MENIKAHI CALON SUAMI SAHABATKU

MENIKAHI CALON SUAMI SAHABATKU
BAB 62 MENCARI TAU.


__ADS_3

Dan saat ini Nev sedang menunggu dokter yang memeriksa keadaan Elsie, ia terlihat begitu gelisah. Saking panik nya ia tak bisa berfikir untuk mengabari keluarganya.


Untung saja ada Ansen yang mengikutinya dari belakang, jadi setidaknya ada yang mendampingi Nev dirumah sakit.


Ansen menepuk pundak adiknya itu, ia memberi keyakinan pada Nev bahwa semua nya akan baik baik saja.


"Nev, tenangkan dirimu dulu. Semua nya akan baik baik saja. Elsie wanita yang kuat, percayalah.. "


"Aku akan menelfon papa dan mama dulu ya, kau belum mengabari nya kan? " tanya Ansen. Dan Nev hanya menggeleng saja.


Ansen sedikit menjauh dari Nev, lalu dokter keluar dan disambut oleh Nev.


"Bagaimana kondisi istri saya dokter? " tanya nya panik.


"Kondisi istri bapak saat ini baik baik saja pak, tidak ada yang perlu dikhawatirkan. " terang dokter.


"Lalu kenapa istri saya bisa tidak sadarkan diri dok? Dan kondisi bayi kami bagaimana? " Nev terus saja memberondong dokter dengan pertanyaan mengenai Elsie.


"Bayi anda juga baik baik saja pak, istri anda pingsan karna merasa syok saja. Sekarang juga sudah siuman kok. Dan beliau tidak perlu mendapatkan perawatan itensive. " jelas dokter dengan sangat tenang.


Dengan pernyataan dokter tersebut membuat nya sedikit lebih lega.


"Kalau begitu apakah saya boleh melihat istri saya dok? "


"Boleh, silahkan tuan. "


Setelah dipersilahkan oleh dokter, Nev pun segera menghampiri Elsie.


"Sayang, sayang.. Are you oke? " Nev menggenggam erat tangan Elsie, begitu terlihat kecemasan dalam diri Nev.


"Aku gak apa apa kok sayang, untungnya tadi ada pengawal yang narik aku. Kalo enggak, aku gak tau lagi apa yang akan terjadi. Hiks hiks.. " Elsie benar benar tak bisa membayangkan apa yang terjadi bila pengawal terlambat sedikit saja menariknya.


"Hushhhh... Tenanglah sayang, semuanya sudah baik baik saja. Tidak perlu takut lagi oke. " ucap Nev menenangkan istrinya yang masih sesenggukan didalam dekapannya.


Brak...


Tiba tiba saja pintu terbuka sedikit kasar dari luar. Muncullah Agam dan RenDae, dan disusul keluarga Sebastian dari belakang.


"Ada apa ini Nev? Kenapa bisa terjadi seperti ini. Apa tugas para pengawalmu itu. " bentak Agam pada Nev saat mengetahui menantunya terbaring dirumah sakit.


"Pelankan suara mu pa, ini dirumah sakit. " sahut Ren.


Kemudian ia beralih menatap Elsie.

__ADS_1


"Sayang, kamu tidak apa apa kan nak? " tanyanya lembut dengan penuh kasih sayang. Belum sempat Elsie menjawab, Sebastian dan Ruli juga memberondonginya dengan pertanyaan pertanyaan yang serupa.


"Apakah ada yang terluka sayang? " tanya Ruli.


"Bayimu bagaimana keadaannya nak? Semuanya baik baik saja kan? " ucap Sebastian juga.


Elsie sedikit tersenyum mendengar pertanyaan dari mereka, ia merasa senang karna ternyata semua keluarga menyayangi nya. Akan tetapi disisi lain dia juga merasa bersalah, karna kecerobohannya lah ia hampir saja terluka dan membuat semua keluarga nya khawatir.


"Kalian semua tenanglah, aku baik baik saja. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Aku baik baik saja, begitu juga bayi kami. " jelas El menenangkan mereka.


"Aku hanya sedikit syok saja tadi. Dan untungnya pengawal sangat tepat waktu menarik ku. Kalau tidak aku gak tau lagi akan terjadi apa padaku. Aku sungguh berterima kasih padanya. "


"Sayang, mau kah kau memberinya sebuah penghargaan sebagai ucapan terimakasih dari ku atas pertolongannya tadi? " ia memohon pada sang suami.


Semua orang yang ada diruangan itu tersenyum lebar, mereka bangga dengan kebaikan hati Elsie.


"Baiklah sayang, nanti akan ku urus masalah pengawal. Sekarang yang terpenting kau harus istirahat dulu, oke. " ucapan Nev disambut anggukan oleh Elsie.


Sore itu juga Elsie sudah diperbolehkan pulang dari rumah sakit. Karna memang tidak ada luka yang serius, dan kondisi nya baik baik saja. Maka dokter mengijinkan nya untuk kembali.


Dan setelah dari rumah sakit, Nev membawa Elsie untuk pulang ke mansion. Bukan ke apartment nya, ini semua juga atas dasar perintah dari Agam dan RenDae, serta disetujui oleh keluarga Sebastian.


Dikarenakan usia kandungan Elsie yang semakin mendekati hari perkiraan lahir, membuat mereka harus tetap waspada.


Setelah mengantar istrinya sampai kekamar, Nev kembali ijin keluar.


"Iya sayang, aku gak apa apa kok. Pergilah.. " sahut Elsie.


Ruang Kerja


Saat ini Agam, Niven dan Ansen telah berada diruang kerja milik Agam Nixon. Mereka sedang menanti kedatangan Nev.


Krreeekkk..


"Selamat malam semuanya. " ucap Nev saat memasuki ruangan.


"Duduk dulu Nev. " ucap Agam padanya.


Nev ikut duduk disamping Ansen, mereka berhadapan dengan Agam dan Niven.


"Papa yakin, sebenarnya ini semua bukanlah suatu kecelakaan biasa. Mungkin saja ada orang yang sengaja ingin mencelakai Elsie. " Agam menerka nerka.


"Aku juga gak tau pastinya pa, menurut laporan dari para pengawal El mobil itu sama sekali tidak berhenti. " terang Nev. Setelah itu Ansen pun ikut buka suara.

__ADS_1


"Seperti nya aku setuju dengan papa, kejadian yang menimpa Elsie itu sangat mencurigakan. Dugaan ku diperkuat saat dirumah sakit tadi. " ucap Ansen dengan serius. Seketika semua yang ada ditempat itu pun menjadi tercengang.


"Maksudmu apa kak? " tanya Nev penasaran.


"Ini berawal dari tadi siang saat aku hendak menemui kalian dikantor. Namun saat tiba dilobby aku melihat kau keluar kantor dengan tergesa gesa. "


"Akhirnya aku mengikutimu, karna aku takut terjadi apa apa. Dan ternyata tujuanmu ke rumah sakit. Saat diloby rumah sakit, aku ingin memanggilmu. Namun disitulah aku melihat seseorang yang menurutku sangat mencurigakan. " kata Ansen menjelaskan.


"Apa maksudmu kak? " tanya Nev lagi.


"Ada seseorang yang sangat terlihat sedang mengawasimu. Dia menggunakan pakaian yang tertutup, juga menggunakan masker. Aku melihatnya dari jarak jauh. Saat aku hendak mendekatinya, dia sudah menghilang dari situ. " jelas nya lagi.


"Tapi itu kan rumah sakit kak, tempat umum. Banyak orang disitu, mungkin saja orang itu salah satu pengunjung atau pasien kan? " Niven memberi pendapat.


"Aku tau Niv, tapi entah mengapa aku sangat lah yakin. Bahwa ada yang tidak beres dengan kejadian yang menimpa Elsie tadi. Dan ditambah lagi dengan keberadaan orang misterius tadi. " jelas Ansen kembali.


Agam yang sedari tadi diam menyimak perkataan para putranya pun kini ikut buka suara.


"Lalu apakah kau sudah memberi tahu Richard? " tanya Agam.


"Sudah pa. " jawab Nev.


"Lalu apa hasilnya? " tanya Agam lagi.


"Belum ada laporan lagi pa. " jawab Nev singkat.


Mendengar jawaban Nev, Agam segera mengambil phonsel nya. Ia menelfon Richard, sesekali ia manggut manggut mendengar penjelasan Richard dari sebrang sana.


Setelah dirasa cukup, ia mengakhiri panggilan dengan Richard.


"Apa kata Richard pa? " tanya Nev.







__ADS_1



...Terimakasih temen temen udah mapir di novel pertama mamayo. Minta dukungannya ya buat klik like, coment, dan jangan lupa tap love 💙 untuk menambahkan ke rak favorit kalian. See you next episode....


__ADS_2