MENIKAHI CALON SUAMI SAHABATKU

MENIKAHI CALON SUAMI SAHABATKU
BAB 87 WEJANGAN


__ADS_3

Dihari berikutnya Elsie mendapatkan telfon dari bundanya, bunda Ruli dan ayah Sebastian menginginkan Elsie untuk datang kerumah. Mereka berkata kalau sangat merindukan Arka cucu mereka.


Karna Elsie masih merasa aneh dengan suaminya, jadi ia tidak mau menunggu Nev sampai pulang.


"Tidak usah menunggu kak Nev lah, dia pasti sekarang sedang sibuk. Lebih baik aku berangkat sendiri saja dengan Arka. " gumam nya saat sedang mengemasi perlengkapan Arka.


Setelah selesai berkemas, ia segera keluar dari kamar putra nya itu dengan menenteng baby bag ditangan nya.


"Mini, Mini.. " panggil nya mencari Mini.


Dari arah balkon lantai dua, Mini sedikit berlari saat mendengar nyonya muda nya memanggil.


"Iya nyonya, ada apa? " tanya Mini.


"Dimana Arka? "


"Tuan kecil sedang bermain dengan kakak senior dan bu Yuni diruang bermainnya nyonya. Ada yang bisa saya bantu? "


"Iya, tolong bawa Arka kemari. Saya akan gantikan bajunya, kau juga bersiaplah. Kita akan pergi kerumah orang tuaku. " jelas Elsie.


"Baik nyonya, saya permisi. "


Mini segera berlalu dari hadapan Elsie, tak lama kemudian ia kembali membawa Arka.


Setelah selesai mereka semua bersiap, Elsie Arka dan Mini segera bertolak ke rumah keluarga Sebastian.


Hanya tiga puluh menit saja mereka telah tiba dikediaman Sebastian. Sesampainya disana, Elsie disambut hangat oleh kedua orang tuanya dan kakak ipar nya.


"Cucu oma, ganteng banget sih nak. Arka pinter ya sayang. Oma kangen banget sama Arka. Hehe.. " (eemuach )


Bunda Ruli terus saja menciumi cucu laki laki nya itu, ia merasa gemas melihat pipi gembul nya Arka. Bahkan opa nya juga tak mau kalah, opa Sebastian juga ikut menciumi Arka hingga membuat bayi laki laki gemoy itu menangis.


Oeekk.. Oeekk..


"Hhuussshh.. Cup sayang, oma sama opa nya gemes ya sama Arka. Hehe.. "


Elsie mencoba menenangkan putranya yang sedang menangis itu. Saat dirasa Arka sudah mulai tenang, oma Ruli memberi perintah pada Alena agar membawa Arka bermain ditaman belakang.


"Alena, tolong bawa Arka bermain kebelakang dulu ya. Ajak pengasuhnya juga. Bunda dan ayah ingin berbicara sebentar dengan adik mu. " tutur bunda Ruli.


"Oke bund, ayo sayang ikut tante dulu ya. Uluh.. Uluh.. Lucu banget sih kamu. " Alena tampak menimang nimang Arka yang sedang berada digendongan nya.


Setelah Arka, Alena dan Mini sudah meninggalkan ruang keluarga. Elsie merasakan hawa yang tak enak yang ada disitu.


"Sayang, sebenarnya apa yang sedang kau pikirkan. Ayah dengar hubungan mu dan Nev sedang tidak baik baik saja. " perkataan ayah Sebastian membuat Elsie merasa tertampar.


"Siapa yang berkata tentang hal itu yah? "

__ADS_1


"Tidak lah penting siapa yang mengatakannya, yang ayah ingin tau darimu. Apa alasan nya kau menjauhi suami mu. "


"Sebenarnya Elsie tidak menjauhi kak Nev yah. "


"Lalu? "


"Emm.. " sebelum berkata, Sebastian sudah lebih dulu memotong omongan Elsie.


"Ayah tau kau merasa sedih dan kehilangan atas meninggal nya Mesha. Tapi bukan berarti kau harus menyesali pernikahanmu dengan Nev sayang. "


"Ingat Elsie, didalam pernikahan kalian sudah ada Arka. Jadi ayah harap kau bisa jauh lebih dewasa lagi. Kasihan suami mu, dia merasa sedih akan sikap mu yang acuh itu nak. Sebelum semua nya jadi terlambat, lebih baik segera kalian perbaiki. "


"Sama sama dibicarakan dengan baik baik. Ayah mengerti kalau didalam rumah tangga itu, pasti ada batu krikil nya. Tapi percayalah nak, kalau kalian bisa melalui setiap rintangan yang ada. Rumah tangga kalian akan semakin kuat. "


"Jodoh maut rejeki itu sudah digariskan oleh Tuhan, setiap manusia memiliki porsinya masing masing. Ada yang porsi umur nya sampai ratusan tahun, ada yang hanya satu hari bahkan belum sampai dilahirkan tapi sudah dipanggil Tuhan. Begitu juga dengan jodoh, kalau Elsie dan Nev tidak berjodoh. Mungkin sudah dari lama hubungan kalian berakhir, mengingat begitu banyak nya rintangan didalam pernikahan kalian. "


"Ayah yakin, ini semua karna kebaikan Tuhan. Sehingga keluarga kalian masih diberi kesempatan untuk tetap bersama hingga detik ini. Jadi pergunakan lah kesempatan yang diberikan oleh Tuhan dengan membina rumah tangga yang dipenuhi Kasih. "


"Jangan pernah biarkan bayang bayang masalalu membuat Elsie susah untuk melangkah kedepan. Elsie mengerti maksud ayah kan? "


Sebastian mencoba memberi pengertian pada putri nya itu. Dan hati Elsie merasa tertampar, kini ia sadar bahwa tidak seharusnya dia memperlakukan suami nya dengan demikian.


Air mata nya pun luruh juga, ia tertunduk lesu dengan deraian air mata. Melihat putri nya menangis, bunda Ruli mendekati nya, lalu memeluk dengan penuh kasih sayang.


"Sabar ya nak, bunda tau Elsie anak yang kuat. Sekarang kan Elsie sudah berkeluarga, jadi anak bunda harus lebih berfikir dewasa lagi. Supaya kelak, bisa menjadi contoh untuk anak anakmu. "


Elsie hanya bisa membalas ucapan bundanya dengan anggukan kepala, sembari mengusap air mata nya.


"Terimakasih bunda, ayah. Kalian sudah mengingatkan Elsie, sekarang aku sadar bahwa tindakan ku kemarin itu salah. Aku sudah mengabaikan suamiku. Tidak seharusnya aku melakukan hal itu. "


Elsie benar benar menyesal akan sikapnya sendiri, ia berharap suaminya masih mau memaafkannya.


"Nanti kalau suamimu pulang kerja, alangkah baik nya kau meminta maaf padanya. Ayah percaya, semua nya akan baik baik saja. " usul ayah Sebastian.


"Baik yah, terimakasih untuk saran nya. "


Mereka bertiga pun tersenyum, terutama Elsie merasa jauh lebih lega sekarang. Karna ternyata masih ada yang peduli dan tau akan perasaan nya, juga dapat membuka jalan pikiran nya.


Waktu mulai petang, Elsie melihat jam sudah menunjukkan pukul lima sore. Biasanya jam jam segini suami nya sudah selesai jam kerja, kecuali ada lembur.


Kemudian ia berinisiatif untuk mengirim pesan pada sang suami, agar mau menjemputnya dirumah orang tua Elsie.


💬 \=> Pepi, sekarang aku lagi dirumah ayah. Kalau gak keberatan jemput kami ya. Kita pulang bareng ke mansion.


Sebelum mengirim pesan itu, Elsie benar benar merasa bimbang. Sejujurnya dia hanya takut kalau kalau suaminya itu menolak untuk menjemputnya.


Setelah menyakinkan dirinya sendiri, Elsie menarik nafas dalam dalam.

__ADS_1


"Huhf.. "


Lalu, SEND \=>


Harap harap cemas ia menunggu balasan dari suaminya. Namun ternyata, pesan itu tak kunjung mendapat balasan dari Nev.


Elsie pun sudah pasrah saja, seandainya Nev tak menjemputnya. Ia akan pulang dengan Mini, lalu meminta maaf secara khusus di mansion nanti.


Hari sudah semakin malam, Elsie segera mengemasi barang barang Arka dengan dibantu Mini. Setelah selesai semua, ia mencari ayah dan bunda nya yang ternyata ada diruang keluarga. Mereka sedang menonton televisi berdua.


"Ayah, bunda, Elsie mau pulang dulu ya. " ucap nya sembari berjalan mendekati ayah dan bundanya yang duduk disofa.


"Kamu gak nginep sini sayang? " tanya bunda Ruli.


"Enggak bund, aku ingin segera menemui kak Nev. Karna aku ingin meminta maaf padanya. " jelas Elsie.


"Memangnya suami mu gak jemput sayang? " kali ini gantian ayah Sebastian yang bertanya.


"Mungkin kak Nev sedang sibuk yah, aku kan bersama dengan Mini. Nanti aku tunggu kak Nev dirumah saja. " ujar Elsie.


"Ya sudah kalau begitu, lain kali nginep disini ya sayang. Oma kan juga pengen sama Arka lebih lama lagi. Ya kan sayang? " oma Ruli menoel noel pipi gembul Arka sambil mencium ciumi nya terus.


Opa Sebastian pun tak mau kalah, ia juga mencium cucu laki laki nya itu dengan penuh kegemasan.


Setelah puas mencium cucu nya, mereka membiarkan Elsie dan Mini membawa Arka keluar dari rumah itu.


Saat Mini membuka pintu utama, mereka terkejut dengan apa yang dilihatnya.


"Hai.. "









...***Sampai sini dulu ya readers tersayang, kita sambung ke bab selanjutnya.....


...Oh ya, novel ini akan segera tamat ya. Kemungkinan nanti akan dibuat kelanjutan nya dengan judul yang berbeda. So, biar author tetep semangat dukung karya ini terus ya.....

__ADS_1


...Thankyou so much and bye bye 👋👋***...


__ADS_2