
Keesokan hari nya, sewaktu Nev sedang berada di kantornya. Tiba tiba sang ayah datang. Tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu papa Agam langsung saja menerobos masuk ke ruangan Nevile. Diruangan itu sedang ada Nev dan juga Riko yang sedang membahas masalah perusahaan.
Brakk..
Suara pintu Nev di buka secara kasar dari luar, seketika Nev dan Riko kaget dan menoleh ke arah sumber suara.
"Papa! " begitu terkejutnya Nev mengetahui yang datang ternyata papa Agam, dengan ekspresi wajah yang tak bersahabat.
"Ada apa pa? " tanya Nev yang merasa bingung dengan sikap papanya.
"Apa yang terjadi dengan Elsie?! " pandangan papa Agam sungguh sangat menyeramkan. Sorot matanya benar benar seperti elang yang hendak menerkam mangsanya.
Sebelum Nev menjawab pertanyaan papa nya, ia memberi kode kepada Riko agar dia keluar dari ruangan sang presdir. Riko yang mengerti dan paham maksud tuan mudanya itu langsung pergi dari ruangan itu.
"Saya permisi tuan besar! " ucap Riko sembari menunduk hormat pada sang penguasa Nixon Grub.
Papa Agam hanya membalas dengan anggukan pelan, lalu fokus netranya kembali lagi pada putra sulungnya itu.
"Duduk dulu pa! " tutur Nev dengan mempersilahkan papanya duduk.
"Katakan apa yang harusnya kau katakan tanpa ada yang harus kau tutup tutupi Nev! " ucap papa Agam yang disisipi sebuah ancaman.
"Sebenarnya Elsie menghilang sejak kemarin pa , aku sudah berusaha mencarinya. Namun sampai saat ini hasilnya masih nihil, Nev juga sudah meminta bantuan Richard. " Nev mencoba menjelaskan situasinya.
"Lalu apa kata Richard? " sahut papa Agam.
"Richard belum memberikan laporan apa apa lagi pa. Menurut penyelidikan nya, ada beberapa bagian Cctv yang sengaja dihapus untuk menghilangkan jejak Elsie. " Nev mencoba menjelaskan sedetail mungkin.
"Mana mungkin bisa? Bukannya Richard ahli dalam hal meretas. " sanggah papa Agam dengan tegas.
"Aku juga tidak tau pa, tapi sepertinya ada orang lain yang kemampuannya melebihi Richard. " entah Nev melakukan pembelaan untuk dirinya sendiri atau memang ia mengakui bahwa kemampuan Richard belum seberapa.
"Lalu perihal apa yang membuat Elsie bisa menghilang seperti ini? " tanya papa Agam kembali.
Seketika Nev menurunkan pandangannya, tidak mungkin ia berkata jujur perihal Mesha kan? Bisa bisa hari ini juga ia dikirim ke Afrika sana oleh papanya.
Dengan perlahan Nev menggelengkan kepalanya.
"Aku tidak tau pa. " ucapnya lirih.
"Jangan berbohong kamu Nev !! Papa sudah tau segalanya. Tapi kenapa kau jadi lelaki sangat bodoh Nev? " kali ini giliran papa Agam yang geleng geleng kepala.
__ADS_1
"Maksud papa apa? " sontak saja Nev menatap tajam papanya itu.
"Kenapa kamu masih berhubungan dengan perempuan yang jelas jelas sudah mempermainkanmu, dan menginjak injak harga dirimu?! " ucap tegas papa Agam yang ternyata membuat Nev terkejut.
"MESHA NARA !! " sebelum Nev menyelanya, papa Agam memperjelas akan siapa yang dimaksudnya itu.
"Aku hanya ingin balas dendam saja pah. " jawab Nev ketus.
"Balas dendam yang gimana maksudmu? Dengan menyakiti perasaan istrimu sendiri? Apa sebenarnya yang ada dipikiranmu itu !!! " bentak papa Agam yang sudah tidak bisa menahan emosinya lagi.
"Tapi diantara aku dan Elsie pun sampai saat ini belum ada cinta pa. Jadi aku berfikir akan menyelesaikan permasalahanku terlebih dahulu. Tidak perlu harus memikirkan perasaan satu sama yang lain. " jelas Nev panjang lebar.
"Tapi kalau menurut papa, itu konyol Nev!!" bantah papa Agam.
"Oke, kalau memang kamu mau menyelesaikan permasalahanmu terlebih dahulu, silahkan! Papa beri waktu kurang dari seminggu. Dan beri tahu orang orang terbaikmu untuk terus mencari Elsie. Kalau dalam kurun waktu yang papa berikan kamu tidak bisa menyelesaikan masalah mu, maka kau yang akan papa selesaikan. Ingat itu !!" setelah mengatakan itu papa Agam pergi dari hadapan Nev.
Seperginya papa Agam, Nev hanya bisa terdiam sambil terus berfikir akan langkah apa selanjutnya yang harus ia ambil. Akhirnya Nev mengingat rencana awalnya, dengan cepat Nev menyambar kunci mobil dan jasnya lalu keluar dari ruangannya.
* markas Richard *
Disini lah Nev sekarang berada, diruangan Richard. Hanya Nev dan Richard, mereka sedang berdiskusi tentang rencana awal yang sebenarnya sudah mereka buat.
"Trimakasih Richard untuk bantuanmu, aku harap rencana ini akan berhasil. Dan setelah berhasil akan bisa membuat Elsie kembali dengan sendirinya. " ucap Nev yang penuh harap.
"Ya sudah, istirahat lah dulu. Ini sudah sore, kau butuh banyak tenaga untuk besok bukan? Karna esok adalah hari yang panjang.. Hahahh" Pungkas Richard dengan senyuman lebar dari bibirnya.
Nev hanya tersenyum simpul kemudian menganggukkan kepalanya, setelah itu dia pergi meninggalkan markas Richard.
Haripun berganti, nampaklah disebuah apartment mewah seorang gadis dengan paras cantik dan lekuk tubuh yang sangat indah nan sempurna, sedang merias dirinya di depan cermin.
Tak lama kemudian terdengar suara dering telfon yang menggema di ruangan itu. Mesha segera meraih handphone nya yang ia letak di atas meja rias, lalu mengangkat panggilan telfon yang terus berdering.
"Hallo mi... Ada apa? " tanya nya sambil terus melanjutkan riasan wajahnya.
"Serius? Tapi aman gak mi? Aku gak mau sampai kecium publik ya mi, apalagi sampai nama ku kotor. " ucapnya lagi, entah dia ini sedang bicara dengan siapa. Tapi sangat terlihat Mesha akrab dengan lawan bicaranya.
"Berapa mi? Hah " Tiba tiba saja ekspresinya sangat kaget.
"Serius mi?? Sekaya apa dia, kenapa berani bayar semahal itu mi, Siapa dia? " ucap Mesha yang masih menggebu nggebu.
"Luar negri? Bule maksudnya? Oke deh, kasih tau lokasinya aja mi. Aku kesana sekarang. " Mesha berkata sembari mengenakan pewarna bibir dengan warna yang sangat cocok dengannya.
__ADS_1
"Oke mi, thankyou ya. Bye.. " Mesha mengakhiri obrolannya, lalu menyemprotkan parfum pada kulit dan bajunya. Setelah itu ia mengambil tas kemudian pergi meninggalkan aprtmennya yang dalam kondisi sangat rapi.
Tak berapa lama, akhirnya Mesha sampai pada lokasi yang disepakatinya. Setelah itu ia menuju resepsionis untuk menanyakan keberadaan orang yang sudah dibuatkan janji temu dengannya.
Setelah tau infonya, karena yang ingin bertemu Mesha memang sudah menitip pesan pada resepsionis, akhirnya Mesha sampai juga di depan pintu kamar orang yang membuat janji temu dengannya.
Tingtung... Tingtung..
Mesha dengan hati hati memencet bel, tak lama kemudian ada orang dari dalam yang membukakan pintu.
Ganteng ! Itu adalah kata kesan pertama yang Mesha pikirkan setelah melihat orang dihadapannya itu. Dan ternyata Mesha malah terbengong melihat ketampanan pria di hadapannya ini.
"Hei nona, halloww.. " pria itu melambai lambai kan tangannya di hadapan wajah Mesha yang masih tertegun akan ketampanannya.
"Ah, iya. Maaf tuan. Saya mencari seseorang. Apakah anda yang bernama Niven hawk? " tanya Mesha dengan pandangan yang tak mau lepas dari wajah pria bule dihadapannya itu.
"Betul itu saya, apakah anda yang bernama Mesha? " Niven balik bertanya.
"Iya tuan, betul sekali. Saya Mesha Nara." jawabnya sembari menjulurkan tangannya yang kemudian di sambut baik oleh pria tampan dihadapannya.
"Mari silahkan masuk nona. Tidak usah sungkan. " ucap pria itu mempersilahkan Mesha masuk.
' Kenapa dia sopan sekali, dia sama sekali tidak seperti para pria hidung belang yang selalu aku jumpai. Bahkan dia seperti pria baik baik, lalu untuk apa dia mengajakku ke hotel ini dan berani membayar mahal, aneh sekali. ' Gumam Mesha dalam hati dengan pandangan yang terus menelisik pria dihadapannya ini.
Akhirnya permainanpun dimulai. Awalnya memang Mesha sangat menikmatinya, ia sudah merasa seperti disurga. Hal hal seperti inilah yang sangat disenanginya. Namun sama sekali tidak bisa dia dapatkan dari orang yang sangat dia cintai. Bahkan tak jarang, ketika dia sedang bermain dengan para pria hidung belang itu, imajinasinya selalu mengarah pada Nev.
Saat Mesha mempersiapkan untuk sesuatu hal yang lebih ingin ia rasakan dari pria bule itu. Tiba tiba saja sang pria itu menjauhkan tubuhnya dari hadapan Mesha. Seringai licik muncul dari bibir pria itu, lalu dengan raut wajah yang bingung Mesha meraih selimut tebal di sampingnya yang sudah tak beraturan, kemudian ia menutupi tubuhnya yang sudah setengah telanjang.
•
•
•
•
•
•
•
__ADS_1
Terimakasih temen temen udah mapir di novel pertama mamayo. Minta dukungannya ya buat klik like, coment, dan jangan lupa tap love 💙 untuk menambahkan ke rak favorit kalian. See you next episode.