
"Come on auntie... We get on that boat." ( ayo tante, kita naik perahu itu.) kata seorang gadis kecil berumur lima tahunan.
"Let's go girl.. " Jawab Elsie dengan gembira. Yes, itulah Elsie Drusila Sebastian, yang beberapa waktu terakhir menghilang begitu saja.
"Gunakan baju pengaman kalian ya. Kalau sudah siap kita berangkat. " ucap Sena teman baru Elsie.
"Go go go... " sahut mereka serempak.
Dan disinilah Elsie sekarang, di negara Belanda. Tempat dimana kakak kandung Elsie tinggal setelah menikah. Saat ini Elsie sedang menikmati liburannya disalah satu destinasi wisata terkenal yang ada di Belanda.
Leiden's Canals merupakan salah satu destinasi wisata yang menarik untuk dikunjungi. Disini terdapat sebuah kota yang dikelilingi oleh kanal kanal, dimana para wisatawan dapat berkeliling menggunakan boat yang sudah di sediakan oleh pihak terkait.
"Auntie, this view is beautiful right? I'm so happy... " ucap gadis yang sedang bersama Elsie itu dengan ekspresi yang sangat gembira.
"Oh ya,, in our Indonesia also have a good views. " sahut Elsie yang tak kalah semangat mempromosikan Negaranya.
"I believe auntie, because every day my mom would tell me. " Jawab gadis itu yang seketika mengerucutkan bibirnya.
"Hahahaaa.. " Seketika Elsie dan Sena tertawa lepas mendengar ocehan sigadis.
Setelah puas bermain main, mereka pun pulang ke kediaman kakak Elsie yang ada di kota Amsterdam.
"Mom... Mommy... " Teriak Naya keponakan Elsie, putri tunggal dari kakak kandung El yang bernama Richen Scout Sebastian dan istrinya Alena. Gadis kecil yang saat ini sudah memasuki dunia sekolah itu bernama Nayara Sebastian.
"Iya sayang, kenapa sih teriak teriak. Kayak dihutan aja deh. " sahut Alena mamanya Nayara dari arah dapur.
"Mommy, today I went to the Liden canals. And I'm very very happy. " ucap Naya dengan sangat antusias.
Wajah gadis itu terus saja berbinar, pasalnya setelah ia masuk ke dunia sekolah, sangat jarang baginya untuk sekedar berlibur. Karna orang tuanya selalu memprioritaskan pendidikannya terlebih dahulu. Hanya kalau libur panjang, mereka akan liburan bersama.
"Oh ya, so what you say whit auntie? " Alena menggenggam tangan sang putri sembari menatapnya lekat. Naya yang mengerti maksud mommy nya langsung saja menoleh ke arah Elsie berdiri.
"Auntie, thankyou for today. Naya so happy. " tutur Naya dan langsung menghambur ke pelukan Elsie. Lalu Elsie pun membalasnya.
"Trimakasih nya cuma sama auntie doang nieh? Sama uncle gak Nay? " Sena yang dari tadi disitu mencoba mencari perhatian Naya juga.
__ADS_1
"Hahaha.. Oke uncle, thankyou. " ucap Naya.
"Kiss me please.. " Sena mendekatkan pipinya dihadapan Naya. Cuupp!!
"Enough? " kata Naya sambil tersenyum memperlihatkan deretan giginya.
"Yes, thankyou girl. " jawab Sena dengan tersenyum.
Setelah itu Sena pun berpamitan, lalu Elsie mengistirahatkan diri sejenak.
Saat El sedang memainkan handphone nya, tiba tiba saja ia melihat berita trending topik yang muncul di layar hp nya.
"What?? Ini kan Mesha!! Beneran gk sih ini beritanya? " ucap Elsie yang nampak sangat shock. Dan tak terasa buliran air bening pun lolos begitu saja dari mata El.
"What's up whit you Me? Kenapa bisa seperti ini? " tiba tiba saja pikiran El berkelana, ia mengingat kembali kejadian sebelum ia memutuskan untuk pergi ke Belanda secara diam diam.
# Flash back on #
Siang itu El sengaja hendak menghampiri Vindy sahabatnya, namun ia malah melihat perdebatan antara kedua sahabatnya itu di area parkir tempat Vindy bekerja. Dan betapa terkejutnya Elsie mendengar pengakuan Mesha yang ternyata masih sangat menginginkan Nev suaminya, sampai sampai ia merasa menjadi orang ketiga diantara Mesha dan Nev.
Sehingga itu membuat dia sangat frustasi, disatu sisi El sangat menyayangi sahabatnya Mesha dan disisi lain tak dapat ia pungkiri, mulai tumbuh perasaan suka terhadap suaminya. Ingin rasanya dia egois, tidak mau memikirkan perasaan Mesha, toh Nev sekarang sudah menjadi suami sah nya.
"Papa, mama, ayah. Kenapa kalian semua ada disini? " ucap El yang masih merasa shock.
"Elsie, kamu kenapa sayang? " tanya mama Ren yang sama terkejutnya dengan Elsie, kemudian ia merengkuh tubuh El kedalam pelukannya.
"Ayo kita masuk dulu saja. " tutur ayah Sebastian kepada mereka semua. Yang awal nya mertua El hendak berpamitan akhirnya tidak jadi.
Lalu mereka berempat kembali masuk ke rumah. Dan didalam rumah ibunda Elsie pun sama terkejutnya dengan mertuanya. Karena mereka berempat sudah mengetahui kondisi Elsie, mau tak mau pun Elsie akhirnya mengatakan semuanya yang terjadi antara dia Nev dan Mesha.
" jadi begitu semua ceritanya yah, bund, pa, ma. Maafkan Elsie, tapi Elsie rasa sudah tidak sanggup lagi bertahan. Sepertinya El yang harus mengalah bund.. " dan seketika tangisan Elsie pecah didalam pelukan bundanya.
Dan semua orang yang ada disitu ikut merasakan kesedihan Elsie. Saat melihat kesedihan sang menantu papa Agam pun merasa sangat marah terhadapan putra sulungnya itu. Akhirnya dia memberi sebuah saran.
"Elsie, papa dan mama minta maaf ya atas kesalahan dan kebodohan putra papa Nev. Elsie jangan menyerah begitu saja, walau bagaimana pun Nev itu sekarang adalah suami sah Elsie, dan apapun yang sudah dipersatukan Tuhan tidak dapat dipisahkan oleh manusia. Mau kah El percaya sama papa? Kita semua akan memberi sedikit pelajaran pada anak itu." Ujar papa Agam menjelaskan.
__ADS_1
Elsie yang masih berada di pelukan bundanya pun akhirnya menoleh ke arah sang papa mertua.
"Maksudnya apa besan? " tanya ayah Sebastian. Elsie yang masih bingung dan sedih pun memilih diam dan mendengarkan.
"Begini, lebih baik Elsie pergi saja dulu. Cari tempat untuk menenangkan diri, karna disaat hati kita sedang kacau, adakalanya kita perlu mencari ketenangan terlebih dahulu." tutur papa Agam dihadapan semua orang.
"Untuk Nev, serahkan pada papa Elsie. Biar papa yang mengurusnya, beri papa waktu beberapa hari kedepan. Beri Nev ruang agar dia dapat menyelesaikan masalalunya terlebih dahulu. " imbuh papa Agam.
"Tapi aku harus kemana pa? " tanya Elsie yang merasa bingung.
"Lebih baik kamu ke tempat kakakmu saja sayang. " sahut bunda Ruli.
"Memangnya kakak nya Elsie ada dimana sekarang jeng? " tanya mama Ren kepada besannya.
"Kakak Elsie sekarang ada di Amsterdam Belanda jeng, setelah menikah dia memilih untuk tinggal di sana. " jawab bunda Ruli menjelaskan.
"Oh.. Begitu ya, sepertinya bagus juga sarannya Ruli. " mama Ren ikut menyetujui saran dari bunda Elsie.
"Boleh juga itu, ayah juga setuju bund. Saat ini tempat yang paling bagus untuk Elsie memang hanya di tempat Richen. " timpal ayah Sebastian. "Gimana besan, setuju gak? " tanya ayah Sebastian kepada papa Agam.
"Kalau aku sih terserah bagaimana Elsie saja. Bagaimana sayang? Kamu mau ikuti saran kami? " tutur papa Agam dengan menatap menantu kesayangan nya itu.
"Iya pa, baiklah. Elsie akan mengikuti saran papa dan semuanya. " ujar Elsie lalu di sambut senyuman oleh semua orang.
•
•
•
•
•
•
__ADS_1
•
Terimakasih temen temen udah mapir di novel pertama mamayo. Minta dukungannya ya buat klik like, coment, dan jangan lupa tap love 💙 untuk menambahkan ke rak favorit kalian. See you next episode.