
"Nona Mesha Nara!! " panggil salah satu petugas kepolisian. "Saya pak! " sahut Mesha dari dalam jeruji besi.
"Ada seseorang yang ingin bertemu dengan anda. "Ujar petugas tersebut, lalu membukakan pintu yang terkunci itu. Dengan di dampingi petugas lapas, Mesha menuju ruang besuk.
"Nev! " ucap Mesha yang sangat terkejut, bahwa yang datang ternyata Nev. Lelaki yang sangat dia cintai. Karna ia sangat malu kepada Nev, dengan cepat ia berbalik arah.
"Maaf pak, saya ingin kembali ke sel saja. Saya tidak mau bertemu dengannya. " kata Mesha sangat lirih namun masih dapat di dengar juga oleh Nev.
Belum sempat petugas itu menyahuti perkataan Mesha, Nev sudah lebih dulu mendekatinya. "Mesha! " panggil Nev, yang kemudian Mesha menoleh secara perlahan. "Kenapa menghindariku? " tanya Nev dengan nada dinginnya. Sedangkan Mesha yang masih tertunduk lesu, masih sangat enggan membuka suaranya.
"Sebenarnya aku sudah mengetahui perihal ini sejak lama. Namun, aku mempunyai harapan bahwa kau akan berubah. Tapi ternyata aku salah. Kau tak juga berubah. " kata kata Nev yang amat sangat menusuk hati Mesha. " I'm sorry Nev. " ucap Mesha lirih. Lalu Nev memberi kode kepada Riko dan petugas lapas yang masih ada di samping mereka, agar memberi ruang kepada mereka berdua untuk berbicara.
Dengan perlahan Nev menuntun Mesha untuk duduk di kursi yang sudah disediakan. "bagaimana kabarmu disini? " tanya Nev basa basi.
"I'm fine. " jawab Mesha singkat. " Maafkan aku Me, tapi aku harus mengatakan ini. " Nev menarik nafas dalam. Sedangkan Mesha masih saja menundukkan wajahnya.
__ADS_1
"Aku harap kau menerima ini semua, dan menjadikan kejadian ini sebagai pelajaran dimasa depan. Dan setelah ini, aku juga berharap kau mendapatkan kebahagiaanmu sendiri. Karna kau dan aku adalah bagian masa lalu kita. So sorry, I hope you forget me. " selesai Nev mengatakan itu, air mata Mesha tidak dapat ditahannya lagi. Tubuhnya bergetar karna menahan suara tangisannya.
Nev yang tidak tega melihat kondisi Mesha, langsung memeluknya. Dan di dalam pelukan Nev, Mesha semakin tersedu sedu. " I'm sorry Nev, I hope you don't hate me. Aku janji gak akan mengganggu kebahagiaanmu lagi. Sekarang kau bebas meraih kebahagiaanmu sendiri. Aku tidak akan menjadi bayang bayangmu lagi. " ucap Mesha yang masih menangis di pelukan Nev.
Nev melepas pelukannya, lalu mengusap air mata yang membasahi pipi Mesha.
"Berbahagialah Me, aku yakin suatu saat kau akan menemukan pria baik yang bisa menerima dan mencintaimu sepenuh hati. " sahut Nev yang nampak menenangkan Mesha. Mesha pun menanggapi dengan senyuman, dan perlahan menganggukan kepalanya.
Setelah dirasa cukup berbicara dengan Mesha, Nev pun berpamitan. Nev berharap setelah ini dia bisa benar benar melupakan Mesha dari hidupnya. Dan Mesha pun bisa bahagia dengan kehidupan barunya tanpa bayang bayang Nev.
🍁🍁🍁
"yes auntie, Naya is ready.. " sahut gadis kecil yang wajahnya mirip dengan Elsie.
"Are you ready guys?? " tanya Sena kepada mereka. "Ready....!!! " jawab mereka serentak.
__ADS_1
Yah, itu adalah Elsie. Dia yang menghilang beberapa waktu terakhir.
Disinilah Elsie sekarang, hidup bahagia bersama keluarga barunya.
•
•
•
•
•
•
__ADS_1
•
Terimakasih temen temen udah mapir di novel pertama mamayo. Minta dukungannya ya buat tap 💟💝💞💟, coment, dan jangan lupa tambahkan ke rak favorit kalian. See you next episode 😘😘😍