
Setelah menghubungi teman teman nya, tak lama kemudian mereka tiba dirumah pak Yanto.
"Reno, Rika, berhubung kakak kakak sudah pada dateng. Kalian dirumah sama mereka dulu ya. Kak Niv mau nyusul bapak sama kak Mini ke rumah sakit dulu. "
Niv mencoba memberi pengertian kepada sikembar. Lalu ia segera bergegas menuju rumah sakit yang diberi tau sikembar tadi.
Rumah Sakit Mitra Sehat
Karna letak rumah sakit itu tak terlalu jauh, maka Niv tak perlu waktu lama untuk tiba disana.
Saat tiba diloby rumah sakit, Niv mencoba bertanya pada suster yang jaga disana.
"Permisi suster, saya mau tanya. Pasien atas nama Dewi Lestari dirawat dimana ya? " tanya Niv. Namun suster itu tak menjawab pertanyaan Niv, malah justru membelalakkan matanya saat melihat Niven muncul dihadapannya.
Niv melambai lambaikan tangan nya didepan wajah suster itu.
"Sus, suster. Suster gak apa apa? " tanya Niv heran.
"Eh,. Maaf mas, saya gak apa apa. " suster itu menjawab dengan senyum malu malu.
' Mimpi apa aku semalam, kenapa bisa ketemu pangeran tampan begini. Ya ampun... Ganteng banget sih dia. ' suster itu sibuk dengan pemikirannya sendiri.
"Sus, saya tanya pasien atas nama Dewi Lestari dirawat diruangan mana? " tanya Niv lagi, sebab belum juga mendapat jawaban dari suster itu.
"Oh, sebentar ya mas. Saya cek dulu. " suster itu nampak mencari data pasien.
"Pasien atas nama Dewi Lestari dirawat diruangan anggrek 07 mas. Ada dilantai dua, dari tangga belok saja kekanan. " terang suster itu.
"Terimakasih suster. " Niven langsung menuju lantai dua.
Ia terus saja menyusuri lorong rumah sakit itu, dan kini akhirnya ia menemukan ruangan 07. Ruangan itu dihuni tiga pasien sekaligus, jadi perlahan lahan Niv melangkahkan kaki disana.
"Permisi pak Yanto. "
Seketika pak Yanto, Mini, dan bu Dewi menoleh ke arah Niv.
"Lhoh, mas Niven. Kok bisa ada disini? " tanya pak Yanto heran.
"Iya pak, tadi saya kerumah. Tapi ternyata rumah sedang kosong, saat saya mau kembali saya bertemu dengan sikembar. Jadi saya tau kalau bu Dewi dirawat disini dari sikembar. " terang Niv.
"Oh, begitu. Ada apa mas e kerumah kami? "
"Eee.. Gimana ya, sebenarnya saya mau nawarin bu Dewi untuk kerja dirumah saya pak. Kebetulan dirumah lagi butuh banget Art baru. " jelas Niv pada pak Yanto.
"Tapi karna melihat kondisi bu Dewi seperti ini, saya mohon maaf karna tidak tepat waktunya. "
"Kalau boleh tau, sebenarnya bu Dewi sakit apa pak? " imbuh Niv. Sebelum menjawab pertanyaan Niv, pak Yanto terdengar menarik nafas dalam.
"Istri saya punya diabet mas. Jadi sudah lama dia tidak bekerja lagi. " ucap nya sambil menundukkan pandangannya.
"Maaf pak, saya tidak tau soalnya. Semoga lekas membaik ya bu. " tutur Niv mendoakan bu Dewi.
"Amin.. Terimakasih banyak mas. " sahut bu Dewi.
Dokter tiba diruangan bu Dewi, karna kini waktunya untuk pemeriksaan kembali.
"Ya sudah, kami keluar dulu ya pak buk. " kata Mini dan disambut anggukan kepala oleh bapak ibu nya.
Saat diluar, Mini dan Niv tampak saling diam.
"Kamu udah kerja apa masih sekolah? " tanya Niv pada Mini yang hanya diam saja dari tadi.
"Emang kenapa? keppo! " jawab nya ketus.
__ADS_1
' Judes banget sih ni cewek. ' batin Niv menilai Mini.
"Ya kan aku cuma nanya. Kamu masih SMP ya kelihatannya? " terka Niv asal.
"Enak aja, asal aja kalo ngomong. "
"Ya lagian ditanyain baik baik gak mau jawab. "
Tiba tiba saja ada seorang petugas rumah sakit yang mendatangi mereka.
"Maaf mas, mbak. Dari keluarga nya ibu Dewi? "
"Iya betul, ada apa ya mas? " tanya Mini.
"Dimohon untuk segera menyelesaikan kekurangan administrasi nya mbak. " tutur petugas itu.
"I iya baik mas. "
"Ya sudah, kalau begitu saya permisi dulu. "
"Iya, terimakasih mas. "
Mini tampak bingung, sebenarnya keluarganya saat ini sedang mengalami kesulitan finansial. Belum selesai masalah bayaran uang sekolah adik kembarnya, kini ditambah lagi dengan ibu nya yang harus dirawat di rumah sakit.
Seperti tau apa yang menjadi dilema wanita dihadapannya ini, Niven langsung memberi tanggapan.
"Ayo ikut aku ! " ucap Niv sambil menarik paksa tangan Mini, agar mengikuti langkah nya.
"Mau kemana, lepas. Lepasin aku.. " Mini terus saja meronta, namun Niven sama sekali tak menghiraukan nya.
Kini mereka berdua tiba di bagian administrasi, lalu Niv segera membayar semua biaya perawatan bu Dewi selama dirumah sakit. Bahkan sampai nanti bu Dewi keluar dari rumah sakit pun sudah dibayar Niv lunas.
"Kenapa kau mau melakukan ini semua, menurutku ini terlalu berlebihan. " perkataan Mini masih saja ketus.
"Ya karna nominal yang kau bayarkan itu tadi tidaklah sedikit, dan sangatlah jarang manusia dijaman sekarang ini mau membantu orang lain dengan nominal sebanyak itu. "
"Jangan karna segelintir orang yang berbuat salah dan memiliki sifat buruk, jadi semua manusia kau pukul rata. " sanggah Niv.
"Tapi keluarga kami tidak terbiasa menerima sesuatu dari orang lain dengan cuma cuma. "
"Lalu, apa yang kau inginkan? "
"Kalau tawaran mu untuk menjadikan ibuku sebagai Art dirumah mu tadi masih berlaku, maka biar aku saja yang menjalaninya. " jawab Mini mantap.
"Serius kau mau jadi Art? " tanya Niv lagi, memastikan.
"Iya tentu saja, mengapa tidak. "
"Lalu bagaimana dengan bapak dan ibu? "
"Biar aku saja yang bicara dengan mereka. "
"Baiklah, aku akan menunggumu disini. Tanya kan dulu kepada bapak dan ibuk. "
"Hem." sahut Mini, lalu ia kembali memasuki ruangan ibunya.
Didalam sana, Mini menceritakan bahwa Niv telah membayar semua biaya perawatan ibunya. Jadi untuk mengembalikan uang nya Niv tadi, ia harus bekerja di rumah Niv.
Yang mana uang itu nantinya akan dicicil oleh Mini selama ia bekerja disana. Pak Yanto pun dengan jelas menyetujui tindakan putri pertama nya itu.
Lalu malam itu juga, Niv membawa Mini untuk kembali ke rumah pak Yanto. Karna malam ini ia harus bersiap, agar besok bisa langsung berangkat kerja ke rumah Niven.
Setelah mengantarkan Mini, Niven melajukan mobil nya membelah jalanan ibu kota yang masih nampak padat merayap.
__ADS_1
Mansion Nixon
Saat ia tiba di mansion, semua anggota keluarga nya sedang bersantai diruang tengah bersama sama.
"Malam semuanya.. " sapa Niven pada semua keluarga yang ada disitu.
"Kamu baru pulang Niv? " tanya El pada adik iparnya itu.
"Iya kak, tadi ada urusan bentar. "
"Urusan apa bocah, dari tadi ditanyain urusan mulu deh. " sahut Nev sewot.
"Ih, keppo deh. "
Niven beralih menatap mama nya. Lalu ia mendekati sang mama yang lagi dipijit kakinya oleh pelayan.
"Ma, besok orang nya mau dateng. " Ucap Niv pelan.
"Siapa? " nampak nya RenDae belum mengingat tentang pembicaraan mereka tempo hari.
"Ih, mama gimana sih. Orang yang aku rekomendasiin jadi pelayan kemaren lho. " jelas nya lagi dengan nada pelan.
"Oh itu, ya udah. Jam berapa besok kesini nya? "
"Gak tau juga ma, tadi aku gak nanya lagi. " Niv nyengir kuda sambil garuk garuk kepalanya yang tak gatal.
"Ya udah, besok mama tunggu. Sekalian mama juga mau nungguin orang orang yang dari yayasan. "
"Tapi ma, yang dateng besok tuh bukan bu Dewi ya. Tapi anak nya. "
"Kok bisa gitu? " Ren terlihat kaget mendengar bahwa bukan bu Dewi yang akan datang, melainkan anak nya. Dalam benaknya, akan kah anak bu Dewi ini nanti bisa bekerja dengan baik.
"Iya ma, sory. Aku belum cari tau banyak tentang mereka, ternyata bu Dewi ini sedang sakit diabet. Jadi gak bisa kerja yang berat berat ma. "
"Ya udah deh, kita lihat aja besok. Mama kan harus lihat dulu, bisa kerja gak nanti anak nya. "
"Oke ma. Ya udah, aku kekamar dulu deh, mau mandi. Gerah banget soalnya. Hehe.. "
Niv segera berlalu dari hadapan mama nya. Sedangkan RenDae hanya bisa tersenyum sembari geleng geleng kepala saja.
•
•
•
•
•
•
•
......***Terimakasih buat semuanya yang udah mampir dikarya pertama Mamayo. .........
......Yuk, dukung terus authornya, dengan klik like, coment, vote. Dan tap 💙 untuk menambahkan karya ini kerak favorit kalian. ......
...Jangan lupa hadiah nya juga ya. 😁...
...Sampai ketemu di episode selanjutnya. ...
...Thankyou so much 😘😘***...
__ADS_1