
Tak terasa hari sudah sore, jam kerja pun telah berakhir. Nev teringat perkataan orang tuanya tadi, bahwa ia harus menjemput istrinya di kediaman mertua.
"Riko tolong antar aku ke kediaman ayah Sebastian. Aku harus menjemput Elsie disana. " titah Nev kepada Riko sang sekertaris.
"Baik tuan muda. " dengan sigap Riko melajukan mobil yang mereka tumpangi, membelah padatnya jalanan ibukota disore hari.
* kediaman Sebastian *
Nev dan Riko yang sudah tiba disana, segera dipersilahkan masuk oleh mbok Tari. Dan tak begitu lama, ayah Sebastian serta bunda Ruli turun menghampiri mereka berdua.
"Ayah bunda" Nev terlebih dahulu menghampiri mertuanya, lalu memberi salam.
"Selamat sore tuan Sebastian dan nyonya. " sapa Riko kepada orang tua Elsie.
"Sore Riko, Nev. " jawab ayah Sebastian.
"Ada apa kalian kemari? " tanya bunda Ruli yang sedikit heran.
"Saya ingin menjemput Elsie bund. Katanya tadi pagi ia pergi kemari untuk berkunjung. " tutur Nev dengan sopannya.
"Elsie??? " ujar orang tua Elsie secara bersamaan. Mereka saling lihat lihatan dengan wajah yang bingung.
"Elsie tidak kemari Nev. Bahkan hari ini dia tidak ke kantor sama sekali. " ucap ayah Sebastian.
Sekarang giliran Nev dan Riko yang sangat terkejut. Pasalnya, tadi pagi mama Ren jelas jelas bilang bahwa Elsie akan berkunjung ke rumah orang tuanya. Tapi mengapa sekarang malah tidak ada ditempat?
"Tapi yah, tadi pagi mama bilang kalau El akan berkunjung kesini. Karna aku tidak bisa mengantarnya jadi aku akan menjemputnya saja. " kata Nev secara jujur.
"Tapi dia benar benar tidak ada disini Nev, sungguh! " tutur bunda Ruli dengan wajah yang serius.
"Tidak !! Tidak mungkin bund, lalu kemana dia.? " tanya Nev yang sudah terlihat sangat frustasi.
"Boleh kah aku memeriksa kamarnya yah? " pinta Nev kepada sang mertua.
__ADS_1
"Boleh ! Silahkan saja. " ayah Sebastian memberi ijin. Dengan sigap Nev dibantu Riko memeriksa ke lantai atas. Bahkan keseluruh sudut rumah pun ternyata tidak membuahkan hasil juga.
"Nev, aku tidak mau tau. Segera kau cari putriku, kemana pun itu harus kau temukan. " perintah ayah Sebastian kepada sang menantu.
"Baiklah yah. Aku akan mencarinya. " setelah mengatakan itu Nev segera pergi dari kediaman Sebastian.
Nev yang dalam kondisi bingung ia terus saja menyusuri jalanan kota, dengan harapan ia segera menemukan sang istri. Hingga setelah beberapa jam ia baru menyadari tentang Vindy.
"Ah, iya gadis itu. " ucap Nev yang membuat Riko sedikit terkejut.
"Ada apa tuan muda.? "
"Temannya Elsie, kita bisa bertanya padanya. Tapi aku lupa akan namanya. " Nev menggaruk tengkuknya yang tak gatal.
"Maksud tuan muda nona Vindy? " jawaban tepat Riko.
"Ha.. Iya betul Riko. Darimana kau mengetahui namanya? " tanya Nev yang merasa aneh.
"Ah,, hem.. Hanya sekedar tau saja tuan. " jawab Riko asal.
"Silahkan diminum kak.! " Vindy mempersilahkan Nev dan Riko.
"Terimakasih, tapi maaf sebelumnya. Kami kesini ingin mempertanyakan tentang Elsie? " tanya Nev to the point.
"Elsie? " tampak sekali Vindy juga sedikit bingung.
"Ya, apakah kamu tau Elsie dimana? " Nev bertanya dengan harapan tinggi pada Vindy.
"Aku sama sekali tidak bertemu Elsie kak hari ini. " jelas Vindy kepada Nev.
"Apakah kamu yakin? "Tanya Nev kembali yang merasa belum puas akan jawaban Vindy.
"Iya kak Nev!! Aku tidak bertemu dengan Elsie. Sebenarnya ada apa ini kak? Kenapa dengan Elsie?? " tiba tiba saja ia merasa khawatir dengan sahabatnya itu.
__ADS_1
"Elsie menghilang. " perkataan Nev yang justru membuat Vindy benar benar terkejut.
" what??? " saking terkejutnya Vindy, sampai sampai ia terdiam sejenak.
"Tadi pagi ia berkata kepada orang tuaku, kalau dia akan mengunjungi kediaman orang tuanya. Namun ketika tadi aku kesana dan ingin menjemputnya, ternyata Elsie tidak datang kesana sama sekali. Dan aku sudah tidak tahu lagi harus mencari nya kemana lagi. " ujar Nev dengan raut wajah yang frustasi.
"Tadi siang aku tidak bertemu dengannya kak. Tapi... " perkataan Vindy terputus, sebab ia belum yakin apakah yang dikatakan teman satu kerjaannya tadi betul atau tidak.
"Tapi kenapa Vind? Tolong katakan!! " titah Nev yang memang sangat ingin tahu.
"Begini kak...
# flasback on #
Sewaktu Vindy tengah sibuk bekerja, tiba tiba saja ia mendapat pesan dari Mesha bahwa ia menunggu nya di bawah. Ada sesuatu yang ingin dibicarakannya.
Setelah sampai di parkiran, Vindy melihat sosok Mesha dengan tampilan modis dan bentuk tubuh sempurnanya telah menunggu disana.
"Mesha... "Dengan senang hati, Vindy menghampiri sahabatnya itu lalu memeluknya. Namun tak disangka, ternyata Mesha tidak membalas sama sekali. Bahkan sikapnya terkesan sangat dingin. Karna Vindy menyadari hal itu, ia pun perlahan lahan melepas pelukannya.
"Ada apa Me? " akhirnya Vindy bertanya.
•
•
•
•
•
•
__ADS_1
•
Terimakasih temen temen udah mapir di novel pertama mamayo. Minta dukungannya ya buat klik like, coment, dan jangan lupa tap love 💙 untuk menambahkan ke rak favorit kalian. See you next episode.