MENIKAHI CALON SUAMI SAHABATKU

MENIKAHI CALON SUAMI SAHABATKU
BAB 68 KEDATANGAN KEDUA


__ADS_3

Aaaaaa....


Seketika orang itu langsung membekap mulut RenDae dengan tangan nya. Dan saat RenDae mengetahui siapa yang melakukannya, ia langsung membelalakkan mata nya lebar lebar.


Ia memukul bahu orang itu, baru bekapannya dilepas.


"Auwh.. Sakit tau ma. "


"Kamu tuh ngapain sih Niv, kurang kerjaan aja. Kamu mau buat mama jantungan. " sentak Ren pada putra bungsu nya itu.


"Ya lagian mama ngapain teriak teriak, ntar dikira ada apa apa gimana coba. " sanggah Niv.


"Kamu ngapain muncul tiba tiba didepan mama. Udah kaya ghost aja. "


Niv hanya bisa nyengir kuda, sambil garuk garuk kepala nya yang tak gatal.


"Maaf ma. Ada yang mau aku omongin sama mama. "


"Mau ngomong apa sih? "


Niven menarik mama nya agar duduk dikursi ruang tengah. Baru ia mulai menceritakan duduk permasalahan nya.


"Tadi aku gak sengaja mendengar mama ngomong sama bu Yuni, kalau mama mau nambah pelayan untuk rumah ini. " jelas Niv.


"Hemm, terus kenapa? " tanya Ren dingin.


"Ih, mama jangan jutek jutek gitu dong, ntar kelihatan tua lho.."


"Sebenarnya ada apa sih? " tanya Ren penasaran.


"Jadi gini ma, tadi siang aku tu ketemu sama bapak penjual asongan dijalan. Dia lagi dikeroyok sama komplotan geng motor, dibegal, lalu uang hasil jualannya dirampas sama geng motor tadi. "


"Terus aku sama temen temen secara diam diam ngikutin bapak itu sampai kerumah nya. Singkat cerita nya, bapak itu punya tiga anak, yang satu udah besar yang dua kembar cowok cewek masih sekolah, SD kalo gak salah. "


Ren tampak mendengar kan cerita putra nya dengan sangat serius.


"Anaknya yang kembar itu nangis, waktu aku tanya kenapa, ternyata dia bilang belom bayar uang sekolah. Rencana nya kami mau bantu keluarga itu, tapi ternyata mereka nolak ma. Terus aku bingung dong harus gimana? "


"Kenapa kok mereka nolak? " tanya Ren.


"I don't know. Mungkin mereka sungkan, karna mereka bilang katanya uang sekolah itu sudah ada. "


"Ya mungkin emang udah ada Niv. " bantah Ren.


"Tapi keadaan dirumah itu tidak menjawab pernyataan mereka ma. Dan hati ku bilang, supaya tetep bantu mereka. "


"Terus apa yang mau kamu lakukan? " tanya Ren lagi.


Niven tampak tersenyum penuh arti.


"Aku denger, tadi mama kan mau nambah pelayan dibagian belakang. Kenapa gak nyuruh ibu Dewi aja, istri nya bapak penjual asongan tadi. Bapak itu namanya Riyanto, dan istrinya Dewi. "


"Aku sih kepikiran untuk bawa bu Dewi untuk jadi pelayan disini. Karna kalo di bantu gitu aja tanpa ada embel embel apapun, sepertinya mereka gak senang ma. "


Ren terlihat manggut manggut mendengar penuturan putranya.


"Oke, boleh boleh aja. Besok kamu dateng kesana, bilang baik baik sama mereka tentang tujuanmu. Kalau mereka setuju bu Dewi kerja disini, langsung bawa kesini nanti mama pastikan dulu. "


"Karna mama gak bisa sembarangan juga nerima orang untuk kerja disini Niv, mama harus lihat betul orang itu bagaimana. Baik atau tidak, sesuai atau tidak, supaya nanti mama bisa menentukan harus dibagian mana nanti ia ditempatkan. " terang Ren.


"Oke siap ma. Makasih banyak ya ma. " nampak kelegaan dari dalam diri Niv.

__ADS_1


"Ya udah, mama mau istirahat dulu. Kamu juga tidur sana, besok telat kekantor. " titah Ren.


"Baik mama ku. Emuachh.. Night ma. " sahut Niv sambil lalu dari hadapan RenDae.


*


*


Pagi itu seperti biasanya, semua anggota keluarga Nixon sudah memulai aktivitas nya masing masing. Setelah usai sarapan Nev dan Niven sudah berangkat ke kantor, Ansen sudah berada diruang kerjanya yang ada dilantai satu Mansion Nixon.


Semenjak kecelakaan itu, yang membuat kaki Ansen patah dan harus menggunakan kursi roda, ia memantau kantornya hanya dari rumah.


Agam menyediakan ruangan kerja khusus untuk Ansen. Dan dia dibantu oleh asistennya dalam mengurus perusahaan ALE Groub.


Sedangkan Elsie saat ini sedang menjalani senam khusus ibu hamil ditaman belakang. Instruktur nya didatangkan secara langsung ke mansion. Karna waktu lahiran tinggal menghitung hari saja, maka Elsie dituntut untuk selalu rajin berolah raga.


Agar nanti saat ia melahirkan dapat berjalan lancar. Sekitar tiga puluh menit saja El melakukan senam ibu hamil, dan kini ia sudah merasa kelelahan.


"Huhff.. Kenapa sekarang aku jadi gampang capek gini ya kak. " tanya El pada instruktur senamnya.


"Ya wajar dong El, sekarang usia kandungan mu kan udah mendekati empat puluh minggu. " terang Tita pelatih senam El.


"Yang penting saat nanti sudah mulai merasa kontraksi, ingat apa yang harus kamu lakukan ya. " imbuh nya.


"Iya baik . Terimakasih banyak ya kak Tita. " tutur El.


Dan hari itu cukup hanya tiga puluh menit Elsie melakukan senam hamil. Setelah Tita pulang, Elsie bergegas membersihkan dirinya dari keringat yang menempel dibadan.


*


*


Perusahaan Nixon Grub


Karna jam kerja kantor nya sudah usai, Niven segera merapikan kembali kertas kertas yang berserakan diatas meja kerja nya.


Dan tiba tiba saja Nevile menerobos masuk keruangan Niv tanpa mengetuk pintu.


Brakk..


Suara pintu terbuka sedikit kasar dari luar. Sontak saja hal itu membuat Niven tersentak.


"Bikin kaget aja sih kak. " ia memutar mata malas saat tau kakak nya yang datang.


"Sory, temenin aku yuk. " kata Nev.


"Kemana? " tanya Niv.


"Potong rambut. "


"Lhah, masak potong rambut aja mesti ditemenin? "


"Pengen aja, biar seru kalo ada temen nya. Haha.. "


"Ogah ah, aku mau ada urusan kak. Jadi gak bisa. "


"Eh, emang bocah punya urusan apa? " tanya Nev dengan nada mengejek.


"Apa aja! Udah ah, mau cabut dulu. " sahut Niven lalu meninggalkan kakak nya yang masih terpaku diruangannya.


"Dasar bocah sialan. Gak sopan banget ditinggalin gitu aja. Awas aja nanti. " tutur nya setelah kepergian Niven.

__ADS_1


Kalau kemarin Niv mengendarai motor kesayangan nya saat ke rumah pak Yanto, kini ia membawa mobil mahal nya ke kediaman pak Yanto.


Saat sudah sampai di ujung gang sebelum masuk ke arah rumah pak Yanto, ia memarkirkan mobil nya disalah satu pelataran warga. Yang memang biasanya dipakai untuk parkir warga sekitar.


Sebelum meninggalkan mobilnya, ia menemui bapak bapak yang sedang kumpul didekat situ.


"Permisi pak, saya mau nitip parkir sebentar. Boleh ya.. " ucap Niven pada mereka.


"Iya boleh mas, silahkan. " saut salah satu diantaranya.


"Terimakasih ya pak, saya tinggal dulu. " kata Niv lalu ia berjalan memasuki gang sempit yang mengarah ke rumah pak Yanto.


Setelah tiba didepan rumah, ia segera mengetuk pintu rumah pak Yanto, namun lama tak ada yang menyahutinya.


"Kemana sih mereka? Apa jangan jangan kosong ya rumahnya. " terka nya sendiri.


Tak lama kemudian, sikembar datang dengan wajah yang murung. Niven segera menghampiri kedua bocah itu.


"Hey, anak anak manis dari mana aja kalian? " tanya Niv. Dan mereka berdua begitu senang melihat kedatangan Niven.


"Kakak.. " ucap nya bersamaan, lalu mereka berhambur memeluk Niv dengan erat. Hingga air mata mereka pun terjatuh.


Karna mendengar isak tangis kedua anak itu, Niv mengurai pelukannya lalu bertanya kepada mereka.


"Kalian kenapa? Ada apa, kenapa menangis? Katakan pada kakak. " cecar Niv sembari mengusap air mata sikembar.


"Ibu kak,.. Ibu sakit, sekarang ada dirumah sakit, hiks.. " jelas Reno sambil terisak.


"Ibu sakit apa? Dibawa dirumah sakit mana? " tanya Niv lagi.


"Dibawa kerumah sakit Mitra Sehat kak, pinggir jalan raya sana. " ucap Reno sambil menunjuk arah jalan.


"Terus kalian dirumah sama siapa? "


"Kami hanya berdua, kak Mini ikut kesana kak. " jelas Rika.


"Oh, ya Tuhan.. Ya udah, kakak telfon temen temen kakak dulu ya, biar temenin kalian disini. Setelah itu kakak akan menyusul ke rumah sakit. "


"Iya kak, hiks hiks.. "


Akhirnya Niven menelfon teman teman nya agar segera menyusul ke rumah bapak Yanto.









......***Terimakasih buat para readers yang selalu dukung karya ini. Semoga kalian semua selalu dilimpahkan kebaikan dari Tuhan.......


...Selalu dukung karya mamayo ya, dengan klik like, coment, dan tap 💙 untuk menambahkan karya ini ke rak favorit kalian ya....


...Thankyou so much 😘😍***...

__ADS_1


__ADS_2