MENIKAHI CALON SUAMI SAHABATKU

MENIKAHI CALON SUAMI SAHABATKU
BAB 41 HADIAH


__ADS_3

Seminggu setelah acara makan malam dirumah orang tua Elsie. Semuanya berkegiatan sama seperti biasanya.


Hingga saat Nev tengah sibuk dikantor, tiba tiba saja mendapat telfon dari mama nya.


Ren Dae menyuruh Nev dan El untuk datang ke Mansion Nixon. Dan Nev menyetujuinya, sepulangnya dari kantor ia menjemput Elsie diapartment nya.


Apartment Nev


"Sayang, bersiaplah. Kita akan ke Mansion, mama mengundang kita untuk singgah kesana. Katanya sih ada yang mau dibicarain. Penting. " Nev memberitahu Elsie.


Mendengar hal itu, dengan cepat Elsie bersiap siap untuk pergi ke Mansion Nixon.


Sedangkan Nev membersihkan tubuhnya terlebih dahulu. Selepas itu mereka berangkat bersama.


Rumah Ansen (ruang kerja)


"Terus berikan kabar untukku. Jangan sampai ada yang terlewat satupun. Masalah bayaranmu sudah kutransfer lunas. Jadi kau harus bekerja dengan baik untukku. " tut. Ansen menutup panggilan tanpa mendengar jawaban orang disebrang sana.


Raut wajahnya sangat menakutkan, ia hanya mondar mandir terus di ruang kerjanya itu.


Nampak ia sedang berfikir sesuatu.


' Sepertinya aku harus segera bertindak, hubungan mereka semakin membaik. Aku tak akan membiarkan mereka terus bersama. '


Ansen berucap dalam hati, jelas sekali terlihat dendam yang mendalam semakin tumbuh dihatinya.


Tanpa disadari oleh Ansen, ternyata ada sepasang telinga yang sedari tadi mendengarkan percakapannya melalui telfon tadi.


' Ya Tuhan, apa yang akan dilakukannya. Jangan sampai dia salah langkah. Putraku tidak boleh sampai salah langkah, maafkan mami Ansen.. '


Ratna Lee bergumam dalam hati, saat ini ia benar benar khawatir akan putranya itu.


Ia tau, bahwa putranya sampai detik ini masih menyimpan dendam yang amat besar untuk keluarga Nixon.


Selama ini sudah berulang kali ia berusaha untuk menasehati Ansen, agar melupakan semua kejadian masa lalu.


Namun entah mengapa putranya itu masih saja tidak dapat menyukai keluarga Nixon. Bahkan akhir akhir ini, ia mencium gelagat aneh pada Ansen.


Ia takut kalau kalau Ansen bertindak melebihi batas.


Mansion Nixon


Setelah menempuh perjalanan sekitar 30 menit, akhirnya Nev dan Elsie tiba di mansion Nixon.


Sesampainya mereka disana, sudah disambut dengan berbagai macam masakan yang lezat, buatan mama Ren dan dibantu oleh chef ahli yang biasa masak untuk keluarga Nixon.


Ruang Makan


"Wah... Enak enak banget nih makanannya. " Niven menelan ludah ketika melihat masakan mamanya.


"Duduk dulu Niv, kamu tuh gak sopan banget sih. Malu dong, ada kakak iparmu lho.. " peringatan dari mama Ren untuk Niv.


"Iya iya ma.. Ish,, sewot banget sih. Nanti cantiknya luntur lho... Hahaha.. " ucap Niv yang memang senang menggoda mama nya.


"Kamu ini. Udah gede juga, masih aja kayak bayik. Mangkanya cari pacar sana lho, biar bisa gombalin cewekmu. Jangan bisa nya godain mama terus. " Sahut mama sewot.


"Biarin aja lah ma, jangan terlalu dipaksain. " sahut papa Agam dengan gaya dominannya.


"Mantap tuh pa.. Love you sekebon pa, haha.. mama ini sukanya maksa maksa mulu sih. " Niv merasa berbangga karna belaan dari papanya.


"Iya ma, jangan dipaksain. Soalnya ni bocah belom bisa nyari cuan sendiri. Mau di kasih makan apa anak orang, kalo punya cewek nanti. " timpal Nev yang tiba tiba buka suara.


Elsie yang merasa gak enak dengan Niv atas perkataan Nev tadi jadi menyikut lengan Nev.


"Jangan gitu sih yang, kasian Niv. " bisik El pelan.

__ADS_1


Namun Nev hanya menanggapinya dengan senyuman saja.


"Kak, kau kok gitu kali sih sama adek mu yang super duper sekuter ganteng inih. Janganlah terlalu kejam, aku kan jadi laper. " Niv memasang raut wajah memelas.


Sedangkan papa Agam hanya menanggapi celotehan mereka dengan senyuman, dan sesekali menggelengkan kepala karna merasa tingkah mereka ini konyol.


"Tapi perkataan kakakmu itu ada benarnya juga Niv, kau itu sudah saat nya fokus di perusahaan. Bantu kakakmu, agar bila nanti kau punya someone special, ada jaminanmu untuk menghidupinya. "


Nasihat papa Agam ditanggapi kelekar tawa oleh Nev dan mama Ren, sedangkan El hanya berani tersenyum. Dan Niv yang merasa tersudut langsung saja memasang wajah yang memelas terintimidasi.


"Aku kira papa memihak padaku, ternyata sama saja seperti mereka. Lagian nih ya pa, Niv kan masih terlalu muda untuk memikirkan hal serius seperti itu. Kenapa kalian suka sekali memaksaku, hiks.. hiks.."


Niv berpura pura seperti orang yang sedang menangis.


"Sudah, sudah. Ayo selesaikan makan kalian dulu, baru nanti lanjut lagi baku hantamnya.. Hhh.. " pungkas papa Agam dan disambut tawa oleh semua orang.


Dan setelah usai makan malam, mereka semua berkumpul di ruang keluarga untuk sekedar ngobrol dan bercanda bersama.


Nev, Niv dan papa Agam, saat ini mereka tengah asik bermain monopoli. Sedangkan Elsie hanya menonton saja.


"Wah.. Aku menang banyak nih, ayo Niv kau bayar padaku. Karna kau berhenti diareaku, yu.. Hu... Hhh.. "


Nev merasa gembira karna memenangkan permainan.


"Ah, kau ini payah sekali Niv, strategimu sangat kurang. "


Mendengar perkataan papanya, Niv menjadi was was.


' Ah, kalau sudah membahas masalah strategi gini. Bisa panjang nih urusannya, pasti dihubung hubungin sama masalah bisnis. ' batin Niv merasa aneh.


"Kalau kita berada didunia bisnis beneran, bisa langsung gulung tikar kamu ini. " ujar Agam dengan wajah yang dibuat serius.


'Nah kan bener. Dasar papa, gak bisa bedain apa, permainan sama bisnis beneran. ' Niv terus saja menerka nerka dalam hati.


"Tapi papa bener lho Niv, semua itu harus ada perhitungan nya. Permainan ini sama seperti dunia bisnis, kalau gak mau rugi ya harus ada strateginya. "


Nev ikut menambahi nasihat pada sang adik.


"Kompak benerrrr... Bully aja teroooss... Serasa anak tiri deh aku disini. Gak mama, gak papa gak kakak, sama semuanya.. Cuma kakak ipar yang sepertinya baik disini. Ya kan kak? " ucap Niv sembari mengerlingkan matanya pada Elsie.


Elsie yang dapat godaan dari adik iparnya, hanya dapat tersenyum. Namun baru beberapa detik El tersenyum pada Niv, tiba tiba saja Nev merangkum wajah Elsie lalu membelokkan wajah El agar menatapnya.


"Ingat sayang, kau tidak boleh tersenyum kepada pria lain. Termasuk kepada nya, oke.! " kata kata Nev mengintimidasi El.


Melihat hal itu, Niv hanya bisa menipiskan bibirnya.


"Dasar bucin... " ucap Niv sambil melengos.


Ditengah tengah perdebatan mereka, datanglah mama Ren membawa nampan. Ia sengaja membawa camilan serta minuman dingin untuk teman ngobrol santai keluarganya.


"Kalian ini dari tadi mama dengerin kok brisik banget sih. Nih, mama bawain camilan buat kalian semua. " Ren Dae meletakkan nampan yang ia bawa di atas meja.


Dengan sigap mereka menyambar camilan itu secara bergantian.


"Ma, ini apa an? " tanya Niv saat melihat sebuah kotak persegi panjang yang ikut nangkring di atas nampan bersama camilan tadi.


Mendengar ucapan Niv, sontak saja Agam dan Ren saling berpandangan serta melempar senyum.


"Itu untuk kakakmu, berikan padanya. " jawab Ren.


"Cuma satu ma, terus aku gak dikasih juga nih. " sahut Niv yang merasa cemburu dengan kakak nya.


"Hush...! Anak kecil ikut campur aja deh ih. Kalau kamu mau kayak gitu juga, nikah dulu baru mama kasih. Hehe.. "


Niv menyerahkan kotak itu pada kakaknya, lalu segera dibukak oleh Nev.

__ADS_1


"Tiket? " ucap Nev kaget. Ia masih belum mengerti, lalu ia menoleh ke arah Elsie untuk mencari jawban. Namun Elsie hanya bisa mengangkat bahunya.


"Untuk apa ini ma? " Tanya Nev pada mamanya.


"Ya untuk kalian dong Nev, mama sama papa sengaja menyiapkan itu semua buat honeymoon kalian berdua. " terang Ren.


"Seriusan ma? " tanya El memastikan.


"Iya dong serius. " jawab Ren dengan yakin.


Mendengar penjelasan mama nya, Nev dan El tersenyum lebar. Mereka menyukai hadiah dari orang tuanya itu. Paket liburan kelas VVIP untuk mereka pergi ke Raja Ampat sudah ditangan.


"Nikmatilah liburan kalian Nev, papa yakin kau sangat lelah bukan, dengan segudang pekerjaan mu itu. Untuk masalah kantor tidak usah khawatir, sekarang kan ada adikmu yang akan menghendel nya nanti. " ucap Agam, namun ternyata ada yang syok dengan pernyataan itu.


"Brruusshh... Uhuk uhuk uhukkk... " yang kebetulan Niv sedang minum saat itu, tiba tiba ia menyemburkan minumannya lalu terbatuk. Setelah itu ia mengelap bibirnya yang basah akibat dari semburannya tadi.


"Kau kenapa Niv? " tanya Agam.


"Niv gak salah denger nih pa ? "


"Memangnya kenapa? Kau gak mau ngurus perusahaan? " papa Agam bertanya dengab sorot mata tajam.


"Ya bukannya gitu pa, aku kan belum mahir kayak kakak. Yang ada nanti banyak salahnya, terus merugi gimana hayo... " Niv mencoba menghindari tugasnya.


"Nanti papa akan ajari kamu sampai bisa, jadi tidak ada alasanmu lagi sekarang kan?? "


Niv sudah hendak membalas perkataan papanya tadi, namun baru saja mau buka mulut.


"Jangan kau mengelak terus Niv, kau itu sudah besar. Jadi sudah saatnya untukmu belajar memimpin perusahaan. Bantu kakakmu, jangan buat dia berjuang sendiri. Kayak gitu kok minta transferan tepat waktu terus tiap bulan. " sahut mama Ren yang ikut menanggapi.


Niv yang merasa terpojok pun akhirnya tak dapat mengelak tugas dari orang tuanya.


Mau tak mau, mulai sekarang ia harus terjun ke perusahaan Nixon Grub.


Sedangkan Nev dan El yang mendapat hadiah dari orang tuanya merasa sangat senang. Tak lupa mereka mengucapkan terimakasih kepada kedua orang tuanya.


Jadwal keberangkatan mereka sekitar satu minggu lagi. Jadi masih bisa untuk mempersiapkan segala keperluannya.


...**********...


Di satu sisi lainnya, Ansen terlihat sibuk dengan urusan pekerjaannya. Baik pekerjaan dikantor, maupun pekerjaan yang melibatkan beberapa detektif.


Entah apa yang sedang direncanakan nya, mengapa ia sekarang banyak sekali sering berurusan dengan detektif.


...🍃🍃🍃🍃...


Dan waktu yang dinantikan pun tiba, hari ini adalah jadwal keberangkatan Nev dan El untuk berlibur ke Raja Ampat.


Orang tuanya sengaja tidak memilihkan destinasi keluar negri. Karna sesungguhnya obyek wisata di dalam negri pun masih sangat banyak untuk dapat dikunjungi.









Terimakasih temen temen udah mapir di novel pertama mamayo. Minta dukungannya ya buat klik like, coment, dan jangan lupa tap love 💙 untuk menambahkan ke rak favorit kalian. See you next episode.

__ADS_1


__ADS_2