MENIKAHI CALON SUAMI SAHABATKU

MENIKAHI CALON SUAMI SAHABATKU
BAB 67 RENCANA NIVEN


__ADS_3

"Ada apa kalian sebut sebut namaku? "


Mini tiba tiba saja datang dengan membawa nampan yang berisi air minum untuk Niv dan teman teman nya.


"Idih, kok PD banget sih lu jadi orang. " kilah Niv.


"Aku bukannya PD, tapi kuping ku masih dengar. " sahutnya ketus.


Dan kini mereka berdua saling melempar tatapan tajam. Untungnya sebelum emosi mereka semakin membara, pak Riyanto datang dengan istrinya.


"Mini. " sentak pak Yanto.


Sontak saja mereka berdua menoleh kearah sumber suara, Niven pun tersenyum kikuk melihat kedatangan pak Yanto.


Lalu pak Yanto memberi kode pada Mini agar pergi dari situ.


"Hehe.. Maaf kan putri saya ya mas. Dia memang begitu orang nya, rada kasar. Tapi sebenarnya dia anak yang baik kok. " ucap pak Yanto.


"Iya gak apa apa pak. Saya juga minta maaf karna saya tidak bisa mengontrol emosi saya. " sahut Niv.


"Oh ya mas, perkenalkan ini istri saya. Nama nya Dewi lestari. "


Ibu Dewi langsung mengulurkan tangan nya untuk bersalaman dengan Niven dan teman teman nya.


"Saya Dewi. "


"Saya Niven bu. "


"Saya Aldo. "


"Saya Dimas. "


"Saya Revan. "


"Nando bu. "


"Ayo mas, diminum dulu. Tapi maaf lho ya, ada nya cuma ini. " ucap bu Dewi mempersilahkan.


"Iya bu, terimakasih. " sahut Nando yang sedari tadi hanya diam.


Dan mereka berbincang ringan, hingga Niven menuturkan niat nya untuk membantu keluarga pak Yanto.


"Begini pak, sebenarnya club motor kami ini mempunyai beberapa program. Yang dimana sering membantu orang orang yang mungkin kurang beruntung. " terang Dimas yang dari segi usia lebih dewasa dari yang lainnya.


Hening..


Sepertinya pak Yanto dan keluarganya masih belum paham akan ucapan Dimas.


"Biasanya kami mencari donatur donatur yang mau menyumbangkan barang atau uang untuk nanti kita sumbangkan kepada yang membutuhkan. " lanjut Dimas.


Karna melihat pak Yanto masih sedikit bingung membuat Niven mengambil alih penjelasan nya.

__ADS_1


"Jadi begini pak, kami tadi saat menolong bapak mendengar bahwa uang bapak diambil oleh mereka. Lalu kami berinisiatif untuk mengikuti bapak sampai kesini, karna sebenarnya kami ingin mencari tau sendiri. Apakah bapak ini salah satu orang yang menjadi target kami. Yaitu yang pantas menerima bantuan dari para donatur. " terang Niv.


"Dan tadi saya sempat bertanya pada Reno dan Rika, kalau ternyata uang yang diambil para komplotan geng motor tadi, sebenarnya untuk membayar biaya sekolahnya sikembar, apakah betul begitu pak? " tanya Niv memastikan.


Pak Yanto ingin menjawab jujur, namun timbul rasa tidak enak dari hatinya. Melihat suaminya bingung menjawab pertanyaan Niv, bu Dewi pun akhirnya ikut bicara.


"Ah, tidak kok mas. Reno dan Rika ini mengada ada saja. Eee.. Sebenarnya uang bayaran untuk sekolah Reno dan Rika sudah ada mas, saya yang bawa. Jadi mas mas nya ini tidak perlu repot repot. Untuk bantuan it, mungkin ada yang jauh lebih membutuhkan dari pada kami. "


"E iya betul mas, mohon maaf sebelumnya. Bukannya kami menolak rezeki, tapi kami rasa masih ada yang jauh lebih membutuhkan nya, dari pada kami. " imbuh pak Yanto.


Sikembar yang masih duduk disamping bapak nya, hanya bisa saling tatap dan merasa bingung. Kenapa bapak dan ibuk nya malah menolak bantuan dari orang lain. Padahal mereka sendiri sedang mengalami kesulitan.


"Bapak dan ibuk yakin tidak mau menerima bantuan ini? " tanya Niv kembali.


"Iya mas. " jawab pak Yanto dengan yakin, dan disambut anggukan juga oleh bu Dewi.


'Aku harus melakukan sesuatu untuk keluarga ini, entah mengapa hatiku menuntun untuk membantu mereka. Mungkin nanti aku akan pikirkan caranya sendiri. ' kata hati Niv.


Setelah sedikit berbincang dengan keluarga pak Yanto, Niven dan teman temannya pun pamit dari rumah pak Yanto.


*


*


Mansion Nixon


Saat malam tiba, semua keluarga Nixon sedang menikmati makan malam yang sudah disiapkan oleh chef dan para pelayan.


Tiba tiba saja dari arah belakang ada seorang pelayan yang membawa tas dengan wajah pucat dan penuh air mata.


"Mohon ampun tuan, nyonya, saya menghadap pada waktu yang tak tepat. " ucap pelayan itu.


Seketika semua yang ada diruang makan, menoleh ke arah pelayan tadi.


Karna yang bertanggung jawab dengan para pekerja di mansion adalah RenDae, jadi dia dulu yang menanggapi perkataan pelayan itu.


"Ada apa denganmu? Dan kenapa kau membawa tas besar malam malam begini. " tanya Ren yang sedikit kaget.


"Saya mau ijin pulang nyonya besar. Ibu saya sedang sakit, kabar terakhir nya beliau kritis. Jadi saya memohon untuk bisa ijin pulang malam ini juga. " jelas pelayan itu.


Ren menoleh kearah suaminya, lalu Agam memberi tanggapan dengan menganggukkan kepalanya.


"Baiklah, kalau memang kamu mau pulang malam ini. Tapi kamu tidak boleh jalan sendiri, kamu harus diantar sopir. Karna ini sudah malam, dan kamu ini perempuan. Jadi sangat bahaya kalau malam malam begini keluar sendirian. " tutur Ren.


Pelayan itu ingin sekali menolak, karna ia merasa tidak enak dengan majikannya yang super baik ini.


"Tapi lebih baik saya diantar sampai halte saja nyah. " tolaknya secara halus.


"Tidak boleh menolak !! Kamu jadi mau pulang gak? " ucap Ren.


"Ja jadi nyah. " jawab nya terbata bata.

__ADS_1


"Ya sudah, kalau jadi ikuti perkataan saya. Harus di antar supir. " tegas Ren.


"Ba baik nyah. " jawab nya gugup.


Lalu pelayan itu pulang ke rumahnya malam itu juga dengan diantar supir.


Disaat yang lain sudah memasuki kamar nya masing masing untuk beristirahat, Ren masih berada di dapur untuk berbicara dengan kepala pelayan.


"Nyah, sepertinya kita harus menambah pelayan dibagian belakang. Soalnya ada tiga orang yang sudah pulang nyah. " kepala pelayan memberi laporan.


"Boleh. Mau ambil dari yayasan apa gimana Yun? " tanya Ren pada kepala pelayan yang diketahui bernama Yuni.


"Kalau mau cepet ya ngambil dari yayasan nyah. "


"Oke, besok kamu hubungin orang yayasannya. Kalau sudah ada kandidatnya, segera kabari saya. Nanti saya sendiri yang akan seleksi sebelum masuk. " jelas Ren.


"Baik nyah, kalau begitu saya permisi dulu. " tutur Yuni lalu undur diri dari hadapan Ren.


Dan ternyata saat mereka berbincang tadi, ada sepasang telinga yang mendengarkan.


' oh, sekarang aku tau, apa yang harus aku lakukan. ' ucap orang itu.


Karana tubuhnya sudah merasa lelah ingin di istirahat kan, maka RenDae memutuskan untuk ke kamar nya.


Namun tiba tiba saja ada orang yang muncul dihadapannya. Sebab kemunculannya yang spontan, membuat Ren reflek berteriak.


Aaaaaa....


Seketika orang itu langsung membekap mulut RenDae dengan tangan nya. Dan saat RenDae mengetahui siapa yang melakukannya, ia langsung membelalakkan mata nya lebar lebar.









...Terimakasih buat semuanya yang udah mampir dikarya pertama Mamayo. ......


......Yuk, dukung terus authornya, dengan klik like, coment, vote. Dan tap 💙 untuk menambahkan karya ini kerak favorit kalian. ......


...Jangan lupa hadiah nya juga ya. 😁...


...Sampai ketemu di episode selanjutnya, thankyou so much 😘...

__ADS_1


__ADS_2