
ANSEN POV
Semenjak Elsie dijemput oleh suaminya itu di Belanda, hatiku sungguh tak bisa tenang. Ingin rasanya aku menyusulnya kesana secepat mungkin.
Namun lantaran pekerjaan yang tak bisa aku tinggalkan. Saat ini aku bekerja keras hanya untuk memantaskan diri untuk Elsie kelak.
Sisa nya untuk menunjukkan kepada Keluarga Nixon, bahwa aku! Putra Ratna Lee yang selama ini mereka lupakan dan mereka buang begitu saja.
Dapat bersaing dalam segala hal dengan mereka.
Terutama Nev, aku sangat membencinya. Sejak duduk dibangku SMA, rasa benciku kepada nya semakin memuncak.
Melihat ia hidup bahagia dengan keluarga nya membuatku semakin bernafsu untuk menghancurkannya melalui orang orang yang ia sayang.
Pergerakan ku dimulai dari pacar yang selama beberapa tahun bersamanya, dengan mudah aku mengambilnya.
Perempuan yang kini telah mendekam dipenjara itu, dulu sempat bermain main denganku saat masih bersama Nev.
Dan aku sangat bahagia saat melihat dan mendengar tentang kehancurannya. Namun ternyata dia harus dijodohkan oleh orang tuanya.
Sungguh miris mendengar perjodohan dikeluarga itu. Dulu ibuku yang menjadi korbannya, sekarang Mesha lah yang menjadi korban nya.
Namun aku sama sekali tak peduli tentang gadis itu. Saat aku sudah mengetahui tentang jati diri istrinya Nev, entah mengapa membuatku sangat tertarik.
Aku pertama kali bertemu dengannya, saat menghadiri rapat kerjasama antara ALE Groub dan STcorp.
Seperti nya aku memang benar benar jatuh cinta pada pandangan pertama. Untuk mendekatinya, aku tak bisa gegabah. Dengan sedemikian rupa aku menyusun rencana agar bisa berkenalan dan dekat dengannya.
__ADS_1
Hingga akhirnya aku menyusun rencana, berpura pura menabraknya saat ia sedang lari pagi ditaman. Akan tetapi, aku tidak bisa memberitahukan tentang identitasku yang sebenarnya. Terpaksa aku mengganti namaku dengan nama Sena dihadapan Elsie.
Sebab aku tak ingin ia tau, bahwa sesungguh nya aku lah pemilik perusahaan ALE Groub. Aku juga diam diam bekerja sama dengan perusahaan Nixon Grub, dengan tujuan ingin menyusup dan mencari tau kelemahan perusahaan itu.
Namun sayangnya aku belum dapat menemukan celahnya. Hingga aku pun memutuskan untuk fokus kerencana mengenai Elsie.
Aku selalu memantau aktivitas serta pergerakannya melalui orang orang suruhanku. Dan akhirnya, aku bisa berteman dengannya. Bahkan bisa sangat akrab dengannya.
Setiap dia merasa butuh teman untuk bercerita, aku akan selalu menawarkan diri. Namun aku sangat benci, bila ia sudah bercerita tentang suaminya itu.
Akan tetapi aku harus tetap berpura pura menjadi baik dihadapannya. Hingga kejadian saat di Belanda kala itu membuatku sangat senang, aku melihat mereka berdua bertengkar hebat.
Sayangnya aku harus mendengar kabar bahwa mereka berdua kembali ke negaranya bersama sama.
Dan hal itu benar benar membuatku murka, hingga akhirnya aku merencanakan sesuatu, yang akan membuat Elsie sepenuhnya menjadi milikku.
Aku kerahkan semua anak buahku untuk ikut kesana. Sebab aku tau seorang putra dari keluarga Nixon akan selalu mendapat perlindungan dari para pengawalnya.
Tapi entah saat itu mungkin keberuntunganku, sehingga sangat mudah untuk menjerat Elsie masuk kedalam perangkapku.
Aku mengirimi nya pesan, yang isinya sebuah foto Nev dalam keadaan terluka parah. Aku pun sedikit memberi ancaman padanya, bahwa keadaan Nev akan lebih parah dari ini bila dia tak menyelamatkan nya sendiri.
Mungkin karna rasa khawatir nya, hingga membutakan akal sehatnya. Padahal aku mengirimnya foto Nev saat masih SMA dulu, saat itu ia tengah mengalami kecelakaan. Dan karna aku disitu, aku pun mengambil beberapa gambar nya saat ia sedang terluka parah.
Ikan pun memakan umpan, dengan bodohnya dia datang untuk menyerahkan dirinya. Bahkan ia hanya di temani dua orang pengawal saja.
Sangat berbeda jauh kapasitasnya dengan anak buahku yang ada ditempat itu. Namun saat keadaannya sangat menguntungkan bagiku, ternyata malah ada salah satu anak buahku yang bertindak bodoh.
__ADS_1
Ia mengarahkan senjata tajam kearah kaca mobil yang berada tepat disamping wanita yang sangat aku cintai itu. Untung saja, aku masih bisa mengendalikan diriku. Kalau tidak, mungkin sibodoh itu sudah mat* saat itu juga.
Saat aku menoleh kebelakang, aku melihat ekspresi nya yang sangat senang. Mungkin ia merasa lega, sebab ada seseorang yang dikenalnya dapat menolong dia saat ini.
Sungguh menyedihkan sekali nasibnya. Akan tetapi hatiku tak mau lemah begitu saja, aku harus segera membawanya pergi dulu dari tempat itu, agar dia tak curiga.
Sesampainya dimobilku, aku sudah menyiapkan minuman yang aku campur dengan ob*t b*us dosis tinggi. Agar nanti nya tak menimbulkan perlawanan yang akan membuatku susah sendiri.
Dengan susah payah aku membawa nya kembali ke ibu kota. Bahkan aku sampai menyewa jet pribadi milik temanku, agar lebih mudah membawa Elsie dalam kondisi tidak sadarkan diri seperti itu.
Jujur, saat itu aku merasakan kebahagiaan sesaat karna bisa menyentuhnya. Bahkan aku beberapa kali mencuri c*um*nnya saat ia tak sadarkan diri.
Aku benar benar merasa candu dengan aroma tubuhnya itu. Dan dengan cara apapun, aku akan membuatnya menjadi milikku.
Kali ini aku membawanya ke rumah pribadiku. Rumah ini aku beli sebelum pembukaan cabang di Belanda, bahkan mami Ratna pun tidak mengetahui perihal rumah ini.
Segalanya telah kupersiapkan, saat ini yang aku inginkan hanya bersama dengan Elsie. Gadis ini benar benar membuatku gila, kenapa aku bertemu dengannya harus dalam situasi seperti ini.
Kupandangi wajah cantiknya yang sampai saat ini masih terlelap. Perlahan kusibakkan helaian rambut yang menghalangi paras cantiknya itu.
Namun tiba tiba matanya perlahan terbuka dan.
"Sena.. "
***Terimaksih buat semua readers yang sudah mampir dikarya pertama Mamayo. Khususnya yang selalu hadir dan dukung karya ini, terimakasih banyak ya 🙏.
Mohon maaf masih slow up date, tapi akan diusahakan up date dua atau tiga hari sekali.
__ADS_1
Stay safe and stay healty, HAVE A GREAT DAY***..