MENIKAHI CALON SUAMI SAHABATKU

MENIKAHI CALON SUAMI SAHABATKU
BAB 59 SURPRISE


__ADS_3

Setelah pulang dari rumah sakit siang tadi. Nev dan Elsie memberi kabar pada semua keluarga, bahwa mereka mengundang keluarga besar untuk datang makan malam di apartment Nev.


Waktu menunjukkan pukul tujuh malam, satu persatu semua keluarga mulai berdatangan. Dan suasana unit milik Nev dan Elsie pun menjadi riuh ramai.


Baik keluarga Sebastian maupun keluarga Nixon turut hadir semua. Sebelum makan malam dimulai, mereka sempat berbincang ringan diruang tengah.


"Kak, tumben benget ngumpulin semua keluarga untuk makan malam? " tanya Niven sambil ngunyah makanan ringan yang disediakan Elsie.


"Gak apa apa, emang gak boleh kami ngundang kalian semua buat makan malam disini? " tanya Nev balik.


"Ya boleh boleh aja, kalo bisa sih sering aja gitu. Hehe.. " sahut Niven sambil nyengir kuda.


Suasana nya benar benar menyenangkan, semua orang saling berbincang.


Dan kini waktu makan malam pun tiba, mereka semua makan malam bersama. Bukan di meja makan, tapi lesehan.


Elsie sengaja memesan nasi liwetan, jadi mereka menikmati makan malam dengan sangat meriah.


"Ini masakan apa sih sayang? Kok enak banget ya. " tanya RenDae saat mencicipi makanan nya.


"Ini nama nya nasi liwetan ma. Salah satu masakan khas negara ini. " jawab Elsie menjelaskan.


"Oh.. Enak ya. " sahut RenDae sambil terus ngunyah.


"Masih banyak lagi Ren, masakan khas negara ini yang enak enak. " terang Ruli pada besan nya itu.


"Karna kamu dan Agam kan sudah tinggal disini, jadi coba deh masakan khas nusantara. Jangan makanan western terus. " imbuh nya, lalu disambut gelak tawa oleh mereka yang disitu.


Mereka sangat terlihat sebagai keluarga bahagia, bercengkrama dan bersendau gurau bersama.


Ketika makan malam usai, Nev dan Elsie menyiapkan sebuah kejutan.


Nev memberi kode pada orang suruhan nya agar memadamkan lampu diunitnya.


Dan PET..


Aaaaa...


Teriak mereka karna kaget tiba tiba lampu padam. Tak berselang lama lampu kembali menyala. Dan...


"Surprise.. " ucap Nev dan Elsie secara bersamaan.


Dan tiba tiba dekorasi yang cantik turun dari langit langit.

__ADS_1


Balon balon bertebaran membuat suasana semakin meriah. Seketika semua yang ada disitu merasa tercengang akan pemandangan yang ada.


"Ini ada apa sih Nev, El? " tanya Agam.


"Iya ada apa sih sayang? " tanya RenDae


"Kalian kok bikin jantungan aja sih, ada apa ini? " tanya Ruli.


Dan masih banyak pertanyaan pertanyaan yang terlontar dari mereka yang ada disitu. Namun Nev dan Elsie hanya tersenyum lebar.


"Kami punya kejutan buat kalian semua. " sahut Elsie sembari tersenyum.


Nev turun dari lantai atas sambil membawa bingkisan raksasa.


Semua orang yang menyaksikan pun menjadi semakin bertanya tanya. Dan saat Nev serta Elsie memberi aba aba, Ansen Niven dan Naya sebagai perwakilan dari semuanya pun mulai membuka bingkisan raksasa itu.


Bungkus pertama zonk, karna ternyata masih ada bungkus berikutnya.


Yaa... Ahahahhh.. Ha haha..


Sorak sorai semua orang yang hadir disitu. Kemudian dengan sangat exaited, mereka bertiga kembali membuka bungkus kedua.


Dan ternyata masih ada lagi bungkus nya. Mereka pun semakin histeris, bahkan sampai bungkus yang ke sembilan pun belum ketemu isi nya.


"One more sayang, ayo semangat.. " ucap El menyemangati.


Dan akhirnya bungkus terakhir pun terbuka. Saat itu Naya yang menemukan isi bingkisannya.


"What it is aunty? " tanya Naya sembari menenteng tespack ditangannya.


Semua yang melihat pun jadi melongo.


"Sa sayang.. Kamu hamil nak. " tutur RenDae saat melihat tespack yang dipegang Naya.


Dan otomatis semua orang sangat girang, bahkan Ruli sampai meneteskan air mata nya sambil memeluk Elsie.


"Selamat ya El, "


"Selamat ya kak. "


Dan masih banyak lagi ucapan selamat dari mereka untuk pasangan suami istri yang tengah bahagia itu.


Sebastian dan Agam saling melempar senyum. Dalam hati mereka saling merasa bahagia.

__ADS_1


"Selama, Bas sebentar lagi kau akan menjadi kakek. " ucap Agam pada Sebastian.


"Selamat juga untuk mu Gam. Kau akan menjadi kakek juga lho. " sahut Sebastian.


"Hahahahaa... " lalu mereka tertawa bersama.


Dan terasa malam pun semakin larut, acara makan malam sudah selesai dari tadi. Namun Nev dan Elsie belum bisa memejamkan matanya.


Mereka berdua sama sama sedang diliputi rasa bahagia. Saling bercerita dan berangan tentang bayi yang saat ini masih didalam kandungan.


"Yang, kira kira kamu mau nya baby kita nanti cewek apa cowok? " tanya Elsie sembari bersandar didada bidang Nev.


"Apa aja sayang, apa pun yang dikasih Tuhan untuk kita, aku bakalan terima. Yang terpenting kalian berdua harus selalu sehat. Oke ! "


" Oke pepi. " sahut Elsie. Nev mendengar sebutan pepi untuknya jadi merasa heran.


"Kok pepi sih yang? " Nev menautkan alis nya.


"Iya sayang, panggilannya nanti pepi sama memi aja. Gimana? Lucu kan, hihihi.. Biar lebih unik aja yang. " El menerangkan maksudnya.


"Iya, boleh kok sayang. Terserah kamu aja deh, yang penting sayang ku ini selalu bahagia. "


"Ya sudah, anak pepi yang masih diperutnya memi. Sekarang kita bobok dulu ya, sehat sehat didalam perut memi, jangan susahin memi ya sayang. Pepi dan memi menunggu kehadiranmu nak, love you sayang. Emuah.. "


Nev berkata sembari mengelus perut istri nya yang masih terlihat rata itu.


Dan mereka pun mengistirahatkan tubuhnya yang lelah sejenak. Bersiap untuk mengukir mimpi indahnya, sebelum esok kembali menghadapi dunia nyata kembali.









...Terimakasih temen temen udah mapir di novel pertama mamayo. Minta dukungannya ya buat klik like, coment, dan jangan lupa tap love 💙 untuk menambahkan ke rak favorit kalian. See you next episode....

__ADS_1


__ADS_2