
Dan setelah mendengar penjelasan dari Mini tadi, Ansen langsung menuju ruang keamanan. Disana ada ruangan khusus yang biasanya dipakai untuk mengontrol dan memantau semua cctv yang ada di mansion.
Ruangan itu selalu dijaga ketat oleh para pengawal berbadan besar. Dan saat mengetahui kalau Ansen berjalan ke arah ruangan itu, mereka semua memberi salam hormat dengan menundukkan setengah badan nya.
"Selamat malam tuan, ada yang bisa kami bantu? " tanya salah satu diantara mereka.
"Yah, aku mau melihat hasil rekaman cctv di area yang dipakai untuk acara tadi sore. Ada sesuatu yang akan aku cari disana. Bisakah kalian menyiapkannya?"
Tanya Ansen dengan wibawa penuh.
"Bisa tuan, mari silahkan. "
Kemudian para pengawal itu mengantar Ansen masuk kedalam, lalu salah satu petugas yang menjaga layar monitor cctv itu menunjukkan rekaman tadi sore.
"Stop ! " kata Ansen saat melihat sesuatu yang ia curigai.
"Putar mundur beberapa detik, lalu zoom. " titah nya.
"Baik tuan. "
Pria disamping Ansen itu menuruti perintah salah satu tuan mudanya. Saat ini Ansen sangat fokus dengan apa yang ia amati, ia sedang mencari logo RC itu pada beberapa orang yang menggunakan toilet tamu pada acara sore tadi.
"Yah, sepertinya ini yang aku butuhkan. Tolong potong bagian ini lalu kirim ke handphone saya. " titah nya lagi.
Setelah ia memindah data berupa potongan video itu, tak lupa Ansen mengucapkan terimakasih pada orang yang telah membantu nya.
Kemudian ia keluar dari ruangan itu dan kembali ke kamar nya untuk mengistirahatkan diri sejenak. Karna waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh malam, jadi alangkah baik nya kalau dia istirahat terlebih dahulu malam ini. Masalah ini akan ia lanjutkan esok hari saja.
Keesokan hari nya semua orang mulai beraktifitas seperti biasanya lagi. Karna kondisi Ansen yang semakin membaik setelah kecelakaan waktu itu, ia sudah mulai ke kantor lagi semenjak seminggu yang lalu.
Hari ini pun ia pergi ke kantor, namun jam masih menunjukkan pukul setengah enam pagi. Tapi dia sudah beranjak meninggalkan mansion sebelum anggota keluarga lain nya keluar dari kamar.
Ia terlihat menjalankan mobil nya menuju suatu tempat, dan setelah menempuh perjalanan beberapa menit, Ansen pun tiba disebuah kedai makan yang memang biasanya buka di pagi hari.
Ansen mulai memesan minuman dan makanan untuk sarapan, saat ia sedang menikmati makanan yang ia pesan tadi. Tiba tiba saja ada seorang laki laki yang datang menghampiri nya, lalu duduk di depan Ansen.
"Apa yang harus aku lakukan tuan? " tanya pria itu. Sebelum menjawab pertanyaan pria itu, Ansen mengeluarkan selembar kertas dari saku nya dan ia letakkan di atas meja.
"Ikuti kemana pun orang ini pergi, jangan sampai kehilangan satu informasi pun dari nya. " titah Ansen dengan raut wajah yang menakutkan.
"Tapi siapa orang ini tuan? "
"Nama, alamat dan beberapa informasi tentang nya ada dibalik foto itu. " tutur Ansen dengan aura dingin nya.
Sipria ini terlihat sudah mengerti tabiat Ansen, ia tidak mengulangi berbagai macam pertanyaan.
"Baik tuan, akan saya laksanakan, apakah ada lagi tuan? " tanya pria itu memastikan.
__ADS_1
"Tidak. " jawab Ansen singkat.
"Kalau begitu saya mohon permisi dulu tuan. " pria itu beranjak dari kursi nya, lalu melangkahkan kaki nya untuk meninggalkan kedai makan itu.
Ansen pun melanjutkan sarapannya, sambil terus berfikir akan kejadian yang terjadi akhir akhir ini.
' Kalau memang kau dalang dari semua kejadian yang menimpa ku dan keluarga ku. Maka aku tidak akan pernah mengampuni mu. Kita lihat saja, mau sampai berapa lama lagi kau menyembunyikan semuanya. '
Perusahaan Nixon Grub
Matahari sudah semakin naik ke atas kepala, Nev dan Niv baru saja selesai mengikuti meeting penting dengan para pemegang saham.
Saat ini Niven sedang berada di ruangan kakak nya, karna ia merasa bosan dan suntuk, jadi rencana nya ia akan makan siang bersama sang kakak di ruangan presiden direktur Nixon Grub itu.
"Kak, pesankan makanan untuk ku. Perutku sangat lapar. " ucap Niven dengan nada manja sambil memegangi perutnya.
"Kau mau makan apa? " tanya Nev dengan nada lembut.
"Aku mau nasi padang yang terenak dikota ini kak. "
"Nasi padang? Tumben kamu mau makan makanan khas nusantara? " tanya Nev yang sedikit terkejut, karna biasanya adik bontot nya ini hanya menyukai makanan western saja.
"Ya karna lagi pengen aja kak, beberapa hari yang lalu aku makan nasi padang, dan sepertinya aku menyukai makanan itu kak. " jawab nya santai.
Nev hanya bisa menautkan alisnya tanpa memberi banyak bantahan lagi. Kemudian ia memanggil sekertaris nya untuk memesankan makan siang, dua bungkus nasi padang.
"Jangan hanya makanan aja yang kau sukai Niv, sukai perempuan juga, cari yang baik dan ajak temui kakak. " ucapan Nev barusan hanya ditanggapi gelak tawa saja oleh Niven.
"Kalau masalah kak Ansen, sepertinya kita harus turun tangan deh. Jika menunggu nya bergerak sendiri, maka akan memakan waktu yang lama bagi nya dalam menemukan jodoh. "
"Kau tau sendiri kan, bagaimana sifat nya dengan para wanita. Dia terlihat sangat angkuh dan cuek. Tapi kira kira siapa ya gadis yang cocok untuk nya? " Nev malah melempar pertanyaan pada Niven.
"Aku gak tau selera kak Ansen itu seperti apa kak, takut salah. Nanti yang ada dia marah padaku. Hehe.. " ucap Niven sambil menggaruk kepala nya yang tak gatal.
"Aku kira kau bisa diandalkan, ternyata sama saja. " Nev memutar mata malas.
*
*
Waktu terus bergulir, dan tak terasa sudah sebulan setelah kelahiran putra pertama Nev dan El.
Saat ini kedua anak manusia yang tengah berbahagia sedang melakukan fitting baju pengantin. Disebuah butik yang ternama dikota itu, Richard dan Vindy sedang mencoba baju pengantin yang mereka pesan jauh jauh hari.
Acara pernikahan mereka berdua akan dilaksanakan tiga hari lagi, dan saat ini mereka berdua sedang sibuk sibuk nya mempersiapkan pesta pernikahan yang sengaja diselenggarakan oleh Agam untuk Richard sebagai orang kepercayaan Nixon Grub.
"Honey, look at me. " ucap Vindy setelah keluar dari ruang ganti. Richard yang saat ini sedang duduk di depan ruang ganti dan menanti calon istri nya itu pun menoleh ke arah Vindy.
__ADS_1
Seketika Richard membelalakkan mata, saat melihat calon istri nya memakai gaun pengantin yang sangat indah dan pas dikenakan Vindy.
"Cantik. " satu kata yang dengan spontan Richard ucapkan. Justru membuat malah membuat Vindy malu dan pipi nya memerah.
"Baju ini pas dibadan ku kan? " tanya Vindy demi memastikan lagi.
"Yah, sangat pas dan membuatmu jadi semakin cantik honey. " jawab Richard dengan rayuan buaya nya.
"Gombal deh. "
Setelah selesai fiting baju pengantin, mereka masih harus menyiapkan banyak hal lagi. Namun sepertinya lebih banya Vindy sendiri yang menyiapkan nya. Sebab pekerjaan seorang Richard Graham tidak bisa terus terusan ditinggal terlalu lama.
*
*
Satu hari sebelum acara pernikahan Richard dan Vindy, Ansen tampak mendatangi sebuah unit apartment.
Dia langsung saja menekan kode pintu utama, setelahnya ia masuk kedalam unit itu. Kondisi ruangan nampak gelap, kemudian ia menyalakan lampu di ruang tamu.
Klek
Lampu pun menyala, ia melihat keseluruhan ruangan yang ada diunit itu.
"Aku kira kau akan mendapat bayaran mahal setelah bekerja sama dengan orang hebat dan membeli apartment baru. "
"Ternyata kau masih saja ada disini, menempati apartment yang kuberikan dulu. Dasar bodoh, sangat murah sekali kau. "
Ansen bermonolog sendiri saat melihat foto seseorang yang terpajang di atas meja dekat ruang tamu.
Kemudian Ansen mematikan kembali lampu itu, kini dia duduk diruang tamu dalam kondisi gelap gulita .
•
•
•
•
•
•
•
...***Terimakasih banyak yang sudah mampir dan dukung terus karya ini. Semoga kalian suka dengan karya pertama ku ini ya. Maafkan kalau masih ada kesalahan dalam penulisan kata, atau cerita yang kurang berkenan dihati kalian. ......
__ADS_1
......Buat yang suka dengan karya ini, jangan lupa kasih dukungan untuk author ya. Dengan tinggalkan Like, Coment, Vote dan tap 💙 untuk menambahkan karya ini ke daftar favorit kalian. ......
...Thankyou so much and have a great day 😘😘🙏***...