
Chhiiittt....
Suara denyitan rem sampai terdengar nyaring, semua yang ada di mobil itu kaget. Rombongan Mesha ada dua mobil, Mesha ada di mobil belakang. Sedang kan mobil depan isinya anak buah Arthur semua.
"Kenapa mereka berhenti mendadak sih? " tanya Mesha yang belum juga mengetahui tentang situasi didepan.
Tiba tiba saja ada seseorang berlari kearah mobil mereka, dan..
Prangk...
Orang itu memukul kaca depan mobil menggunakan helm yang ia bawa. Dan di mobil depan sudah terlihat perk³l@h¹an.
Tanpa di beri aba aba, anak buah Arthur turun dari mobil, lalu melawan orang itu. Namun dengan sangat mudah nya anak buah Arthur dikalahkan oleh satu orang saja.
Setelah melumpuh kan mereka semua, orang itu langsung membuka pintu mobil belakang. Dan Mesha pun menjadi ketakutan.
"Siapa kamu? " tanya Mesha yang sebenarnya sudah sangat ketakutan.
Orang itu menodongkan p1sauuu kepada Mesha. Sontak saja membuat nya terkejut, Mesha meringsut kebelakang.
Tanpa berbicara apa pun, orang itu memberi kode agar Mesha menyerahkan Arka pada nya.
Mesha pun tak mau mengambil resiko, ia segera menyerahkan Arka pada orang itu.
Setelah Arka ada digendongan nya, ia segera pergi bersama teman nya menaiki motor yang mereka kendarai tadi.
Seketika Mesha berteriak karna merasa kesal telah gagal membawa Arka ke luar kota.
"Aaakkkhh... !!! "
Dan mereka semua harus siap siap menerima amarah dari Arthur.
Sedangkan kedua orang yang mengendarai motor itu sedikit merasa lega. Mereka berhenti disebuah restoran, karna Arka menangis terus dari tadi.
Setelah tiba direstoran terdekat, mereka memesan minuman.
"Syukur lah kamu gak apa apa sayang. Maafkan kami kalau kami sedikit terlambat membawa mu. "( emuach )
"Kita harus segera memberi tahu kak Nev dan semuanya, pasti mereka sangat khawatir dengan Arka. "
"Tapi bagaimana nasib nyonya muda tuan? "
"Jangan panggil aku tuan Mini, panggil saja Niv. Sama seperti yang lainnya. " ucap Niven.
"Mana bisa seperti itu tuan, saya kan hanya pelayan. " sahut Mini dengan pandangan tertunduk.
"Oh ya, lebih baik tuan segera hubungi tuan Nev. " imbuh Mini, yang sejujurnya ia hanya ingin mengalihkan pembicaraan mereka.
"Astaga! ! Kenapa aku sampai lupa. Sebentar ya Min, aku telfon kak Nev dulu. " Niven sedikit menjauh dari Mini.
Dan ternyata kedua orang itu adalah Mini dan Niven. Mereka membuntuti Mesha dan kawanan nya, saat tau kalau yang Mesha gendong sebelum masuk mobil itu adalah Arka.
Langsung saja Mini dan Nev mengikuti nya dengan menggunakan motor Niven. Lalu saat ini, Niven sedang mencoba menghubungi kakak nya.
" Halo, kak Nev. Apakah kakak sedang mencari kakak ipar dan Arka? "
" Saat ini Arka sedang bersama ku dan Mini kak, kami berhasil menyelamatkan nya dari para penjahat itu. "
" Iya benar kak. Lebih baik kakak fokus saja pada kakak ipar, sebentar lagi aku akan pulang ke mansion. "
"Baiklah, sama sama kak. "
Setelah selesai menelfon kakak nya, Niv kembali duduk dihadapan Mini yang sedang menggendong Arka. Kini Arka sudah bisa tertidur pulas, dan setelah membayar minuman nya, mereka bertiga segera pergi dari tempat itu dengan membawa Arka ke mansion. Dimana tempat paling aman saat ini untuk Arka adalah mansion Nixon.
__ADS_1
*
*
Dan saat ini Nev, Ansen serta Agam Nixon sedang menuju titik lokasi dimana dugaan Elsie berada. Mereka sedikit bernafas lega, sebab Arka sudah berada ditangan yang tepat.
Kini saat nya untuk mereka fokus mencari keberadaan Elsie. Perkiraan nya membutuhkan waktu dua jam an untuk sampai ditempat Elsie, karna Elsie dibawah ke luar kota. Jauh dari hiruk pikuk kota besar ini, namun saat di perjalanan menuju kesana, nomor Nev mendapat telfon dari orang yang tak dikenal nya.
"Siapa Nev? " tanya Agam saat mendengar suara dering handphonenya Nev.
"Entah, nomer nya tidak aku save. " jawab Nev dengan wajah bingung.
Mendengar perkataan adik nya, Ansen segera menepikan mobil nya. Ia mengambil laptop dari kursi belakang. Dengan cekatan ia mengotak atik keybord yang ada dilaptop itu. Setelah selesai ia memberi perintah pada Nev.
"Angkat Nev, loadspiker kan. Telfon mu sudah aku sadap, jadi kita bisa tau keberadaan sipenelfon. Aku yakin itu pasti dari mereka. "
Perintah Ansen ditanggapi anggukan oleh Nev. Tanpa berlama lama Nev segera menggeser tombol hijau yang sedari tadi bergerak gerak.
" Ya hallo! "
" Siapa kamu? "
" Katakan dimana istriku, kalau kau punya masalah dengan ku, kita selesai kan sendiri jangan kau bawa bawa istri dan anak ku. "
" Apa mau mu? Katakan!! "
" Apa??? Kau meminta Nixon grub berpindah menjadi atas nama mu? Hahahaha... "
" Kau sudah gila ya, mana mungkin hal itu terjadi tuan. Kau tidak akan pernah mendapatkan nya. "
" Jangan!! Jangan sampai kau sakiti dia. Oke, baiklah!! Aku akan menuruti keinginan mu. Katakan saja dimana tempat nya aku harus menemui mu. "
" Baik lah kalau begitu, pukul satu tengah malam nanti aku akan datang membawa semuanya. " pungkas Nev lalu mengakhiri panggilan nya.
"Lalu apa rencana kalian? " tanya Agam pada kedua putra nya. Kedua laki laki tampan itu tak langsung menjawab pertanyaan sang papa. Hening, mereka hanya bisa terlarut dalam pikiran nya masing masing.
Kemudian setelah berfikir matang, Nev memutuskan untuk menjemput Elsie saat itu juga.
"Aku akan kesana sekarang. Apapun resiko nya, aku harus segera menyelamatkan istriku. " kata kata Nev penuh dengan keyakinan. Dan hal itu membuat Ansen serta Agam menoleh ke arah Nev secara bersamaan.
"Tapi resiko nya besar Nev, kau tidak boleh gegabah. " ucap Agam yang terlihat menghawatirkan putra kedua nya itu.
"Papa betul Nev, resiko nya sangat lah besar. Tapi kita bisa membuat strategi dulu sebelum kau kesana. " kali ini gantian Nev dan Agam yang menoleh ke arah Ansen, sebab penasaran dengan arti dari ucapan Ansen.
"Bisakah kita minta bantuan pada Richard? Aku tau kondisi nya sangat lah tidak tepat, Richard baru saja menikah, dan tidak seharusnya kita mengganggu nya. Tapi keadaan yang membutuhkan nya. Bagaimana pa Nev? "
"Akan aku bicarakan dengan Richard nanti, tapi apa rencana mu kak? "
"Richard harus ikut dengan kita, kita akan memberikan penyerangan besar besaran ditempat penyekapan Elsie sekarang. Kita bagi menjadi tiga kelompok, dengan kapasitas mundur semakin banyak. "
"Maksudnya, kelompok penyerang pertama dalam jumlah sedikit, lalu kedua bertambah banyak dan ketiga jauh lebih banyak. Hal ini hanya Richard yang tau bagaimana pembagian nya, sebab dia yang memegang kendali semua pengawal dan bawahan Richard yang ada di markas nya bukan? "
"Iya betul, kalau begitu aku akan menghubingi Richard. " kata Nev.
Setelah Nev mendiskusikan nya dengan Richard, mereka semua mulai berangkat ke lokasi Elsie tanpa harus menunggu tengah malam tiba.
*
*
Saat itu Mesha menyusul Arthur ketempat penyekapan Elsie, sebenarnya Arthur sudah melarang nya agar tidak kesana. Itu semua demi nama baik Mesha juga, dia harus tetap terlihat baik didepan keluarga Nixon.
Apabila dibutuhkan lagi suatu saat Mesha bisa dengan mudah nya keluar masuk kedalam lingkungan mereka bukan.
__ADS_1
Tapi Mesha tetap lah Mesha, tidak mendengar kan perkataan Arthur. Saat ia tiba di gedung kosong itu, dengan sangat jelas kehadirannya dilihat oleh Ansen, Nev, Agam dan Richard.
Mereka saat ini sedang bersembunyi untuk mencari celah agar mereka bisa masuk kedalam. Akan tetapi kedatangan Mesha sangat mengejutkan mereka semua terutama Nev. Karna selama ini ia merasa kalau Mesha sudah berubah, tapi kenyataan yang ia lihat jauh berbeda. Justru sahabat istri nya sendiri yang ada dibalik penculikan istri dan anak nya.
Hampir saja Nev tidak bisa menahan emosi nya, rasa nya ia ingin turun dari mobil dan segera memberi pelajaran untuk Mesha. Tapi Ansen dan Richard dapat menahan nya.
Saat didalam Mesha segera mencari Arthur, karna mau bagaimana pun ia harus segera minta maaf pada Arthur karna tidak berhasil membawa Arka.
"Arthur.. "
"Arthur... "
Mesha membuka sebuah ruangan dan ternyata didalam ruangan itu ada banyak sekali orang. Dan tepat ditengah tengah ada Elsie yang sedang duduk dikursi dengan kondisi terikat badan nya.
Seketika Elsie berteriak, seolah olah ingin meminta bantuan pada sahabat nya itu. Namun karna mulut nya masih tertutup lakban suara nya hanya bisa tercekat.
Sedangkan Arthur seketika melototkan mata nya pada Mesha, karna Mesha masuk begitu saja tanpa meminta persetujuan nya.
"Apa yang kau lakukan Mesha? Bisakah kau jangan mengganggu kami? " kata Arthur.
"Karna aku tidak bisa jauh dari mu sayang. " sahut nya dengan langkah mendekati Arthur. Kemudian ia duduk dipangkuan pria yang berstatus sebagai kekasih nya itu.
Melihat kenyataan dihadapannya, membuat Elsie seketika tercengang. Bukannya menolong sahabat nya yang saat ini sedang terikat dan dalam kesusahan, malah Mesha mendekat ke arah musuh.
' Mesha, kenapa kau seperti ini. Apa yang sebenarnya terjadi padamu? Hiks.. hiks.. ' batin Elsie hanya bisa menangis melihat kelakuan sahabat karib nya itu.
Bahkan Mesha sama sekali tak menghiraukan keberadaan Elsie yang sedari tadi menatap nya dengan penuh harap. Berharap bahwa Mesha mau menolong nya.
"Maafkan aku ya sayang, aku kehilangan bayi itu. " ucap Mesha dengan pandangan tertunduk.
"Sudah lah sayang, semua nya sudah terjadi. Biarkan bayi itu dibawa pergi, karna aku rasa wanita ini sangat cukup untuk membuat Nixon Grub berpindah tangan kepadaku. " ujar Arthur sembari memainkan rambut Mesha.
Dengan gerakan yang seolah mau mencium Mesha, Arthur mendekatkan mulut nya ke arah pipi Me, lalu ia berbibisik kepada Mesha.
"Tapi ingat Mesha, karna kesalahan mu ini kau harus membayar mahal untuk ku. Aku nanti akan menghukum mu. " bisik Arthur. Dan Mesha hanya bisa menelan ludah nya.
Percakapan mereka berdua membuat Elsie mernerka dalam hati, akankah yang mereka maksud adalah bayi nya. Arka?
Ditengah tengah perdebatan mereka masing masing. Tiba tiba saja pintu ruangan penyekapan Elsie terbuka lebar, muncul lah Ansen dan Nev dari balik pintu itu.
Dan, ciiissshhh..
Ahh..
Akhh...
Brugh.. Brugh.. Brughh..
•
•
•
•
•
•
•
...***Terimakasih semuanya yang udah mampir, jangan lupa tinggal kan jejak ya. Supaya author tambah semangat nulis nya. ...
__ADS_1
......Oke, kita sambung bab berikut nya ya.. Bye bye 👋👋***......