
"Hai bebh.. Aku kesini mau mengantarkan makan siang untukmu. " sahut Mesha dengan menenteng bekal makan siang yang dia bawa. Nev sedikit kaget karna ternyata yang datang adalah Mesha.
"Tidak usah repot repot Mesha. Ini terlalu berlebihan, tapi terimakasih." ucap Nev yang memaksakan senyumannya.
Tanpa menunggu aba aba dari Nev, Mesha langsung menarik lengan Nev agar mengikutinya untuk duduk di sofa.
"Ayo bebh,, kita makan dulu. Nanti bisa kau lanjutkan pekerjaan ini setelah makan siang. Karna aku gak mau kamu sakit nanti. " bujuk Mesha terhadap Nev.
Dengan pasrah Nev mengikuti langkah Mesha, lalu menerima suapan demi suapan nasi yang di berikan oleh Mesha.
Tok tok tok..
Pintu ruang kerja Nev diketuk kembali.
"Masuk !! " lagi lagi Nev mempersilahkan masuk, karna yang ia fikirkan mungkin Riko sang sekertaris.
"Hah,,! "
Prangg...
Semua makanan jatuh ke lantai. Nev dan Mesha yang ada di ruangan itu menoleh ke sumber suara.
"Elsie! " betapa terkejutnya Nev dan Mesha. Ternyata yang masuk ke ruang kerja Nev adalah ELSIE.
Dengan cepat Elsie berjongkok untuk mengambil wadah makanan yang isinya sudah berserakan. Karna sebenarnya tadi El mau mengantar makan siang untuk sang suami. Sengaja ia memasak untuk suami tampannya itu, tapi kenyataan yang ia lihat sungguh sangat melukai hatinya.
__ADS_1
"Ma maafkan aku kak Nev Mesha. Aku tidak tau kalau kalian sedang ada disini. " dengan sekuat hati Elsie menahan rasa sesak didadanya, dia terus saja menunduk agar bisa menutupi raut sendu di wajahnya.
Seketika Nev pun berdiri lalu menghampiri Elsie yang hendak pergi.
"Tunggu Elsie, kau mau kemana? " Nev meraih tangan Elsie.
"A aku akan pergi kak. Dan mohon maafkan aku sudah mengganggu kalian. " El berkata dengan tubuh membelakangi Nev.
"Elsie? " tiba tiba saja Mesha ikut mendekati El dan Nev.
"El, kenapa mau pergi. Apa kau tidak mau berbicara dengan ku? " ucap Mesha yang berharap sahabatnya itu mau menoleh.
Perlahan Elsie menoleh kebelakang dengan wajah yang penuh deraian air mata.
"Me sha.. " El sekuat hati mendongakkan kepalanya untuk melihat wajah Mesha.
"El, maafin aku ya. Aku gak bermaksud jahat kok. Aku hanya menyapa Nev saja tadi. Jadi jangan salah paham ya! " Mesha mengurai pelukannya.
"Aku sama sekali gak berhak marah Me. " El berusaha untuk tersenyum. Meskipun hatinya sangat berat.
"Ehmm.. Nev, sorry ya suasananya jadi gak enak. kalau gitu aku permisi dulu. " Mesha hendak pergi dari ruang kerja Nev.
"Me tunggu! Apakah aku boleh bicara empat mata denganmu? " tanya El yang memang dia ingin sekali berbicara dengan sahabatnya yang sudah lama tidak ditemuinya.
"Boleh, kita bicara di luar saja El. "Ajak Mesha kepada El.
__ADS_1
"Kak Nev aku boleh keluar dengan Mesha? " El meminta ijin dengan Nev, mau bagaimana pun pria itu adalah suami sahnya. Jadi harus meminta ijin.
"Terserah kalian saja. "Nev langsung berlalu dari hadapan mereka, lalu menuju kursi kebesarannya.
"Ayo El, kita keluar. " ajak Mesha.
Akhirnya El dan Mesha berbicara berdua saja, setelah sekian lama mereka tidak jumpa.
Sedangkan Nev yang masih duduk diruang kerja menatap nanar kepergian mereka berdua.
' Aku akan segera menyelesaikan ini semua. Sungguh sangat muak akan tingkah wanita itu. Huhhftt ' Nev benar benar sudah jengah akan situasi ini. Untuk menyusun rencana selanjutnya, ia memanggil Riko orang kepercayaannya.
"Riko, hubungi Richard segera. Suruh dia bawa laporannya. Kita ketemu dua jam lagi di tempat biasa. " titah Nev kepada Riko. Dan Riko yang mengetahui maksud dari atasannya itu segera melaksanakan tugas yang ia terima.
•
•
•
•
•
•
__ADS_1
•
Terimakasih temen temen udah mapir di novel pertama mamayo. Minta dukungannya ya buat klik like, coment, dan jangan lupa tap love 💙 untuk menambahkan ke rak favorit kalian. See you next episode.