
Setelah mendengar berita kehamilan Ratna, Theo sangat syok. Ia sempat marah, dan kecewa dengan keadaan. Namun Theo tetap saja merawat dan menemani Ratna disaat saat tersulitnya.
Walaupun sebenarnya Theo tidak menyukai janin yang dikandung Ratna, namun ia sangat menyayangi Ratna. Wanita itu adalah cinta pertamanya, demi Ratna ia harus menerima janin itu sampai kapanpun.
Namun setelah bayi itu lahir, Theo sungguh benar benar jatuh cinta kepada bayi laki laki yang mereka beri nama Ansen Lee.
Semenjak saat itu, Ratna dan Agam sama sekali tidak mau tau dan mencari tau satu sama lain. Mereka benar benar saling melupakan dan bahagia bersama keluarga masing masing.
Akan tetapi karena Ratna belum bisa melupakan Agam, keluarga Ratna dan Theo sering dirundung masalah. Selama ini Theo selalu berharap agar Ratna mau mencintai dan menerimanya.
Namun yang terjadi, setiap hari Ratna selalu saja memikirkan Agam, apalagi dengan adanya Ansen buah cinta mereka berdua, membuat bayang bayang Agam selalu saja hadir.
Dan itu semua membuat Theo merasa gagal menjadi seorang suami, karena tidak bisa membuat istrinya jatuh cinta kepadanya. Akhirnya mereka berdua sepakat untuk bercerai.
Setelah mendengar cerita dari papinya, Ansen remaja yang masih setia duduk disamping ranjang papinya tadi, langsung meremas tangannya.
Dari situlah ia menyimpan dendam terhadap keluarga Nixon. Dan tidak lama setelah Theo mengatakan hal itu pada Ansen, ia pun tutup usia.
Saat hendak memasuki sekolah menengah atas, setengah mati Ansen berusaha memasuki SMA favorit dengan jalur beasiswa, karena ia ingin membuktikan pada dunia khususnya keluarga Nixon. Bahwa putra Ratna Lee juga bisa dipandang dunia.
Berkat jerih payahnya, Ansen bisa memasuki Sekolah terbaik. Dan ternyata disekolah yang sama Nevile juga berada disitu.
Ansen merupakan kakak kelas Nev, Ansen ingin sekali menjadi siswa terbaik disekolah. Namun lagi lagi pesona Nev tidak tertandingi. Bahkan dalam segala situasi Nev lebih unggul dari Ansen, baik dalam hal akademik maupun kisah cinta.
Hingga akhirnya Ansen mengambil jalan beasiswa keluar negri untuk menempuh Perguruan Tinggi. Dia ingin dirinya siap saat menghadapi Nev dan Nixon Grub didunia bisnis kelak.
Dan sekarang Ansen Lee berhasil mendirikan sebuah perusahaan yang cukup besar, walaupun belum sebanding dengan Nixon Grub. Namun secara diam diam, perusahaan Ansen saat ini sedang bekerja sama dengan Nixon Grub bahkan juga STcorp perusahaan milik Sebastian.
__ADS_1
Ansen Lee yang berkedudukan sebagai Presdir di perusahaannya ALE Groub, yang berasal dari negara sebrang kini sudah mulai menjamah ketanah air.
Dia terpaksa memakai nama Sena untuk memdekati Elsie, agar identitas yang sebenarnya tidak terkuak. Bahwa ia sesungguhnya adalah pemilik perusahaan ALE Groub.
#Flash Back Off#
Suara dering telfon membuyarkan lamunan Ansen. Cepat cepat ia mencari sumber suara, lalu menerima panggilan tersebut.
"Ya, katakanlah! "
"..... "
"Baiklah, pastikan tidak ada yang kurang untuk acara besok!! Pembukaan cabang baru di Amsterdam ini harus segera selesai. Karna aku akan segera kembali ke Indonesia, ada beberapa urusan yang harus aku urus disana. Aku percayakan semuanya pada kalian. " pungkas Ansen lalu menutup panggilan itu.
"Aku harus segera mengurus pekerjaanku disini. Agar aku bisa segera menjalankan rencanaku. Tunggu aku Elsie sayang!! Aku akan datang untukmu. Hahahahahh" tawanya menggelegar diruangan itu. Menandakan bahwa ia sudah siap berhadapan kembali dengan keluarga Nixon.
Nev sengaja mengajak istri cantiknya itu tinggal berdua, agar mereka bisa membangun kemistri diantara keduanya.
"Akhirnya siap juga sarapan ini. Aku akan bangunkan kak Nev dulu. " El melangkah dari dapur menuju kamar mereka. Yap, sekarang Nev dan El tinggal dalam satu kamar setelah tiba dari Belanda kemarin.
Nampaknya Nev benar benar ingin memulai hidup yang baru bersama Elsie. Ia ingin belajar mencintai dan menerima istrinya itu.
"Kak Nev, bangun. " El menggoyang goyangkan tubuh Nev.
"Hem.. Iya El. " Nev mulai menggeliat, meregangkan otot ototnya.
"Sudah siang kak, ayo bangunlah! Aku akan menyiapkan air hangat untuk kak Nev mandi. " ujarnya lalu melangkah menuju kamar mandi.
__ADS_1
Setelah siap, Nev mandi kemudian bersiap untuk ke kantor. Semua kebutuhannya sudah di siapkan oleh Elsie, mulai dari baju, tas kerja, bahkan sepatu pun Elsie sendiri yang menyiapkan.
Dan sekarang Elsie memutuskan untuk tidak lagi bekerja diperusahaan ayahnya. Hanya sesekali ia akan berkunjung, sebab ia mendapatkan sebagian saham dari STcorp.
Setelah di meja makan, Elsie juga menyiapkan sarapan untuk suaminya itu.
"El, apa kamu tidak apa apa dirumah sendiri? " tanya Nev sambil menyuapkan sesendok nasi ke mulutnya.
"Enggak apa apa kok kak, rencananya hari ini aku dan Vindy akan mengunjungi Mesha. Baru setelah itu, aku akan berbelanja untuk kebutuhan kita dirumah. Boleh kan kak? " ia mencoba cari ijin dari suaminya itu.
Iya, boleh kok. Tapi ingat ya El, jaga kesehatan. Jangan terlalu capek. " ucap Nev.
Setelah itu mereka melanjutkan kegiatan masing masing. Nev pergi bekerja, sedangkan El bersiap menjenguk Mesha.
•
•
•
•
•
•
•
__ADS_1
Terimakasih temen temen udah mapir di novel pertama mamayo. Minta dukungannya ya buat klik like, coment, dan jangan lupa tap love 💙 untuk menambahkan ke rak favorit kalian. See you next episode.