MENIKAHI CALON SUAMI SAHABATKU

MENIKAHI CALON SUAMI SAHABATKU
BAB 9 DINAS


__ADS_3

* ruangan Presdir Nixon Grub *


"Tuan muda, ini file - file yang anda minta. Untuk keberangkatan anda ke luar kota juga sudah siap semuanya tuan. " Riko orang kepercayaan Nev, memberi laporan tentang pekerjaannya.


"Baiklah Riko, terima kasih untuk kerja keras mu. " jawab Nev sembari merapikan file - file nya.


"Lebih baik kita pulang sekarang, sebab kita harus siap - siap untuk keberangkatan besok pagi. " imbuh Nev.


"Baik tuan muda. " Riko menjawab dengan setengah membungkukkan badannya.


Kemudian mereka berdua kembali ke kediaman masing masing, dengan Riko mengantarkan Nev terlebih dahulu.


* Apartment Nev *


"La la la... Na.. Na na aa hemm hem.. " terlihat Elsie sedang bersenandung sambil mendengar kan musik melalui earphone nya.


Begitu asyik ia bersenandung dan memasak di dapur, sampai - sampai tak sadar bahwa suaminya sudah pulang. Dan saat ini sedang memandanginya dari belakang sembari bersedekap tangan didada.


Karna sudah selesai acara memasaknya, Elsie pun hendak meletakkan masakannya di meja makan.


"Aaaaa... " ia kaget ketika membalikkan tubuhnya ternyata ada Nev. Hampir saja makanan yang ia bawa terjatuh. Untung saja Nev cepat tanggap, langsung memegang piring itu sebelum terjatuh.


Pandangan mereka pun bertemu, sepersekian detik mereka sempat termangu oleh pikiran masing - masing. Hingga akhirnya Elsie tersadar lalu menjauhkan tubuhnya dari sang suami.


"astaga kak Nev,, kenapa kalau muncul udah kayak jailangkung aja sih. Untung jantung El gak copot nih.. " El berkata dengan raut muka kesal.


"Dasar kamunya aja yang terlalu asyik dengerin musik. Sampe - sampe gak denger aku udah pulang. " tutur Nev yang tak mau kalah.


"Mangkanya ini dicopot dong.. Biar gak budek. " imbuh Nev sembari melepas paksa salah satu earphone dari telinga Elsie.


"Iya deh maaf, ya udah! Kak Nev mandi gih. Biar kita makan malam, soalnya aku udah laper banget nih kak.. " ucap Elsie sambil memegang perutnya yang sudah keroncongan.


"Iya. " Jawab Nev dengan memutar mata malas, kemudian ia berlalu dari hadapan Elsie.


Setelah beberapa menit kemudian, mereka berdua duduk berhadapan dimeja makan sambil menyantap makan malam yang sudah disapkan Elsie tadi.


El mengambilkan nasi serta lauk pauk untuk suaminya, setelah itu ia menyiapkan makanan nya sendiri. hanya beberapa menit, makanan mereka tandas sudah. Kemudian Nev pun mengeluarkan suara maskulinnya.


"Besok pagi aku harus berangkat ke luar kota El. Ada beberapa proyek yang harus ditinjau langsung dan ada sebagian yang harus diresmikan. Kemungkinan akan sedikit lama aku diluar kota. " terang Nev kepada Elsie.

__ADS_1


Elsie yang sedang meminum air putih pun langsung mengarahkan pandangannya kepada Nev.


"Hemm.. Oke kak,, ditemanin Riko kan? " tanya Elsie.


"Iya, aku bersama Riko. Apakah kamu tidak apa - apa kalau aku tinggal sendiri disini? " Nev nampak hawatir dengan Elsie.


"Ah, gak apa apa kok kak.. Lagian kalau aku bosan, nanti aku bisa menginap dirumah, selama kakak gak ada. " jawab Elsie dengan penuh keyakinan.


Setelah mendengar jawaban Elsie, Nev jadi mempunyai ide solusi terbaik. Agar ia tenang meninggalkan Elsie keluar kota sementara waktu.


"Ya sudah, mari bantu aku untuk beres - beres. Aku tunggu dikamarku ya. " Nev berdiri dari duduknya, lalu mengajak Elsie untuk menyiapkan barang barang apa saja yang akan dibawanya nanti.


"Aku beresin ini dulu ya kak, setelah itu aku menyusul. " lalu Elsie pun beranjak dan segera membereskan meja makan.


Setelah semalam mereka packing berdua, Elsie menyiapkan segala kebutuhan suaminya. Walaupun diantara Elsie dan Nev mungkin belum tumbuh rasa cinta, akan tetapi baik El maupun Nev tau betul status dan peran mereka masing masing.


El selalu menyiapkan kebutuhan Nev, Nev pun menafkahi El dengan kekayaannya. Akan tetapi Elsie masih memilih untuk tetap bekerja di perusahaan ayah nya.


Namun ada satu hal yang hingga saat ini belum bisa mereka tunaikan. Tidak ada hubungan intim di antara mereka, nampaknya masih ada jarak yang jauh antara keduanya.


Pagi hari menyambut, waktu menunjukkan pukul 6 pagi waktu setempat. El sudah berkutat di dapur untuk menyiapkan sarapan, sedangkan Nev masih berada dikamar mandi.


Setelah beberapa menit Nev pun selesai dengan ritual mandinya. Ia bergegas memakai pakaiannya yang sudah di siapkan Elsie tadi. Sementara Elsie selesai masak langsung membersihkan diri sekaligus bersiap untuk pergi ke kantor.


"Memangnya kak Nev gak di jemput sama Riko ya? " El menjawab sembari menguyah makanan yang ada di mulutnya.


"Arah rumah Riko lebih dekat untuk kebandara, jadi kalau dia harus jemput kesini dulu malah kejauhan. " alasan Nev, padahal kemarin Riko sudah menawarkan diri untuk menjemput Nev. Tetapi ia mencari seribu alasan untuk membuat agar Elsie mau mengantarnya.


"Baik lah kak.. Aku akan ke kamar dulu untuk mengambil tas ku. " Elsie yang sudah selesai makan langsung beranjak, lalu pergi kekamar untuk mengambil tas nya.


Akhirnya Elsie mengantar Nev sampai dibandara. Sesampainya mereka disana, Riko dan para pengawal Nev sudah standby.


"Elsie, aku berangkat dulu ya. Jaga dirimu, oh ya! Aku lupa menyampaikan sesuatu padamu. " tutur Nev.


"Ada apa kak? " tanya Elsie sedikit penasaran.


"Selama aku keluar kota, orang tuaku akan berada di negara ini. Karna mereka harus menghendel perusahaan. Jadi alangkah lebih baiknya kalau kau tinggal bersama mereka di mansion Nixon. Bagaimana? Agar kau tak kesepian. " Nev menjelaskan maksudnya.


"Jadi papa dan mama ada disini kak? " Elsie memperjelas lagi.

__ADS_1


"Ia, mereka sedang berada disini. Jadi bersiaplah, nanti sepulang dari kantor mereka akan menjemputmu. " terang Nev lagi.


"Baik lah kalau begitu. Ya sudah, hati hati kak! " Elsie melepas kepergian suaminya dengan lambaian tangan.


Nev pergi menggunakan jet pribadi milik keluarga Nixon. Pesawat tersebut memang sangat sangat eksklusif, desainnya sangat mewah. Benar benar menggambarkan kemewahan dan kekayaan keluarga Nixon.


* Sore hari di apartment Nev *


Elsie yang baru saja pulang dari kantor langsung mengistirahatkan diri nya sejenak di ruang tengah. Saat dirinya hendak terlelap di sofa, tiba tiba saja suara bel mengagetkannya.


Dengan sigap ia menuju ke pintu utama, lalu melihat dari layar siapa yang datang. Ternyata kedua mertuanya yang berkunjung, kemudian Elsie membukakan pintu untuk mereka.


"Pa, ma " El mencium tangan kedua mertuanya lalu mereka memeluk El.


"Apa kabar menantu kesayangan mama? " Ren Dae mama nev terlihat begitu antusias bertemu menantunya itu.


"El baik kok mah, ayo kita masuk dulu. " El mengajak mertuanya untuk masuk.


"El, apakah Nev sudah memberi tahumu kalau kami akan menjemputmu sayang? " tanya Agam Nixon papa dari Nev.


"Sudah kok pa, tapi El belum sempat bersiap. Soalnya El baru saja pulang dari kantor pa, ma. " jawab El.


"Tidak perlu menyiapkan terlalu banyak barang sayang. Di mansion sudah banyak kami sediakan baju baju untukmu nak. " jelas mama Ren.


"Bawa barang yang sekiranya penting saja nak, selebihnya sudah siap semua disana. " tutur papa Agam dengan jelas.


"Baiklah kalau begitu pa. " Elsie pun langsung mempersiapkan apa saja yang harus ia bawa. Kemudian ia dan kedua mertuanya menuju di mansion keluarga Nixon.







__ADS_1



Terimakasih temen temen udah mapir di novel pertama mamayo. Minta dukungannya ya buat klik like, coment, dan jangan lupa tap love 💙 untuk menambahkan ke rak favorit kalian. See you next episode.


__ADS_2