebelum menjawab, El sempat melirik ke arah Sena yang berdiri disampingnya.
"Aku... Aku baru dari, " belum sempat Elsie menyelesaikan perkataannya. Tiba tiba saja sudah disambar Nev.
"Dari mana ! " ucap Nev dengan nada meninggi. Elsie yang sedikit kaget sempat memejamkan matanya sekejap.
"Emm,, maaf tuan Nixon. Saya mohon anda jangan salah paham terlebih dahulu. "
Sena mencoba berusaha menjelaskan kepada Nev. Namun respon yang diberikan Nev sungguh sangat tidak bersahabat.
"Jadi anda mengenal saya? Tapi anda tidak mengenal wanita yang baru saja anda ajak berlibur ini? " sahut Nev dengan wajah yang sudah memerah.
"Tolong dengarkan dulu penjelasan saya tuan. " ucap Sena kembali.
"Apa yang ingin kau jelaskan? Kau telah pergi bersama istri orang, lalu apalagi yang ingin kau perjelas? " tutur Nev yang sudah sangat menahan emosinya.
"Saya tidak bermaksud buruk tuan, saya hanya sekedar menghibur Elsie, agar ia tidak terlalu sedih saat ini. " jelas Sena yang ternyata malah memancing emosi Nev semakin naik.
"Apa maksudmu? Menghibur? Kau tau kan bahwa perempuan ini sudah bersuami. Lalu mengapa kau berani sekali mendekatinya? " sahut Nev dengan menunjukkan status Elsie.
"STOP kak Nev.! Enough. Kenapa kak Nev datang lalu marah marah kepada kami? "
"Apa aku tidak berhak marah Elsie? Aku ini suamimu! "
__ADS_1
"I know, statusnya. Status kita berdua memang suami istri, but our relationship, apakah seperti suami istri? "
Mendengar perkataan Elsie, Nev hanya bisa diam seribu bahasa. Sena yang masih berada disamping Elsie pun mengeluarkan seringai licik.
"Why? Gak bisa jawab ya. Aku kira, kak Nev akan kesini mencariku dan bisa merubah hubungan kita agar lebih baik. Ternyata No!! " Elsie sedikit menggelengkan kepalanya.
Setelah mengatakan itu, El mengalihkan pandangannya kepada Sena yang berdiri disampingnya.
"Sena, I'm so sorry. Karna kamu harus kebawa bawa didalam masalahku. Terimakasih untuk hari ini, aku masuk dulu ke dalam. See you.. " ucap Elsie, lalu dia masuk kedalam rumah Richen.
Sedangkan Sena hanya mengangguk dan tersenyum, untuk mengekspresikan jawabannya.
Tinggallah dua anak manusia yang masih terpaku ditempat yang sama. Tatapan mata Nev, sudah seperti anak panah yang siap meluncur pada tepat sasaran.
Sedangkan Sena tersenyum licik kearah Nev, mereka berdua seperti perang dingin. Namun akhirnya, Nev tidak ingin terlalu tersulut emosi. Jadi ia lekas masuk kedalam rumah untuk menyusul Elsie. Karna tujuan utamanya adalah Elsie istrinya.
Menyisakan Sena saja yang masih ditempat itu. Dengan senyum yang terukir dibibirnya, ia pun pergi meninggalkan tempat itu.
"Sore mam. " Ucap Sena yang menghampiri maminya, lalu ia mendaratkan kecupan dikening mami Ratna.
"Kamu dari mana aja sayang? " Tanya Ratna Lee kepada sang putra.
"Aku dari jalan jalan bentar mam, ini aku bawain kue kesukaan mami. " Sena berkata sembari menyerahkan bungkusan kue yang ia beli tadi.
"Terimakasih putra mami. Ya udah, kamu mandi gih. Masak ganteng ganteng bau asem. Hhh.. " ejek mami Ratna kepada putra tunggalnya itu.
"Ih mami, masak anak ganteng kesayangan mami Ratna yang cantik ini bau sih. Mami jangan fitnong deh ya. Huhf ! " bantah Sena kepada maminya.
Ya walaupun mereka hanya hidup berdua, namun kasih sayang diantara keduanya sangatlah besar. Tak jarang Sena masih sering bertindak layaknya anak kecil kepada maminya, ia masih sering bermanja dan memanjakan maminya.
__ADS_1
Kita tinggalkan kisah Sena sejenak.
Nev yang dari tadi berusaha membujuk Elsie agar mau membuka pintu kamarnya dan berbicara dengannya pun tak kunjung membuahkan hasil.
Hingga akhirnya Richen ikut turun tangan, ia mengetuk pelan pintu kamar adik kesayangannya tersebut.
"Elsie. Buka pintunya sayang! Ini kak Chen El. Please.. Can I talk to you? Just a minute. " kata kata Richen akhirnya membuat Elsie mau membukakan pintu.
El hanya membuka pintu setengah saja, karna takut Nev menerobos masuk.
"May I get in ? " tanya Richen, sedangkan Nev hanya bisa mengintip dari balik punggung Richen.
"Only you!! " jawab Elsie singkat, lalu Richen masuk kedalam kamar Elsie. Entah apa yang sedang dibicarakan kakak beradik itu.
Nev mencoba untuk mencuri dengar, namun hanya sia sia saja. Sekitar 30 menit lamanya Nev menunggu di depan kamar Elsie. Dan akhirnya pintu kamar Elsie terbuka.
•
•
•
•
•
•
•
__ADS_1
Terimakasih temen temen udah mapir di novel pertama mamayo. Minta dukungannya ya buat klik like, coment, dan jangan lupa tap love 💙 untuk menambahkan ke rak favorit kalian. See you next episode.