
Ttiiiiitttt...
Tanda garis lurus terus melaju. Secara reflek Agam memencet tombol darurat yang disediakan diruangan itu. Tak berselang lama dokter pun datang.
Tanpa di perintah, mereka bertiga mundur.
Memberi ruang pada dokter agar dapat segera memeriksa kondisi Ratna.
Setelah dokter memeriksa Ratna dengan stetoskop serta memeriksa mata nya dengan senter kecil. Maka dokter berbalik menatap mereka bertiga dengan wajah sendu.
"Maafkan kami tuan nyonya. Nyonya Ratna telah berpulang kepada penciptanya. Kami sudah berusaha semaksimal yang kami bisa, tapi Tuhan berkehendak lain. "
Mendengar pernyataan dokter, Ansen hanya bisa menggeleng geleng kan kepala tanda tak percaya. Air mata nya bagaikan airbah, yang terus mengalir tanpa bisa ia kontrol.
"Ratnaaa... " RenDae teriak histeris. Dia memeluk j*naz*h Ratna, wanita yang baru dikenalnya. Namun ternyata sudah berkorban banyak untuk hidupnya.
Agam hanya bisa menenangkan istri nya itu. Jujur dia juga merasa sangat kehilangan akan sosok Ratna.
Sedangkan Ansen sangat syok mendengar bahwa wanita yang selama ini menemaninya, kini telah pergi meninggalkannya.
Setelah dapat menguasai dirinya ia segera berlari kearah j*naz*h mami nya, yang mulai di lepasi segala alat medis yang menempel ditubuh Ratna.
"Jangan suster, aku mohon jangan. Jangan dilepas itu semua. Aku yakin mami ku masih hidup. Pasti dokter salah memeriksa. Hiks hiks hiks.. "
Ansen terus saja menghalangi para perawat yang hendak melepas alat alat itu. Melihat Ansen semakin tak terkendali, akhirnya Agam turun tangan. Ia memeluk Ansen dengan erat.
Memberikan sisa sisa kekuatan yang ia punya untuk salah satu putranya itu.
"Mi... Mami... Bangun mi, maafkan Ansen. Miiiii... Huaa.. Haa.. " Ansen terus saja meronta dipelukan Agam.
Semua alat alat medis yang menempel ditubuh Ratna sudah terlepas. Dan kini tubuhnya ditutupi oleh selimut putih secara keseluruhan.
Kemudian brankar Ratna mulai didorong keluar dari ruang ICU. Karna akan dipindahkan keruang m*y*t.
Melihat brankar maminya dibawa keluar, membuat Ansen semakin histeris.
"Jangan bawa mami ku !! Mami... Jangan tinggalin Ansen mi, hiks hiks hiks.. Ansen ikut mami. " Kali ini Ren mendekatinya, lalu ia memeluk Ansen dan menuntunnya untuk keluar dari ruangan itu.
Sedangkan Agam mengikuti mereka dari belakang. Begitu brankar keluar dari ruang ICU, Elsie dan Nev yang masih menunggu didepan. Sangat terkejut melihatnya.
"Mama papa, apa yang terjadi dengan tante Ratna? " Tanya Nev dengan wajah yang terlihat kaget.
Ren Dae tidak menjawab pertanyaan Nev, dia hanya bisa menggeleng kan kepalanya. Kemudian berlalu dari situ, sambil terus memeluk Ansen.
Lalu Agam mendekatinya.
__ADS_1
"Nev, tante Ratna sudah tidak ada. Papa minta tolong, segera kau urus kepulangan j*naz*h tante Ratna ya. " pinta nya.
"Baik lah pa, papa tenang saja. Biar Nev yang urus semuanya. " sahut Nev.
Kemudian ia beralih pada Elsie istrinya.
"Sayang, kamu bantu mama untuk hibur Ansen ya. Biar aku urus j*naz*h tante Ratna dulu. "
Elsie mengangguk, lalu Nev mencium kening Elsie sekilas. Kemudian mereka berpencar.
Sebelum mengurus pemulangan j*naz*h Ratna, Nev lebih dulu memboking rumah duka yang terletak tidak jauh dari rumah sakit.
*
*
Saat ini semua keluarga dan kerabat sudah berkumpul dirumah duka. Rasa haru sangat terasa ditempat itu. Semua orang yang hadir ditempat itu mengalami kesedihan yang mendalam.
Air mata Ansen tak henti hentinya menetes. RenDae selalu berada di samping Ansen, memberikan pelukan serta kekuatan untuk putra suaminya itu.
Sangat terlihat ketulusan dari dalam diri RenDae. Walaupun ia baru bertemu dengan Ansen, namun kasih sayang nya sama besar dengan kedua putra nya.
Pemuka agama memberikan doa doa dan kini saat nya acara tutup peti. Disaat itu lah semua keluarga terakhir kalinya dapat melihat wajah Ratna.
"Mi... Maafkan Ansen ya mi, ini semua karna kebodohan Ansen. Ini semua karna keegoisan Ansen mi. Maaf.. Hiks hiks hiks.. " Ansen masih terus saja menangis disamping peti j*naz*h mami nya.
"Tenanglah Ansen, yang sabar ya. Kamu harus kuat. Hibur Elsie pada teman nya itu, sembari mengusap usap punggung Ansen.
Setelah semua nya siap, j*naz*h Ratna dibawa ambulance untuk dimakamkan di pemakaman khusus.
Pemakaman itu diboking khusus untuk Ratna, atas nama dari keluarga Nixon. Jadi sudah pasti diberikan pelayanan dan perawatan terbaik.
Saat bunga tengah ditaburkan diatas makam, masing masing dari mereka melangitkan doa doa untuk Ratna.
' Istirahat yang tenang ya mi. Maafkan semua kesalahan Ansen. Ansen berjanji akan menuruti permintaan terakhir mami. Ansen akan berubah menjadi manusia yang lebih baik lagi mi. Tunggu Ansen disana ya mi. Hiks hiks hiks.. '
' Selamat jalan Ratna, maafkan aku karna kebodohanku melupakanmu begitu saja. Sampai sampai aku tidak tau bahwa kau membesarkan Ansen sendirian. Kau wanita yang hebat Ratna, semoga kau tenang disana. Aku akan menjaga putra kita dengan sebaik baiknya, seperti aku menjaga Nev dan Niven. ' kata hati Agam.
' Selamat jalan Ratna, maafkan aku karna tidak mengetahui posisimu waktu itu . Kalau saja aku mengetahui kau dan Agam saling mencintai. Maka aku tidak akan memaksakan diri untuk masuk diantara kalian berdua. Sebagai penebusan atas kesalahan ku padamu, aku berjanji akan menyayangi dan merawat Ansen dengan tulus. Sampai kapanpun Ansen juga putraku, sama seperti Nev dan Niven. ' kata hati RenDae.
*
*
Pemakaman telah usai, saat ini Ansen sedang berada didalam mobil bersama dengan Agam, istrinya dan juga Niven.
__ADS_1
RenDae terus saja mendampingi Ansen, mereka semua nampak sangat menyayangi Ansen.
"Ansen, kita pulang kerumah papa dulu ya sayang. " ucap Ren membuka percakapan.
"Tidak usah tante, saya tidak mau merepotkan kalian semua. " jawab Ansen yang terlihat masih memberi jarak dengan mereka.
"Tidak sayang, sama sekali kamu tidak merepotkan kami. Anggaplah kami ini sebagai keluarga mu juga nak. Papa Agam ini juga papamu, dan kami semua sangat menyayangi mu Ansen. Bahkan Nev dan Niv juga sangat menerima mu nak. "
RenDae menjelaskan pada Ansen dengan penuh kasih sayang. Dan hal itu membuat Ansen mengalihkan pandangannya pada istri papa nya itu.
"Tante, aku sudah sangat jahat pada tante. Aku sudah melukai putra tante dan aku menyukai menantu kesayangan dikeluarga kalian, aku sudah membuat mami ku sendiri meregang nyawa. Bahkan selama ini aku sangat membenci kalian semua. Tapi mengapa kalian masih saja bersikap baik denganku? "
Ansen berkata dengan mata yang berkaca kaca. Sedangkan Agam dan Niven yang duduk dikursi depan pun melihat Ansen dari kaca yang mengarah ke kursi belakang.
Ren meraih tangan Ansen, kemudian ia menatap nya lekat.
"Nak, dengarkan tante. Kami sangat mengerti kenapa kau sampai melakukan hal itu. Kami mengerti akan kebencian yang tumbuh dihatimu itu. "
"Dan itu semua juga ada andil dari keluarga kami bukan? Jadi kami sama sekali tidak berhak untuk menghakimimu. Bagi tante, kau sama seperti Nev dan Niven. Mereka putra putra tante, dan kau pun juga putra tante. Dan putra keluarga ini. "
"Jadi kalau tante boleh minta sesuatu sama kamu, tolong terima kami sebagai keluargamu juga nak. "
Mendengar penuturan Ren, seketika air mata Agam dan Niven pun terjatuh. Begitu juga dengan Ansen, dia memeluk RenDae dan menumpahkan tangisan nya dipundak wanita yang berstatus sebagai ibu tiri nya itu.
Tak berselang lama, mobil pun tiba dipelataran Mansion Nixon. Satu persatu mereka memasuki mansion mewah milik keluarga Nixon itu.
Dan ini adalah kali pertama Ansen memasuki mansion milik keluarga sang papa.
•
•
•
•
•
•
...Terimakasih temen temen udah mapir di novel pertama mamayo. Minta dukungannya ya buat klik like, coment, dan jangan lupa tap love 💙 untuk menambahkan ke rak favorit kalian. See you next episode....
......***Maaf untuk para readers tersayang, karna beberapa hari ini belum bisa up date tiap hari. Dikarenakan author sedang tidak enak body yes. ......
...Doakan biar author sehat terus ya, kalian semua juga jaga kesehatan ya. Musim nya lagi gak enak banget soalnya. ...
__ADS_1
...Terimakasih semuanya, happy reading.. 😍😘😘***...