MENIKAHI CALON SUAMI SAHABATKU

MENIKAHI CALON SUAMI SAHABATKU
BAB 11 PERASAAN APA INI?


__ADS_3

* cafe *


Dua bersahabat itu sudah duduk di tempat mereka buat janji temu tadi. Elsie dan Vindy tampak menikmati makan malam dengan lahap, jujur Elsie sendiri memang sudah sangat lapar. Jadi tidak butuh waktu lama, makanan yang ada dipiringnya habis tak tersisa.


"Oh ya beb, ngomong omong ada apa kok ngajak ketemuan? Apa ada sesuatu yang mau kamu sampein. " El membuka suara setelah meneguk segelas air. Sedangkan Vindy langsung terfokus pada Elsie, setelah mendengar kalimat sahabatnya itu.


"Ah, iya beb. Ada yang mau aku omongin sebenernya. Tapi.. " nampak sekali dari raut wajah Vindy, sedang merasa bingung.


"Tapi apa beb? Ngomong aja, gak usah sungkan. Selama ini kan diantara kita tidak ada yang ditutup tutupi beb. " sahut Elsie yang sepertinya sudah tidak sabar.


Setelah nampak berpikir, Vindy akhirnya memberanikan diri untuk berbicara.


"Sekitar seminggu yang lalu aku sempat bertemu Me dengan seorang cowok di salah satu butik ternama. "


"Terus? Apakah kamu menghampirinya beb? " tanya Elsie dengan antusias.


"Awalnya aku ingin mengejar mereka beb, tapi pas aku udah deket ternyata.. " lagi lagi kalimat Vindy terputus karna bimbang.


"Ternyata apa beb? Jangan buat aku penasaran dong beb! " tutur Elsie yang menatap tajam Vindy.


"Ternyata pria yang sedang bersama Mesha adalah... Nev suamimu. " setelah mengatakan itu, Vindy nampak tertunduk lesu.


"Apa? " Jelas sekali Elsie sangat syok dan tidak percaya akan kalimat bestie nya tadi.


"Ia El, aku melihatnya sendiri. Mereka nampak baik baik saja, dan aku melihat Mesha sangat senang. " Vindy memberanikan diri untuk menegakkan kepalanya lagi.


"Tapi bukan kah waktu itu, Mesha sendiri yang bilang sama kita. Kalau Nev sudah sangat membencinya, lalu apa ini? " ujar Elsie yang masih belum percaya.


"Apa jangan jangan memang sebenarnya mereka sudah berbaikan sejak lama? Tapi mengapa Nev masih saja menyetujui perjodohan ini? " imbuh El sembari menerka nerka sendiri.


"Aku gak tau beb soal itu, satu satunya cara lebih baik kamu langsung tanya aja sama Nev. " kata Vindy yang menurut El ada benarnya juga.


"Iya beb, coba nanti aku tanyain ya. Soalnya dia sekarang lagi keluar kota untuk beberapa waktu. " tutur Elsie.


"Jadi Nev keluar kota beb? " tanya Vindy.


"Iya beb, dia berangkat dua hari yang lalu, katanya sih dia agak lamaan disana. Mangkanya aku sekarang tinggal di mansion Nixon bersama mertuaku. " jelas El kepada Vindy.

__ADS_1


"maaf ya beb, tapi aku kok jadi kepikiran ya. Jangan sampe deh,.. amit amit.. " Vindy seperti ingin mengutarakan sesuatu.


"Kenapa sih beb? " tanya Elsie penasaran.


"Aku takut Me nyusulin Nev ke luar kota. Tapi moga moga aja prasangka ku salah deh. " Vindy tampak cemas.


"Ah,, gak mungkin lah beb. Masak senekat itu mereka. " El mencoba menepis prasangka Vindy.


"Ya moga aja deh beb. " jawab Vindy.


Setelah puas berbincang bincang, Vindy dan Elsie pulang ke rumah masing - masing. Sesampainya dirumah, Elsie langsung menuju lantai 3 dimana kamarnya berada.


Karna di mansion Nixon terdapat lift, jadi Elsie begitu memarkirkan mobilnya di garasi. Ia langsung masuk lift dan menuju lantai tiga. El tidak menemui mertuanya, sebab tadi ia sudah memberi kabar bahwa dia akan pulang terlambat.


Dan di jam segitu, mertua El biasanya sudah terlelap. Begitu ia sampai dikamarnya, ia langsung membersihkan diri. Sekitar tiga puluh menit, Elsie pun selesai mandi. Lalu seketika ia mengingat tentang prasangka dari sahabatnya tadi.


"Apa aku hubungin kak Nev aja yah." El nampak berfikir, sedetik kemudian ia memutuskan untuk menghubungi suaminya itu.


Percakapan telfon.


Nev : " iya El, ada apa? "


Elsie : " gimana kabarnya kak? "


Nev : " baik kok, kamu sendiri gimana? "


Elsie : "aku juga baik kak. Kak Nev sedang apa sekarang? "


Nev : " aku sedang mengecek beberapa pekerjaan. Kamu masih di mansion kan El? "


Elsie : " iya kak, aku masih di mansion kok. kak Nev sama siapa aja kak? " El mencoba menelisik tentang Nev.


Nev : "aku sama Riko disini. oh iya, tumben kamu telfon aku duluan. Apakah kamu merindukanku nyonya Nixon? "


Elsie : "PD banget sih kak Nev, aku kan cuma tanya kabar aja. ya udah deh kalo gitu, aku mau istirahat dulu. Bye kak Nev! "


Elsie tiba tiba saja mematikan sambungan telfon secara sepihak. Sedangkan Nev disebrang sana, hanya tersenyum sembari menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


"Ada ada aja gadis ini. " tutur Nev pelan setelah meletakkan handphone nya di atas nakas.


' Perasaan macam apa ini, kenapa jatungku berdetak sangat cepat. Ah sudahlah... ' Nev mencoba menepis perasaannya.


Tidak dapat dipungkiri, selama ia berada di luar kota Nev merasa sangat merindukan Elsie. Tapi dia selalu menepis perasaannya itu dengan menyibukkan diri pada pekerjaan.


Ingin sekali rasanya ia menelfon istri cantik nya itu. Namun ego nya jauh lebih besar, jadi sewaktu Elsie menghubunginya terlebih dahulu. Ia sangat merasa bahagia.


Disisi lain, setelah menghubungi suaminya. El merasakan perasaan yang tidak menentu. Jantungnya berdetak sangat cepat, entah mengapa wajah suami tampan nya itu terus saja berputar di ingatannya.


' apa apaan sih ini, kenapa malah jadi kepikiran kak Nev terus? Bukankah harusnya aku mencari tau tentang Mesha. Ayo El... Fokus pada tujuan utama, jangan mikirin yang lain lain. Aku harus cari tau, apakah kak Nev dan Mesha benar benar masih berhubungan? Kalau ini semua benar ada nya. Bukankah ini sangat bagus untukku? Jadi aku bisa terbebas dari kesepakatan pernikahan ini. ' Elsie terus saja bergumam dalam hati.


Mengingat tentang pernikahannya ini, ia pun jadi teringat tentang kesepakatan yang telah dibuatnya dengan Nev sebelum mereka menikah.


Nev mengatakan kepada Elsie bahwa ia menerima pernikahan ini, karna ada sebuah ancaman dari orang tuanya yang akan mengirimkan dia ke Afrika untuk ikut kerabatnya. Serta melepaskan semua tanggung jawab Nev di perusahaan.


Sehingga ia membuat kesepakatan dengan Elsie. Pernikahan ini hanya akan berjalan selama satu tahun, dan apabila diantara mereka menemukan orang yang dicintai, maka salah satu diantaranya tidak boleh untuk menghalangi.


Dikarenakan Elsie menerima perjodohan ini, untuk menunjukkan rasa baktinya kepada orang tua, terutama kepada ayahnya. Sebab El sangat menyayangi ayahnya sehingga berat rasa hatinya untuk menolak permintaan sang ayah. Maka El menerima tawaran Nev, dengan syarat Nev tidak boleh menyentuh Elsie.


Namun akhir akhir ini El merasakan perasaan yang berbeda terhadap Nev, mungkinkah ia sudah jatuh cinta dengan suaminya itu? Entahlah,, sebab keduanya selalu saja menepis perasaan yang mulai tumbuh.









Terimakasih temen temen udah mapir di novel pertama mamayo. Minta dukungannya ya buat klik like, coment, dan jangan lupa tap love 💙 untuk menambahkan ke rak favorit kalian. See you next episode.

__ADS_1


__ADS_2