MENIKAHI CALON SUAMI SAHABATKU

MENIKAHI CALON SUAMI SAHABATKU
BAB 70 KEDATANGAN NYA


__ADS_3

"Sayang, nanti siang waktunya periksa kedokter. Temenin aku ya. "


"Jam berapa nanti yang, biar aku jemput kerumah. "


"Jam sepuluh siang ini. "


"Oke, kamu siap siap aja. Nanti aku jemput ! "


"Oke sayangku. "


"Ya udah, aku berangkat dulu ya. Emuach.. "


"Hati hati dijalan pepi. Hihi.. "


"Iya Memi.. "


Nev berangkat ke kantor dengan diantar Elsie sampai ke pintu utama. Saat Elsie berbalik arah, ia melihat Niven juga akan berangkat kerja.


"Udah mau brangkat juga Niv? " tanya El saat melihat adik ipar nya turun dari tangga.


"Iya kak, kak Nev udah berangkat ya? " tanya nya.


"Udah, baru aja. Ya udah kamu hati hati dijalan ya. "


"Oke kak,. Bye.. "


Niven pun ikut berangkat ke kantor. Elsie terus melangkahkan kaki nya, saat melintasi ruang tengah sebelum naik ketangga. Ada dentingan suara lift berbunyi, kemudian pintu lift terbuka.


"Elsie. "


Mendengar namanya disebut, ia pun menoleh.


"Kak Ansen, udah turun? "


"Iya, Nev udah berangkat ke kantor? "


"Udah kak, kakak mau keruang kerja? "


"Enggak, aku ada meeting sama clien diluar. Sebentar lagi aku dijemput kok. "


"Yakin kakak mau keluar? "


"Iya, memang nya kenapa? "


"Hati hati ya kak. Apa aku perlu temenin disini, sampe asisten kakak datang? "


"Gak usah El, makasih. Kamu istirahat aja ya. "


"Ya udah, aku tinggal ya kak. "


Ansen hanya menjawab dengan anggukan kepala. Dan tak lama kemudian asisten Ansen datang untuk menjemput nya.


Sedangkan Elsie kembali ke kamar nya untuk bersiap diri, sebelum nanti siang Nev menjemput nya.


Perusahaan Nixon Grub


Niven saat ini sedang berada diruang rapat bersama papa nya selaku pemilik Nixon Grub, kakak nya Nevile selaku presiden direktur Nixon Grub beserta orang orang penting yang ada diperusahaan.

__ADS_1


Dia benar benar tidak bisa tenang saat ini, sebab kemaren ia sudah berjanji akan menjemput Mini kerumah pak Yanto.


Karna hari ini ada janji dengan mama nya yang akan menginterview Mini secara langsung, namun ia tidak dapat meninggalkan rapat itu begitu saja. Sebab metting ini sangat lah penting.


Akhirnya ia mengirim pesan kepada teman teman nya, agar menjemput Mini kerumah pak Yanto, lalu mengantarkan nya ke mansion Nixon.


Bro, tolongin gue dong. Bisa jemput Mini gak hari ini. Dia harus interview sama nyokap gue nih, gue gak bisa jemput dia sekarang. Lagi kejebak metting penting.


SEND


Niv terpaksa mengirim pesan ke grub nya, barangkali ada temannya yang bisa bantu dia saat ini. Namun sudah lima menit ia menunggu, tak kunjung ada balasan juga dari temen temen nya.


Dia pun semakin terlihat gelisah, hingga akhirnya..


Ddrrttd drrrttd..


Handphone nya bergetar, dengan sembunyi sembunyi ia membuka isi pesan yang masuk. Ia tersenyum lebar saat mengetahui salah satu teman nya bersedia menjemput Mini.


Thanks bro..


**SEND


Rumah pak Yanto**


Saat ini Mini sudah siap dengan tas gendong yang ada dipunggungnya. Ia hanya membawa baju beberapa potong saja, sebab ia takut bila sampai sana nanti langsung kena penolakan.


Takut tidak sesuai dengan kriteria orang tuanya Niven. Dan ia saat ini ia hanya bisa mondar mandir sambil menunggu kedatangan Niven, yang katanya akan menjemput nya.


"Mini.. " panggil seseorang dari arah luar. Dengan sigap ia berjalan cepat menuju pintu, dan melihat siapa yang datang.


"Lhoh, kamu kan teman nya Niven? " tanya nya heran, sebab ternyata bukan Niven yang datang.


Nando menunjukkan chat dari Niven di grub tadi kepada Mini. Sebab ia tau kalau Mini sepertinya tidak percaya kalau Nando diperintah oleh Niv untuk menjemputnya.


"Baik lah, kita berangkat sekarang? " tanya Mini.


"Ayo. "


Dan akhirnya mereka berdua berangkat ke rumah Niven menggunakan motor nya Nando.


Saat memasuki gerbang utama komplek perumahan super elit menuju mansion Nixon, Nando berhenti sejenak. Ia menunjukkan kartu akses yang bisa membuat mereka masuk kedalam komplek.


Setelah usai, mereka kembali berkendara melewati rumah rumah mewah. Disepanjang jalan, penglihatan Mini tak henti henti nya berdecak kagum akan deretan rumah mewah yang ada disisi kanan dan kiri jalan.


Kini mereka berhenti didepan rumah yang paling mewah di antara yang lainnya. Melihat ada kendaraan yang berhenti didepan gerbang utama mansion, satpam yang sedang berjaga pun membuka pintu.


"Selamat siang pak. " sapa Nando pada satpam jaga.


"Selamat siang mas, mbak. Ada yang bisa saya bantu? " tanya satpam itu secara sopan.


"Saya mengantarkan mbak Mini, dia ingin bertemu dengan tante Ren. Bilang saja bahwa mbak Mini ini adalah Art baru yang direkomendasikan oleh Niven. "


Nando menjelaskan pada satpam jaga itu. Dan setelah mendengar penuturan Nando, satpam itu memberi kabar ke bagian keamanan yang didalam.


Setelah mendapat kan jawaban, satpam itu mempersilahkan Nando dan Mini untuk masuk kedalam.


"Permisi nyah, ini ada art yang disarankan oleh tuan muda Niven. " bu Yuni mengantarkan Mini dan Nando ke hadapan RenDae.

__ADS_1


"Iya, terimakasih Yuni. "


Setelah nya, Yuni meninggalkan Nando dan Mini diruangan baca bersama RenDae. Saat Ren melihat Mini biasa saja, namun saat melihat Nando ia sedikit bingung.


"Kamu juga mau daftar jadi art disini? " tanya nya pada Nando yang hanya berdiri dan diam saja disamping Mini.


"Tidak tante, saya hanya mengantarkan Mini saja. " jawab nya santai.


"Lalu kenapa kau masih berdiri disitu? "


"Terus saya menunggu dimana tante? " tanya Nando polos. RenDae pun seketika tepok jidat, dia hanya bisa menahan tawa dan geleng geleng kepala.


"Astaga Nando Nando.. Kamu tuh dari dulu gak berubah ya, dari sekian banyak nya teman Niven yang dateng ke rumah ini. Hanya kamu yang tante hapal betul, itu semua karna kamu memang seperti ini. " tunjuk Ren atas bawah.


Nando hanya bisa nyengir kuda menunjukkan deretan gigi nya sambil menggaruk tengguk nya yang tak gatal.


"Maaf tante, ya udah kalo gitu saya tunggu diluar aja ya tan. Hehe.. "


"Semangat Mini, semoga beehasil. " tutur Nando sembari menyemangati Mini dan hanya di balas senyuman oleh nya.


Lalu Nando pergi dari ruangan baca itu, ia menuju kursi yang tak jauh dari situ, kemudian duduk sambil memainkan phonsel nya.


Tak lama kemudian pelayan datang memberi hidangan dihadapan Nando, berupa air minum dan cemilan ringan.


"Silahkan tuan minumannya. " ucap pelayan itu sambil meletakkan isi nampan nya.


"Terimakasih mbak. "


Saat ini Mini sedang merasa gugup yang luar biasa, ia berpikir bahwa keluarga Niven hanya keluarga kaya yang seperti pada umum nya.


Ternyata dari rumah nya saja sudah menampakkan betapa megah nya kekayaan keluarga itu. Dari situ lah kepercayaan diri nya mulai sedikit memudar.


Namun karna ia sudah merasa berhutang dengan Niven, mau tak mau dia harus tetap berjuang demi mencicil uang Niven.


"Siapa nama mu? Dan apa alasanmu bekerja disini? " tanya Ren dengan aura dingin nya.









...Terimakasih buat semuanya yang udah mampir dikarya pertama Mamayo. ......


......Yuk, dukung terus authornya, dengan klik like, coment, vote. Dan tap 💙 untuk menambahkan karya ini kerak favorit kalian. ......


...Jangan lupa hadiah nya juga ya. 😁...


...Sampai ketemu di episode selanjutnya,...

__ADS_1


...thankyou so much 😘😘...


__ADS_2