MENIKAHI CALON SUAMI SAHABATKU

MENIKAHI CALON SUAMI SAHABATKU
BAB 63 CAFE PELANGI


__ADS_3

"Apa kata Richard pa? "


"Richard tidak menemukan bukti pastinya. Tapi yang ia tau dari cctv dilokasi kejadian, mobil itu berjalan pelan awal nya. Saat Elsie menyebrang jalan, mobil itu melaju dengan kecepatan tinggi. Dan memang seolah olah sipengemudi sengaja menarget kan Elsie. " terang Agam pada putra putra nya yang sedang menyimak.


"Seperti nya ini semua bila disambungkan sangat lah nyambung. " ucap Niven yang justru membuat semua orang menatapnya bingung.


"Kenapa kalian menatapku seperti itu? " tanya Niv heran.


"Perbaiki dulu kosakata mu itu bocah. Baru berbicara ! " sahut Nev dengan tatapan mengejek pada adik bontotnya itu.


"Sudah, sudah. Lebih baik sekarang kalian semua istirahat saja dulu. Esok kita akan mencoba mencari tau lagi. Tapi yang pasti, perketat keamanan untuk Elsie. Dan bukan hanya Elsie, tapi semua keluarga kita. "


"Tambah lagi pengawal untuk rumah ini Nev, katakan pada Richard tentang penambahan pengawal. Kalian juga harus tetap waspada, saat ini musuh kita sedang mengintai. Bisa saja musuh berada disekitar kita. " pungkas Agam.


Setelah dirasa cukup untuk pembahasan kali itu, mereka pun mengistirahatkan diri sejenak.


*


*


Dua hari setelah kejadian yang menimpa Elsie.


Pagi ini semua orang yang ada dimansion sudah sibuk dengan kegiatannya masing masing.


Elsie sedang menyiapkan pakaian kerja suaminya. Dan ketika itu ia mendapat notifikasi pesan dari sahabatnya Vindy.


"Vindy? Ada apa ya? " ucap El saat melihat pesan itu dari siapa. Ia segera membuka pesan dari Vindy.


Bebh, hari ini bisa ketemuan gak?


El segera membalas pesan dari Vindy.


Ketemu dimana bebh ?


Cafe pelangi aja bebh, nanti ada Mesha juga disana.


Mengetahui bahwa mereka akan berkumpul bertiga lagi setelah sekian lama. Elsie menjadi bersemangat.


*Oke bebh, jam berapa nanti?


Jam sepuluh ya bebh.


Oke 👌*


Elsie mengakhiri chat dengan Vindy. Lalu ia menoleh kearah pintu kamar mandi yang terbuka, dilihatnya sang suami yang baru selesai mandi. Ia pun segera menghampiri suaminya, mengambil handuk kecil yang ditangan suaminya untuk mengeringkan rambut.


"Sayang, Vindy ngajakin ketemu nanti siang. Boleh ya aku ketemu sama mereka. "


Seketika Nev menoleh ke arah Elsie.


"Mereka? Emang siapa aja yang mau ketemuan nanti?" tanya Nev memastikan.


"Nanti ada Vindy sama Mesha doang kok sayang. Gimana, boleh ya? " bujuk El.


"Boleh sayangku. " ucap Nev sambil mencium pipi Elsie. Dan seketika wajahnya pun jadi merona.


"Makasih sayang. " sahut Elsie malu malu.


"Eits.. Tapi tetep harus pakai pengawal ya. Karna aku gak mau sampe kejadian yang lalu terulang lagi. " Nev memberikan peringatan pada Elsie.


"Siap sayang. Makasih banyak ya sayangku, eemuach.. " El membalas ciuman Nev, tapi kali ini ia menc**m Nev dib*b*r sekilas.


"Kau jangan memancing ku untuk menahan mu, agar tidak jadi keluar dengan teman teman mu itu sayang. " senyuman licik terukir disudut bibir Nev.


Karna melihat gelagat aneh, dari pada nanti nya ia terjebak dikamar seharian lebih baik ia kabur.


"hey.. Sayang, mau kemana kamu. Dasar gak tanggung jawab. Awas ya kamu yang. " teriak Nev saat melihat istrinya keluar begitu saja dari kamar.


Elsie yang masih mendengar teriakan dari suaminya hanya bisa mengumpat sembari terus berjalan.


"Enak aja pagi pagi mau begituan. Yang ada nanti dia bakalan bolos kerja, terus aku terkurung dikamar seharian. Gak jadi ketemu Me sama Vindy dong nanti. Hihi.. "


"Biarin aja lah dia teriak teriak, mending aku kedapur aja dulu. Sarapan duluan. Hehe.. "


Bugh..


"Auwh.. " ringisnya saat ia menabrak seseorang.


"Kakak ipar ngapain sih, pagi pagi udah nyruduk nyruduk aja. " ucap Niven saat lengan nya terasa sakit akibat ditabrak Elsie.

__ADS_1


"Ehh... Enak aja kalo ngomong, salahnya Niv dong ! Salah siapa berdiri disitu , ini kan jalan umum. " gerutu El dengan sambil lalu.


"Sikakak ipar kenapa sih? Sensi banget pagi pagi. " Niv tak begitu menghiraukan tingkah kakak ipar nya itu. Ia pun segera menuju lantai bawah untuk bertemu dengan papanya diruang kerja.


Saat ini Elsie sedang menyantap sarapannya diruang makan. Karna rasa lapar yang menderu, cacing cacing diperutnya yang terus saja demo. Membuat ia tak sanggup lagi jika harus menunggu semua orang untuk sarapan bersama.


Selesai menyantap oatmeal disertai susu Elsie sekarang sedang menyantap buah buahan yang sudah disediakan chef.


"Elsie, jam segini udah sarapan? " tanya Ansen yang baru keluar dari lift lalu menuju ruang makan.


"Iya kak, udah laper banget soalnya. " ucap El sambil mengunyah buah.


"Kayak nya dikantor aja deh. Soalnya pagi ini ada meeting dengan clien penting dari Korea. Jadi harus mempersiapkan semuanya agar tidak ada kesalahan nantinya. "


"Owh.. Gitu. "El hanya manggut manggut saja sambil terus ngunyah.


Ansen hanya mengambil air putih hangat segelas untuk ia minum, setelah itu ia pergi berangkat ke kantor.


"Duluan El. " ucap nya sambil lalu.


"Iya, hati hati kak. " sahut nya singkat.


Mendengar jawaban Elsie, Ansen sedikit merasakan sakit dihatinya. Tak memungkirinya, Ansen masih belum bisa membuang perasaannya pada Elsie sepenuhnya.


Tapi dia selalu berusaha untuk bersikap netral. Seolah olah tidak pernah ada perasaan untuk Elsie yang sekarang menjadi adik iparnya itu. Ia selalu berusaha keras untuk menepis perasaan yang selalu bergejolak, bila bertemu dengan Elsie.


Waktu sudah menunjukkan pukul setengah sepuluh siang. Elsie sudah bersiap untuk pergi bertemu dengan kedua sahabatnya.


Ia segera mengambil salah satu koleksi tas branded nya dari dalam etalase. El turun lewat lift yang langsung menuju ke basemen.


Dan ternyata disana para pengawal nya sudah standbye.


"Selamat siang nyonya muda. " sapa salah satu diantara mereka. Dan semuanya ikut menundukkan badan tanda menghormati Elsie.


"Siang pak, kita ke cafe pelangi ya pak. " ucap nya lalu masuk kedalam mobil mewah miliknya.


"Baik nyonya. "


*


*


Cafe Pelangi


"Pesen minum dulu aja deh Me. Sambil nunggu El, kamu mau makan? "


"Enggak deh, aku mau pesen pisang keju aja. Kamu mau gak? "


"Aku mau brownies lumer aja deh Me. "


"Oke. "


Lalu mereka memanggil waiters untuk memesan minuman serta cemilan untuk mereka.


Tak perlu menunggu lama, pesanan merekapun datang.


"Silahkan nona pesanan nya. " ucap waiters sambil meletakkan pesanan mereka.


"Terimakasih kak. " sahut Mesha.


"Eh Me, itu kok rame rame ada apaan sih? " tanya Vindy sambil menunjuk ke arah luar. Mesha pun sontak mengikuti arah telunjuk Vindy.


Mereka berdua menyipitkan tatapan matanya, dan seketika melongo.


"Haa !! " ucap mereka bersamaan.


"Hei bebs, sory telat yah. Hehe.. " tutur El yang baru saja tiba lalu duduk dikursi yang tersisa.


"Bebh, mereka ini siapa? " tanya Vindy penasaran sambil berbisik.


"Pengawal. " jawab El dengan nada pelan juga.


"What?? " sahut Vindy dan Mesha secara bersamaan.


"Kenapa? " Elsie menanggapi perkataan temannya dengan sangat santai, sambil nyomot pisang keju milik Mesha.


"Kamu udah kayak anak presiden aja deh El, pakek pengawal segini banyak segala lagi. Liat tuh semua orang ngeliatin kita. " kata Vindy sambil melihat kesekeliling.


"Hush ! Kamu ini, ya wajar lah Elsie dapet pengawalan ketat. Dia kan istri nya Nevile Noman Nixon. Pemilik dari perusahaan Nixon Grub. Jadi wajar wajar aja sih. "

__ADS_1


Mesha berusaha menjelaskan.


"Ah, berlebihan lho Me. Gak gitu juga kok. Ini semua karna kejadian dua hari yang lalu, waktu aku hampir ketabrak mobil itu lho, mangkanya Nev jadi overprotectif banget . "


"Owh.. Begitu. " sahut Me menaikkan satu alisnya.


"Oh ya El, kamu mau pesen apa? " tanya Vindy sembari menyerahkan buku menu pada Elsie.


"Mbak. "


"Iya kak, ada yang bisa saya bantu. "


"Saya mau pesen jus alpukat sama french fries satu ya mbak. "


"Baik, ada lagi kak? "


"Udah itu aja mbak. "


"Ditunggu ya kak. "


Waiters pun berlalu dari meja mereka. Mereka bertiga sedikit ngobrol dan berbincang ringan. Namun tampaknya Vindy dan Mesha seperti kurang nyaman. Sebab pengawal Elsie yang begitu banyak, membuat semua yang ada di cafe itu melihat ke arah mereka.


Tak lama pesanan Elsie pun datang.


"Silahkan kak pesanannya, jus alpukat satu dan french fries nya satu. " ucap waiters nya sambil meletakkan pesanan nya dimeja.


"Iya, terimaksih mbak. "


"Sama sama. " sahut waiters dengan tersenyum lalu pergi dari meja mereka. Dan tiba tiba Vindy membuka pertanyaan pada Elsie.


"Emm.. El, aku boleh nanya sesuatu gak sih? "


"Boleh, nanya apa bebh? "


"Sekarang kan Ansen tinggal satu atap sama kalian, trus kira kira dia gimana bebh? Apa masih menunjukkan sikap yang aneh sama kamu? "


"Aneh gimana sih bebh? " sahut nya sambil mengunyah kentang goreng.


"Ya secara kan Ansen dulu nya pernah suka sama kamu. Trus apa dia gak berbuat aneh untuk menunjukkan perasaan nya itu sama kamu? " tanya Vindy secara detail.


"Enggak kok bebh, kami udah biasa aja kok. Kami sekeluarga udah sepakat untuk melupakan masa lalu dan kami menerima Ansen sepenuh nya didalam keluarga kami. "


"Bahkan mulai dari papa, mama, Niven bahkan Nev sendiri sudah sangat menerima keberadaan Ansen di keluarga Nixon. Dan bahkan sejauh ini sih, Ansen terlihat baik dan welcome sama kami. Semoga saja kami selalu bahagia seperti ini. " pungkas El. Ia menjelaskan kondisi dikeluarga nya.


"Amin. " sahut Vindy.


Didalam hati ia sangat berharap bahwa kebahagiaan akan selalu menyelimuti keluarganya.


Sekitar satu jam mereka berada dicafe itu. Setelah dirasa puas berbincang, mereka bertiga kembali ke rumah masing masing.


Sore harinya saat Nev dan Niv sudah pulang, ternyata Ansen belum juga pulang. Mereka mengira bahwa Ansen sedang lembur, bahkan sampai jam makan malam pun Ansen belum juga datang.


Dan tak lama kemudian terdapat telfon.


Kring.. Kring..


"Halo.. "


"Iya betul . Ini siapa ya? "


"Polisi? Ada apa pak? "


"Kecelakaan? Dimana sekarang pak? "


"Terimakasih informasinya pak. "








__ADS_1


...***Terimakasih yang sudah baca dan dukung terus karya pertama mamayo ya. Jangan lupa untuk klik like, komen, dan tap 💙 untuk menambahkan karya ini kerak favorit kalian, supaya gak ketinggalan setiap episod terbarunya ya.. ...


...Dukung terus yuk, supaya author semakin semangat. Thankyou 🙏***...


__ADS_2